Tentu kita senantiasa melihat iklan-iklan di layar kaca atau di manapun dengan para model yang aduhai. Biasanya juga, mereka adalah cewek-cewek seksi nan menggoda hasrat bagi kaum Adam. Hal yang sangat lumrah untuk kita jumpai di manapun. Tapi fenomena ini nggak lantas menjadi pemakluman bagi sebagian orang atau lebih tepatnya kaum Hawa itu sendiri. Mereka tetap nggak terima dengan apa yang ada di masyarakat, bahwa ceweklah yang selalu menjadi objek marketing.

Namun, ternyata zaman sudah berubah. Saat ini, bukan hanya cewek saja yang menjadi objek marketing, tapi cowok juga. Seperti yang bisa kita temui di Vietnam, ada sebuah salon yang justru menggunakan jasa cowok sebagai objek pemasarannya. Tentu hal ini menjadi perhatian publik atas terpatahkannya stigma bahwa cuma cewek yang bisa menjadi strategi pemasaran. Dan menariknya, usaha ini berhasil memberikan keuntungan bagi pemilik salon. Sepertinya memang sekarang cowok dan cewek telah memiliki harga jual yang sama, ya? Simak nih, ulasan dari Hipwee Boys soal objek marketing ini!

Selama ini cewek selalu menjadi objek marketing. Karena memang merekalah yang memiliki nilai jual untuk segala produk

Siapa yang nggak tertarik? via youtube.com

Sebagaimana kita tahu, sejak dahulu kala, memang ceweklah yang menjadi objek atas segala hal, termasuk marketing. Dewasa ini, tubuh cewek dimaknai sebagai tanda yang dapat dipahami sebagai komoditas, yang kemudian bisa diartikan sebagai bahan tontonan bagi masyarakat, khususnya kaum Adam. Adanya komoditas atas tubuh wanita sebagai alat pemasaran dimulai sejak adanya media masa. Seiring perkembangan zaman, mereka kian menyadari bahwa memang ceweklah yang bisa memengaruhi keberhasilan dalam penjualan produk atas pemasaran yang mereka usahakan.

Dengan kata lain, sebuah produk nggak akan laku kalau modelnya nggak bisa menarik minat para konsumen. Caranya bagaimana? Ya, dengan melibatkan cewek dalam pemasarannya. Karena di sini seolah disepakati bahwa cewek memiliki nilai jual yang tinggi.

Fisik menjadi alasan utama para produsen untuk menggunakan jasa cewek sebagai model iklan. Itu pun nggak bisa sembarang cewek loh!

Advertisement

Sensual. via www.the-peak.ca

Seperti yang kita tahu, dunia modeling dalam tajuk marketing atau apapun, memang memanfaatkan fisik cewek sebagai senjata paling ampuh untuk mendatangkan keuntungan. Juga seperti yang kita pahami, fisik ini menyangkut seberapa cantik atau seksi tubuh cewek tersebut. Seperti yang sudah kita ketahui bersama kalau cuma cewek yang berwajah cantik dan bertubuh bagus (langsing, tinggi, dan berkulit putih) yang bisa menjadi model dalam pemasaran ini.

Tapi tampilan cewek-cewek ini di media pun akan menentukan nilai jual mereka, terlebih dalam panggung hiburan di mata masyarakat. Semakin dia menunjukkan sisi sensualitasnya, akan semakin tinggi juga ‘nilai’ mereka di pasaran. Dan dari sinilah para agensi mencari model yang berani memperlihatkan sisi sensual mereka.

Tapi saat ini di Vietnam, ada sebuah salon yang mempekerjakan cowok-cowok ganteng sebagai alat promosi. Terlihat aneh nggak?

Bikin cewek bergetar! via liputan6.com

Namun baru-baru ini di Vietnam, ada sebuah salon cewek yang menggunakan jasa para cowok untuk mempromosikan usahanya. Mereka mencari kandidat pegawai yang memenuhi kriteria tertentu. Tapi bukan kemampuan dan kualitas kinerja mereka yang dicari, melainkan hanya cowok berwajah tampan, menarik, bertubuh atletis, dan rela bekerja tanpa mengenakan pakaian. Cuma itu saja. Alasannya sederhana, pihak salon menginginkan usahanya ramai dikunjungi pelanggan yang notabenenya adalah cewek semua. Dan benar, salon tersebut langsung naik daun dan menjadi perbincangan banyak orang di Vietnam.

Hal ini seolah mematahkan bahwa bukan hanya cewek yang bisa jadi objek dalam pemasaran. Cowok pun bisa!

Bisa semua. via pinterest.com

Ya, fenomena kapster-kapster ganteng nan seksi ini telah mematahkan stereotip bahwa nggak cuma cewek yang bisa menjadi objek marketing. Hal ini membuat masyarakat menerima fakta baru bahwa hanya fisik yang baguslah yang bisa menarik minat orang-orang untuk mendatangkan keuntungan, baik komersil maupun moril. Terlebih bagi mereka yang sudi mempertontonkan sisi seksualitas mereka di depan umum, dengan catatan, bahwa mereka memiliki fisik yang bagus.

Lalu pertanyaan yang berkembang selanjutnya adalah, bagimana dengan orang-orang yang nggak memiliki bentuk fisik yang bagus? Apakah mereka akan bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran? Atau mereka akan kesulitan dalam mencari pekerjaan? Kalau pun mereka memiliki fisik yang bagus, apakah selamanya harus rela menunjukkan sisi seksulitas mereka?

Sampai saat ini, memang fakta di lapangan menunjukkan bahwa seksualitas masih menjadi komoditas yang paling laris di masyarakat. Asal dia berani sedikit ‘menggoda’, jasanya akan selalu dipakai untuk urusan apapun. Nggak salah dong, kalau sekarang kita menyebut bahwa cowok dan cewek memiliki harga yang bersaing atas tubuh mereka?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya