Salah satu mitos tentang cowok yang sering cewek dengar adalah tentang pubertas ke-2. Mungkin hal ini adalah sebuah hal yang cukup banyak di dengar di masyarakat. Banyak kasus, terutama kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh cowok, yang dikaitkan dengan pubertas ke-2 ini. Namun pertanyaannya adalah apakah hal ini memang benar-benar ada ataukah memang hanya mitos kosong belaka?

Nah, berangkat dari sinilah Hipwee Boys bakal mengupas tuntas tentang pubertas ke-2 cowok. Tentu saja tidak dalam bahasan yang 100% ilmiah, tapi lebih seperti bahasan santai khas Hipwee. Penasaran? Yuk langsung disimak aja pembahasannya di bawah ini!

Katanya sih cowok kalau udah masuk usia 40 tahun, bakal berpaling. Wah, emang benar tuh?

Tuh kalau udah 40 tahun~ via 1.bp.blogspot.com

Cowok emang diidentikan dengan rasa bosan dan jenuh. Alasannya sederhana, saat cowok sudah tahu sifat dan sikap pasangannya, rasa bosan itu pasti segera datang. Salah satu faktor yang mempengaruhi rasa bosan cowok adalah, adanya kekangan dan aturan dari pihak cewek. Bukannya cowok tidak mau sama sekali diatur, hanya saja kadang cewek juga sangat kelewatan. Tanpa bermaksud menyalahkan cewek atas kebiadaban cowok, namun nyatanya memang banyak cowok yang pengen cewek lain gara-gara sudah bosan dengan perilaku pasangannya, bukan dengan fisiknya.

Rumah tangga, itu bukan tentang hubungan suami dan istri saja melainkan mencakup masalah keluarga besar. Ya, tahu sendirilah, memahami satu orang aja susah, apalagi harus memahami 1 keluarga besar. Tidak sedikit keluarga besar akan ikut campur dalam permasalahan keluarga. Sebagai kepala keluarga ada rasa risih dan tidak dihargai menjadi pemicu utama cowok bakalan bosan sama hubungan. Jadi, wajar banget, ketika rasa ingin memiliki/menggoda cewek lain saat fase umur tertentu itu, akan muncul sebagai penghibur lara.

Advertisement

Mungkin, mungkin hal inilah yang menjadi alasan kenapa ada banyak cowok yang bisa dibilang cukup ganteng punya selingkuhan yang lebih jelek jika dibandingkan dengan istrinya. Mungkin ya memang si cowok nggak nyari cewek yang lebih cantik, hanya nyari yang lebih nyaman. Jadi jawaban untuk pertanyaan apakah di umur 40an laki-laki rentan melakukan perselingkuhan adalah: “iya, laki-laki sangat mungkin melakukan hal itu”.

Selain rasa bosan, kemapanan finansial juga merupakan salah satu alasan kenapa cowok di usia 40an rawan selingkuh

Sudah lebih kaya sih… via themanguide.com

Selain rasa bosan, salah satu alasan kenapa laki-laki di usia 40an rentan terhadap perselingkuhan adalah kemapanan finansial. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu hal yang membuat cowok punya pikiran untuk selingkuh adalah uang. Di usia 40an, rata-rata laki-laki Indonesia sudah mencapai titik aman dan nyaman dalam hal finansial. Bisa jadi hal inilah yang memberikan godaan lebih bagi cowok untuk berselingkuh.

Memang benar bahwa mungkin salah satu alasan utama cowok selingkuh adalah rasa bosan, namun jika dia tidak memiliki kemapanan finansial, hal ini akan sangat susah dilakukan di era dimana hampir segalanya diukur dengan uang ini.

Terus apa yang harus cewek lakukan dengan kondisi cowok yang rentan tersebut?

Jadi, aku harus gimana dong? via kelascinta.com

Sejatinya ada banyak sekali hal yang bisa dilakukan dan salah satunya adalah komunikasi. Bukan hanya cewek yang pengen didengarkan, bukan hanya cewek yang nggak suka dibohongi. Cowok dan cewek itu sama. Sama-sama pengen diayomi dan dimengerti. Memang hampir tidak mungkin mengerti cowok 100%, tapi paling tidak para cewek bisa memberikan ruang lebih untuk cowok. Jika kalian para cewek berpikir bahwa ruang itu justru akan dibuat cowok sebagai sarana untuk selingkuh, kalian keliru.

Semakin ditekan, cowok justru akan semakin melakukan hal buruk. Beri dia ruang bebas untuk sekedar berkumpul dengan teman-temannya, nobar, maen PS, dan lain sebagainya. Intinya adalah, seperti yang sudah dibahas di artikel hipwee lainnya, yang dibutuhkan oleh seorang suami supaya dia tidak selingkuh adalah good food, good sex, silent.

Intinya adalah, tidak ada puber kedua. yang ada adalah laki-laki paruh baya yang sudah mulai bosan dengan keputusannya sendiri untuk menikah. Semua orang akan mengalami ini, meskipun pada akhirnya tidak semua orang memilih untuk mengobati kegalaua