Sampai saat ini, mungkin semua orang beranggapan bahwa cowoklah yang selalu menjadi faktor penyebab hancurnya hubungan asmara yang telah dibina dengan pasangannya. Seperti biasa, semua disebabkan karena cowok itu mata keranjang dan suka melakukan kecurangan dalam hubungannya alias selingkuh. Hal yang sangat meresahkan, memang.

Tapi nyatanya, nggak selamanya cowok yang melakukan hal ini loh. Mungkin benar, cowok akan selingkuh dari pacarnya, tapi nggak dengan istrinya. Hal yang sangat bertolak belakang dengan cewek. Cewek, akan melakukan perselingkuhan setelah menikah! Lebih meresahkan, bukan? Nah, berikut ini hasil ulasan Hipwee Boys tentang perselingkuhan yang dilakukan cewek setelah menikah. Simak, Boys, biar bisa lebih waspada!

Menurut studi yang dilakukan secara global, cewek akan berselingkuh di usia 36 tahun atau 7-8 tahun setelah mereka menikah

Nggak lama. 🙁 via www.instagram.com

Sebuah studi yang dilakukan oleh situs pencari selingkuhan dari VictoriaMilan, mereka menemukan fakta bahwa rata-rata cewek yang aktif di situs ini adalah seorang istri dengan usia 36,6 tahun. Selain itu, berdasarkan data yang mereka peroleh, rata-rata usia pernikahan cewek pengguna situs ini berkisar di angka 29 tahun. Itu artinya, mereka melakukan perselingkuhan 7-8 tahun setelah mereka menikah. Usia yang masih terbilang muda untuk berselingkuh. Ya, cewek usia ini memang masih terlihat menarik bagi cowok, apalagi bagi mereka yang masuk puber kedua.

Perilaku menyimpang ini konon diakibatkan oleh sikap suami yang nggak seasyik di awal menikah. Cowok lagi yang salah?

Nggak seseru dulu, ah! via www.instagram.com

Advertisement

Pendiri situs VictoriaMilan, Sigurd Vedal menegaskan, perselingkuhan yang dilakukan para istri ini bisa saja disebabkan oleh pasangan atau suami mereka yang kurang perhatian atau sudah nggak seharmonis di awal-awal pernikahan mereka. Lebih spesifik lagi, cewek merasa ada yang kurang dari hubungan biologis di antara mereka. Alhasil, nggak cewek, nggak cowok, mereka melakukan penyimpangan dalam hubungan. Tapi yang menarik, seolah hal ini diakibatkan oleh cowoknya yang nggak bisa membuat pasangannya bahagia. Kenapa cowok lagi sih yang disalahkan?

Kalau saling menyalahkan terus, jelas nggak ada jalan keluar selain perceraian. Tapi kenapa mesti menikah kalau ujungnya bercerai juga?

Diselesaikan baik-baik. via ourstart.com

Ya, kalau melihat alasan yang diutarakan oleh Sigurd Vedal mungkin memang hampir semua kesalahan terletak pada cowoknya yang nggak bisa membahagiakan pasangannya. Tapi jelas cowok nggak mau disalahkan begitu saja. Pasti cowok juga punya argumennya sendiri.

Nah, kalau saling menyalahkan begini, kapan selesainya? Sementara menurut data dari Kementerian Agama per tahun 2016, angka perceraian di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia. Bahkan, tahun 2012, pasangan di negeri ini mencapai 372.557 kali alias 40 kasus perceraian setiap jamnya! Kalau bisa diselamatkan, kenapa mesti pergi ke Pengadilan Agama?

Menikah itu bukan cuma soal menyatukan pandangan hidup kalian, tapi juga soal cara kalian menjaga komitmen dengan pasangan!

Dijaga ah. via best-legal.jp

Hal pertama yang perlu kamu tanamkan dalam dirimu sendiri sebelum menikah adalah bukan bagaimana caramu untuk menjalani kehidupan berumah tangga, melainkan bagaimana cara kalian untuk bisa bertahan menjalani hari-hari sebagai pasangan suami-istri. Serta di dalamnya termasuk cara membahagiakan pasangan, memperlakukannya sebagaimana mestinya, dan sebagainya. Agar jauh dari penyimpangan atau kecurangan dalam hubungan. Sebab menikah nggak sebercanda itu.

Apalagi khusus cowok, kamu harus bisa menjadi pemimpin bagi keluargamu. Selaku nahkoda, harusnya kamu bisa membawa perahu rumah tanggamu untuk menjauhi masalah perceraian yang bisa mengancam kalian kapan saja.

Ya, perselingkuhan memang nggak ada baiknya. Semua yang berhubungan dengan kecurangan dalam hubungan akan senantiasa menyisakan luka bagi semua pihak, terlebih bagi kalian yang sudah menikah. Cewek memang rentan untuk selingkuh setelah menikah, tapi sebagai cowok, kamu harus bisa menjaga hubungan kalian agar tetap harmonis sebagaimana doa dan harapan yang kalian ikrarkan dalam pernikahan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya