Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga diamankan polisi pada Sabtu (01/04/2017) kemarin karena telah mencabuli seorang remaja lelaki berusia 16 tahun di salah satu pusat kebugaran di Surabaya. Awalnya korban dan tersangka mengobrol singkat dan kemudian keduanya terlihat meninggalkan tempat. Ketika melihat korban hanya mengenakan handuk, tersangka tiba-tiba melepaskan handuknya dan mencabuli korban. Menurut pengakuan korban, pada awalnya ia hendak melawan tapi takut.

Korban kemudian mandi di shower room dan keluar. Kejadian tersebut terungkap karena korban melapor kepada petugas di pusat kebugaran dan kemudian diteruskan ke Polsek Mulyorejo Surabaya. Saat ini Dekan III Universitas Airlangga tersebut dinonaktivkan dari jabatannya untuk lebih berfokus mengurus permasalahan hukumnya. Rektor Universitas Airlangga, Mohammad Nasih mengatakan bahwa ia tidak menyangka kasus seperti ini menimpa salah satu civitas akademika, apalagi menurutnya Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi tersebut selama ini tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penyimpangan seksual.

Kasus pencabulan homoseksual bukan kali ini saja terjadi. Banyak kasus lainnya!

Kasus pencabulan lain

Masih segar di ingatan kita bahwa seorang public figure Syaiful Jamil juga tengah terjerat kasus pencabulan yang sekaligus penyimpangan seksual. Hal tersebut justru terjadi bukan hanya sekali dua kali, namun beberapa kali selama 5 bulan. Akibat perbuatannya, artis dengan sapaan Bang Ipul pun didakwa tiga tahun penjara. Kasus pencabulan memang berlangsung selama 5 bulan, dan hukumannya pun relatif ringan yaitu tiga tahun penjara, namun perasaan trauma dan malu yang dialami korban bisa saja berlangsung seumur hidup.

Selain itu kalian pasti masih ingat dengan kasus Ryan Jombang yang membantai beberapa cowok karena masalah cinta. Bukannya mau memojokkan kaum homoseksual, itu urusan mereka mau hidup seperti apa,  hanya saja, kita harus mulai sadar bahwa cowok saat ini juga nggak aman dari pelecehan seksual.

Mengendalikan nafsu jelas bukan soal pendidikan dan jabatan, tapi lebih dari itu

Advertisement

Cobalah kendalikan diri via kisahikmah.com

Kasus di atas hanyalah satu dari ribuan kasus lainnya yang terjadi di Indonesia setiap harinya. Kasus tadi hanyalah contoh saja bahwa pendidikan dan status tak bisa dijadikan patokan akan penyimpangan yang ada di otak manusia. Tentu saja kali ini Hipwee Boys tidak ingin sok tahu dan mengajari kalian yang membaca artikel ini, hanya saja, dari berbagai macam pengalaman, jelas terlihat bahwa kasus seperti ini mungkin saja bisa dihindari kalau semua pihak mau melihat ini di luar topeng tabu. Maksudnya adalah, jika mayoritas orang memiliki modal pengetahuan yang cukup untuk mendiagnosis diri sendiri, maka mereka akan tahu masalahnya sejak dini. Dan, mungkin saja, masalah-masalah seperti kasus di atas akan lebih bisa dihindari.

Bukan hanya soal pencabulan, tapi juga penyimpangan seksual yang semakin memprihatinkan

Penyimpangan seksual yang memprihatinkan via reps-id.com

Tidak ada yang menyangka jika seorang Dekan III FKG Universitas Airlangga melakukan pencabulan terhadap remaja laki-laki berusia 16 tahun. Pasalnya Dekan berinisial IKS tersebut sudah memiliki istri dan dua anak. Bahkan orang yang sudah berstatus sebagai seorang ayah  saja bisa terjerat kasus penyimpangan seksual. Belakangan ini sedang ramai dibicarakan mengenai penelitian dari Queen Mary’s School of Biological and Chemical Sciences dan Karolinska Institute di Stockholm yang menemukan bahwa homoseksual bisa saja disalurkan melalui gen dan lingkungan. Sehingga penelitian ini berpendapat bahwa seseorang yang memiliki orientasi seksual gay bisa saja karena ‘gen gay’ yang dimilikinya.

Sementara penelitiaan lain yang dilakukan Dr. Niklas Langstrom dari Karolinska Institute menemukan faktor lingkungan lebih berpengaruh ketimbang gen. Faktor lingkungan berpengaruh hingga 64%. Sehingga lingkungan lebih mempengaruhi bagaimana seseorang menjadi gay. Jika kita renungi, sebenarnya manusia dilahirkan juga dalam keadaan suci, bukan dalam keadaan yang sudah menyimpang.

Bukan hanya harus belajar mengendalikan nafsu, bahkan cowok perlu berhati-hati

Harus hati-hati via www.teropongsenayan.com

Bukan hanya kita para cowok harus punya pengendalian diri yang kuat, tapi kita saat ini juga perlu berhati-hati terhadap kekerasan seksual yang bisa menimpa kita. Banyak dari kasus pencabulan ini dilakukan oleh orang dewasa dan menyasar kepada mereka yang lebih muda. Dari kasus pencabulan di pusat kebugaran di Surabaya ini, bahkan korban yang pada saat itu ingin melawan mengurungkan niatnya karena takut. Di zaman yang sudah gila ini, bukan hanya cewek saja yang rentan terhadap kasus pelecehan seksual, tapi cowok juga.

Memiliki nafsu dan gairah adalah hal wajar bagi seorang cowok, tapi kita harus pandai-pandai mengendalikan. Bagaimana pun setan ada dimana-mana Boys tidak memandang waktu, tempat, dan usia kita, jangan sampai nafsu menjelma menjadi diri kita sendiri. Hal ini bisa menimpa siapa pun, bahkan seorang pendidik di Universitas ternama pun bisa terjerat kasus pencabulan karena tidak bisa mengendalikan nafsunya sendiri. Melakukannya perbuatannya sih hanya beberapa menit, tetapi akibatnya bisa berkepanjangan, lho.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya