Dalam sebuah tongkrongan, temanmu seorang cowok yang hendak berpindah posisi dari jongkok menjadi berdiri tiba-tiba oleng dan hampir jatuh. Lututnya kita sinyalir berada dalam posisi yang sempurna ketika bertumpu. Lalu, apa yang biasanya terlontar dari mulutmu untuk menanggapi kejadian tersebut?

Dengan iringan kata yang penuh canda dan tawa, kamu sangat mungkin berkata, “Kebanyakan coli (bahasa slang dari onani) sih. Jadi kopong gitu lutut lu.”

Kemudian kamu biasanya memberikan gerakan mengetok-ngetok lutut dari temanmu tersebut. Reaksi kita terhadap masalah tersebut sudah menjadi hal yang umum. Namun yang jadi pertanyaan, apakah benar ada relasi antara intensitas kegiatan onani seseorang dengan kondisi lutut kita? Hipwee Boys akan mencoba menjawabnya lewat jawaban ilmiah. Yuk, langsung disimak aja!

Kopong atau tidaknya dengkulmu tidak ada hubungannya dengan intensitas onani. Itu hanyalah mitos yang beredar di masyarakat 

Lutut nggak ada hubungannya sama onani via assets.entrepreneur.com

Mitos ini sudah pernah dijawab lewat penelitian ilmiah. Menurut dr. Lili Dwiyani dalam laman medis Alodokter.com, Anggapan bahwa masturbasi menyebabkan kebutaan, menimbulkan kegilaan, menjadi pemicu jerawat, tumbuhnya rambut pada telapak tangan, hingga lutut keropos tidaklah benar.

Advertisement

“Mengenai keluhan pada lutut, itu dapat disebabkan oleh cedera, pendarahan pada sendi, infeksi, ataupun penyakit tertentu, seperti penyakit asam urat, osteoartritis, tendonitis, dan sebagainya,” tulis dr. Lili.

Senada dengan dr. Lili, Tiara Rahmawati, anggota redaksi medis Klikdokter.com, memberikan jawaban serupa terkait pertanyaan yang kerap menghantui banyak cowok. Menurut Tiara, intensitas onani dan dengkul kopong adalah tidak benar. Dengkul kopong, kata Tiara, dalam dunia medis cenderung mengacu pada pengeroposan tulang. Tak ada sangkut pautnya dengan intensitas onani.

Setelah sudah terjawab, kamu juga perlu tahu kalau melemahnya sendi lutut justru karena asupan gizi makanan dan minuman yang kamu konsumsi

Lutut mana pun, jika diketok-ketok, pasti akan berbunyi. Nyaring atau tidaknya bukanlah gara-gara intensitas onani, tapi bisa jadi pengeroposan tulang. Tulang keropos biasanya terjadi secara alami pada usia tua karena menurunnya laju pembentukan tulang.

Berarti, kalau kamu masih muda dan jarang mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kalsium, bukan berarti kamu bisa santai-santai untuk menghadapi penyakit tulang seperti osteoporosis. Osteoporosis pun dapat diidap mereka yang masih muda. Penyakit ini merupakan sebuah keadaan di mana massa (berat) tulang merendah dan jaringan di dalam tulang terjadi kerusakan. Makin nyaring lutut diketok, makin besar pula kemungkinan tulangmu megnalami pengeroposan.

Konklusinya, tak ada hubungan sama sekali di antara dua hal tersebut. Tapi bukan berarti kamu bisa bebas beronani yak!

Dalam Majalah HAI, dr. Kemal Siregar mengatakan, dalam istilah medis, dengkul kopong disebut dengan nama osteoarthritis. Anomali tersebut identik dengan penyakit rematik, pengapuran serta nyeri dan kaku pada sendi. Namun, sekali lagi, tak ada relasi antara masturbasi dengan kopongnya dengkul.

Memang sih sensasi yang dihasilkan pasca klimaks saat kegiatan masturbasi dapat membuat lutut lemas, tapi bukan berarti masturbasi bisa bikin lutut kopong. Jadi, sudah cukup jelas, ‘kan? Bukan masturbasi yang bikin dengkulmu kopong, tapi penyakit-penyakit tulang yang diakibatkan kurangnya konsumsi makanan dan minuman sehat yang dapat menjadi asupan gizi tinggi bagi tulang.

Namun dengan adanya penjelasan ini, bukan berarti kamu bisa lebih bebas dalam beronani. Terlalu sering pun tak baik untuk kesehatan. Bijaksanalah dalam mengatur intensitas onani yak!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya