Pertumbuhan populasi kendaaraan bermotor roda dua di Indonesia bisa dibilang sangat tinggi. Untuk daerah Jakarta saja, menurut data yang Hipwee Boys peroleh dari Antara News, terdapat sekitar 13 juta sepeda motor pada tahun 2014. Pertumbuhan jumlahnya pun nggak main-main, yaitu 4.000 hingga 4.500 sepeda motor per hari! Gila kan?

Kendaraan roda dua banyak dipilih bukan hanya karena lebih murah dibanding kendaraan roda empat, tapi juga dinilai memilik kemampuan untuk mempersingkat waktu tempuh. Motor bisa lebih mudah untuk nyempil-nyempil di tengah kemacetan Jakarta. Namun dengan terus bertambahnya populasi motor setiap harinya, kemacetan tetap akan bertambah parah kalau pertumbuhan jumlah jalan hanya 0,01 persen. Hal tersebut diungkapkan Martinus Sitompul, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

“Kendaraan bermotor di Jakarta dan sekitarnya naik 12 persen per tahun. Itu berdasarkan data Samsat mengeluarkan STNK. Pertumbuhan jalannya hanya 0,01 persen, jadi tidak sebanding,” kata Martinus.

Kemacetan Jakarta adalah masalah yang sangat sulit buat diselesaikan, namun tahu nggak sih kalau masalah kemacetan ini bisa sangat berbahaya bagi “masa depan” cowok? Apa sih kaitan macet dan kesehatan ‘adik’ para cowok. Yuk kita simak aja ulasannya!

Kemacetan di Jakarta nggak hanya membuat ribuan liter bahan bakar menguap di jalan, tapi juga ancaman kemandulan buat para cowok

Advertisement

Untuk daerah Jakarta, pengendara motor umumnya adalah cowok. Kalau kurang yakin dengan pernyataan tersebut, tengok saja sendiri di sekitarmu. Jangankan Jakarta, kota-kota lain pun pengendara kendaraan motornya kebanyakan cowok. Dan belum lama ini, dalam sebuah acara pertemuan dengan media, seorang dokter spesialis urologi RSU Bunda Jakarta, dr. Sigit Solichin, mengutarakan analisis medis tentang relasi kendaraan motor roda dua dengan kemandulan pada cowok.

Menurutnya, terlalu lama duduk dan berkendara sepeda motor dalam waktu yang lama bisa sangat berbahaya bagi masa depan cowok. “Panas, bensin, dan celana yang menempel ketat di kulit menjadi beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya gangguan kesuburan,” kata Sigit seperti dikutip Tempo.

Dr. Ruben Alvero dari University of Colorado menjelaskan pengaruhi terlalu lama duduk di sepeda motor dengan motilitas sperma. “Ketika seorang cowok terlalu lama mengendarai motor, kenaikan suhu skrotumnya mengurangi jumlah sperma,” kata Ruben.

Ketika mengendarai motor, pemaparan panas akibat mesin yang terus menyala dapat membuat penurunan jumlah serta perubahan sperma dalam jangka panjang. Kamu nggak bakal merasakannya dalam waktu dekat, tapi nanti setelah beberapa tahun. Oleh sebab itu, semakin sering dan lama seorang cowok mengendarai sepeda motor setiap harinya, maka semakin tinggi pula potensi dan risiko infertilitas atau umumnya disebut kemandulan.

Selain ancaman buat masa depanmu, terlalu lama duduk di motor pun bikin kamu dihantui disfungsi ereksi

potensi disfungsi ereksi via cdn.lolwot.com

Nggak hanya kemandulan yang menghantui cowok ketika terlalu sering mengendarai sepeda motor, tapi juga masalah menakutkan lainnya seperti disfungsi ereksi. Bayangkan, pada satu hari nanti, kamu bisa kaget ketika tahu si ‘adik’ ternyata nggak bisa berdiri.

Menurut Ruben, tak lancarnya darah yang mengalir ke alat kelamin dapat memengaruhi kemampuannya ereksi. Jadi bisa dibilang, cowok yang setiap hari berlama-lama mengendarai motor punya potensi mengalami disfungsi ereksi yang tinggi. Haduh, jadi ngeri sendiri membayangkannya.

Survei yang dilakukan di tiga negara ini bisa menambah keyakinan kamu untuk segera menggunakan transportasi umum, yang selain ojek motor tentunya

Survei membuktikan… via www.motorrad-bilder.at

Dikutip dari Tirto.id, tiga negara seperti Nigeria, Jepang, dan Australia sudah melakukan survey untuk membuktikan kebenaran relasi sebab-akibat antara berkendara sepeda motor dengan disfungsi ereksi. Nigerian Journal of Family Practice mempublikasikan hasil survey mengerikan tentang masalah yang terjadi di negaranya. Sebanyak 57,5 persen dari 988 responden mengalami impotensi.

Sedangkan di Jepang, pada 2008, International Journal of Impotence Research mengungkapkan hasil survey bahwa sebanyak 46 persen responden mengaku punya masalah saat ereksi setelah duduk tiga jam di jok kendaraannya dalam sepekan. Yang bikin mencengangkan, khusus, pengendara dengan rentang usia 50-59 tahun, data menunjukan 93 persen dari mereka punya masalah disfungsi ereksi. Ngeri kan?

Terakhir, pada tahun yang sama seperti di Jepang, data yang dikumpulkan di Australia memaparkan 70 persen dari 230 pengendara motor mengalami gangguan ereksi. Mereka rata-rata berkendara tiga jam setiap pekan.

Lalu, solusi apa yang bisa menghindarkan kita dari potensi tersebut? Biar paa cowok terselamatkan

Udah kayak laron via achmadadib.blogspot.co.id

Dua penyakit tadi: kemandulan dan disfungsi ereksi, jelas, bisa direduksi potensinya jika kamu memanfaatkan transportasi umum yang tersedia. Nggak cuma itu, guys. Kemacetan pun sangat mungkin berkurang. Dengar, andai kamu yang jadi penduduk Jakarta dan sekitarnya, plus kota-kota besar lain, bisa melepas ketergantungan terhadap sepeda motor dan beralih ke transportasi umum, bukankah sangat mungkin kamu terhindar dari kemungkinan kemandulan. Kita juga perlu berpikir tentang kondisi alam. Dengan beralihnya penggunaan sepeda motor ke transportasi umum, udara-udara kotor di lingkungan kita sedikitnya bisa berkurang walaupun tak signifikan.

Pada akhirnya, Hipwee Boys tak bisa memaksa. Semua kembali pada kepada pribadi masing-masing. Eh, bisa juga kembali pada pemerintah masing-masing yang menyediakan transportasi umum yang nyaman dan aman. :p

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya