Satu hal yang perlu kamu ubah dalam pandangan hidupmu adalah soal pernikahan. Kehidupan setelah menikah itu bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Terlepas dari masalah finansial dan kesiapan mental yang seharusnya sudah dipersiapkan jauh hari sebelum melakukan pernikahan, ada satu masalah yang tak bisa dihindari oleh lelaki. Ini adalah masalah infertilitas atau kemandulan.

Baiklah, coba kita bermain perandaian tentang infertilitas ini. Kalau, jika, bila, seandainya, seumpama, misalnya kamu mengidap infertilitas, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah istrimu, bahkan mertuamu bisa menerima kekuranganmu atau ketidakmampuanmu untuk memberi keturunan ini? Apa yang akan kamu lakukan jika ternyata kamu tidak bisa memiliki anak?

Tidak bisa memberi keturunan atau infertilitas adalah ketakutan yang selalu membayangi hampir semua laki-laki. Ini masalah serius yang harus segera diakhiri!

Depresi. via gubinas.lt

Kalau mau berkata jujur, inilah ketakutan paling besar dari hidup seorang lelaki. Mungkin bangkrut dalam usaha dan bisnis juga sangat ditakuti. Tapi, setidaknya kebangkrutan itu masih bisa diperbaiki dengan cara berusaha kembali, memulainya dari nol. Lalu bagaimana dengan kemandulan ini? Semua pria pasti cemas dan ketakutan akan ketidaksanggupannya memberikan keturunan untuk istri, orangtua, dan mertuanya.

Oleh karena itu para cowok harus mulai memperhatikan kesehatannya terutama yang terkait dengan masalah fertilitas ini. Sejak dari usia muda, cowok harus sudah mulai melek secara seksual. Bukan tentang yang buruk ya, tapi tentang hal-hal yang menyangkut kesehatan seksual.

Hal ini bisa membuat seorang laki-laki menjadi merasa tak berguna. Hidup rasanya hanyalah kesia-siaan belaka

Advertisement

Sedih banget! via www.elespectador.com

Ya, bakalan hancur dan merasa rendah bila seorang pria mengalami infertilitas atau kemandulan. Bahkan seorang bad boy sekalipun, ketika telah terdiagnosa mengidap kemandulan, dia akan menjadi seorang lelaki yang paling menyesali nasibnya. Apa tujuan seorang laki-laki dalam hidup ini selain memberikan keturunan yang baik, anak-anak yang lucu dan pintar bagi keluarganya? Tidak ada. Ketika kemandulan menjadi penghalang dari tujuan hidupnya, seorang lelaki bisa menjadi kurang percaya diri, rendah diri, frustrasi, hingga depresi. Bahkan, tak menutup kemungkinan, bila dia sudah tidak bisa berpikir jernih, dia akan mengakhiri hidupnya.

Tapi, pemahaman semacam ini sesungguhnya harus mulai dihilangkan. Memang benar bahwa masalah ini adalah masalah berat, namun nilai seorang laki-laki tidak hanya dinilai dari kemampuannya menghasilkan anak kok. Ada banyak faktor lain yang menjadikan seseorang itu lelaki.

Idealnya sih, istri harus tetap menerimamu. Tapi, kalaupun dia tidak bisa menerimamu, apakah kita bisa menyalahkannya?

Butuh dukungan darimu. via estovalelapena.com

Terdiagnosa mengidap infertilitas sudah menjadi beban dalam hidupmu. Akan menjadi makin parah ketika istrimu juga tidak bisa menerima keadaanmu yang seperti itu. Sudah seharusnya, sebagai istri, dia menemanimu untuk terus berjuang mengembalikan kesuburanmu. Semakin istrimu antipati terhadapmu, semakin kamu akan terjerumus ke dalam lubang kehancuran. Infertilitas tidak cuma menyerang fisik, tapi juga psikologis!

Oleh karena itu sudah selayaknya kamu belajar untuk mengatasinya. Selain mengatasi secara fisik yang berarti kamu sudah harus memulai hidup sehat ketika masih muda dan berkonsultasi pada dokter ketika memang sudah mengidap penyakit ini, kamu juga harus siap secara mental bahwa hal ini bisa menyerang siapa saja. Kamu harus optimis bahwa kamu bisa sembuh dan kehidupan tidak hanya ditentukan oleh bisa tidaknya seseorang punya keturunan.

Ada juga orang selain istrimu yang mungkin tak bisa menerima hal ini. Mungkin sikap mertuamu akan berbeda dari sebelumnya

Dasar, menantu nggak berguna! via dconheels.com

Menjadi tumpuan harapan bagi orang-orang terdekat memang kadang menyulitkan. Ya, meski kadang menjadi sebuah semangat tersendiri. Seperti harapan mertua dan orangtuamu tentang calon cucunya. Ekspektasi dari mereka yang begitu tinggi hilang seketika, saat mereka tahu bahwa kamu tak bisa memberikan apa yang mereka harapkan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan mereka bakal menghinamu sebagai pria tak berguna. Ada loh. Ya, meski ini relatif dan tentatif.

Tidak semua mertua seperti ini. Ada juga mertua yang cukup progresif dan menganggap hal ini adalah hal yang wajar terjadi mengingat saat ini hidup memang jadi jauh lebih tidak sehat dibandingkan era dia hidup dulu. Meskipun demikian, sudah seharusnya kamu juga terbuka masalah ini, biar bisa diatasi bersama. Biar kamu nggak gila.

Ini bukan sepenuhnya masalah takdir. Cobalah ingat bagaimana masa mudamu dulu, apakah ini semua karena kesalahanmu sendiri?

Gara-gara dulu, aku… 🙁 via huffingtonpost.com

Untuk mengembalikan kepercayaan orang-orang di sekitarmu yang kecewa padamu, cobalah untuk introspeksi diri. Masalah infertilitas ini ternyata terpengaruh dari masa lalu. Bagaimana pola dan gaya hidupmu semasa muda sedikit banyak menaruh andil pada kemandulanmu. Paling tidak, kamu bisa belajar dari masa lalu. Untuk kesembuhan, kamu bisa mengunjungi dokter atau ahli yang bergerak di bidang kemandulan.

Oleh karena itu, sudah semestinya kamu yang saat ini masih belum masuk ke jenjang pernikahan menaruh perhatian pada kesehatan alat reproduksimu. Banyak orang yang menyangka bahwa hal ini tidak perlu perhatian khusus, namun saat ini dengan banyaknya makan tidak sehat dan gaya hidup yang kurang baik, sudah sepantasnya semua cowok menaruh perhatian khusus pada hal ini. Mulai sekarang, ayo hidup sehat. Tinggalkan rokok, minuman keras, dan hal lainnya yang bisa menyebabkan kemandulan!

Berat memang bagi seorang pria untuk menghadapi masalah seperti ini. Perhatian bagi para cewek yang kelak akan menjadi istri. Cobalah untuk bisa menerima kekurangan suamimu yang seperti ini. Ini sama sekali bukan keinginan semua cowok, tapi kalau takdir sudah berkata seperti itu, mau bagaimana?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya