Yang namanya putus memang enggak pernah mudah. Biar bagaimanapun, kamu sudah menghabiskan waktu yang lama dengan sang mantan—mulai dari hitungan bulanan, bahkan sampai tahunan. Karenanya, memikirkan kehidupan selanjutnya tanpa si dia terasa begitu menyeramkan.

Banyak yang menyarankan kita untuk tetap berhubungan baik, bahkan berteman, dengan mantan. Akan tetapi, mengingat perasaan yang pernah tumbuh di antara kalian bedua, hal saran itu enggak segampang yang terdengar.

Kalau kamu sudah bertekad bulat untuk ingin terus berteman dengan si mantan usai putus, ada beberapa hal yang wajib kamu pertimbangkan, lho. Berikut ini beberapa saran yang bisa bermanfaat buat kamu.

Setelah menjalani masa pacaran lalu putus, apa kamu yakin kalau kamu sudah move on dari si mantan? Yakin sudah enggak kebayang-bayang lagi sama dia setiap menit?

Yakin udah move on? via static.eharmony.com

Advertisement

Pasca putus, yang namanya memutus kontak adalah hal yang lumrah. Anggap saja ini kayak detoks untuk membersihkan pikiranmu dari perasaan yang berkecamuk tiap kali mengingat kenangan bersama si mantan. Kalau mau memang mau berteman sama si dia, kamu harus pastikan pikiran dan hati kamu sudah benar-benar bersih, jadi kamu enggak bakalan nangis-nangis tiap mengingat si dia. Baru kalau kamu yakin hati dan pikiranmu sudah steril, coba hubungi kembali si dia untuk memulai lembaran baru sebagai teman.

Berteman dengan mantan memang ide yang baik. Tapi, enggak selamanya begitu, lho. Apalagi kalau hubungan asmara kalian dulu bukan hubungan yang sehat.

Kelakuan mantan begini? Nggak usah temenan, deh. via images.parents.mdpcdn.com

Pasangan kekasih yang terlibat dalam hubungan asmara yang enggk “sehat” bukan fiktif belaka, lho. Hal ini memang nyata dan bisa terjadi pada siapapun, bahkan mungkin kamu. Evaluasi dulu seberapa “sehat” kah hubunganmu dengan si mantan dulu. Kalau dia tipe cewek yang selalu berpikiran negatif, inginnya mengontrol kamu, enggak memberi kamu kebebasan, dan bahkan melakukan kekerasan baik secara fisik maupun verbal, tentunya kamu enggak perlu sampai kepikiran untuk berteman sama dia, kan? Lain cerita kalau mantanmu memang lucu dan menyenangkan, atau merupakan sosok yang selalu bisa memberikan saran yang membangun saat kamu dalam kesulitan.

Mengingat hal-hal positif tentang masa lalu kalian selalu gampang. Akan tetapi, jangan sampai kamu melupakan hal negatifnya juga.

Orang biasanya gampang berharap akan sisi baik dari pasangan, dan hal itu sering kali jadi alasan seseorang bertahan dalam sebuah hubungan walaupun hubungan tersebut nyatanya menyakitkan. Kalau diingat-ingat, mungkin memang mantanmu baik dan perhatian, dan kalian berdua berbagi memori yang indah bersama. Akan tetapi, coba pertimbangkan lagi. Ingat-ingat juga apakah ada sisi dari si mantan yang kamu enggak suka atau bahkan benci. Jangan jadikan rasa sepi alasan buat kamu berharap kalau si mantan mungkin sudah berubah. Kalau ini jadi alasan kamu ingin berteman dengan mantan, langsung buang niat itu jauh-jauh, deh!

Pertimbangan yang paling penting: Yakin kamu cuman mau temenan? Enggak ada niatan lain?

Cuman mau temenan, kan? Bukan balikan? via i.huffpost.com

Ini adalah pertimbangan yang bisa dibilang paling krusial, karena kamu bisa jadi enggak bisa menduga apa yang alam bawah sadarmu akan lakukan. Karenanya, kamu harus benar-benar memantabkan niat dan yakin sepenuhnya soal niat aslimu untuk tetap berteman dengan sang mantan. Jangan-jangan, kamu diam-diam pengen balikan, ya? Kalau iya, lebih baik kalian tetap berhubungan seperti layaknya mantan karena putusnya hubungan kalian memang terjadi karena sebuah alasan.

Atau jangan-jangan, kamu ada niat buat menunjukkan ke mantan kalau kamu sebenarnya lebih bahagia setelah putus? Niat begini juga bukan alasan yang sehat kalau kamu pengen menjaga hubungan baik dengan mantan.

Dari saran-saran tersebut, memang bukan jaminan kalau semuanya bakalan mempan buat kamu. Pada akhirnya, ada berbagai variabel yang memengaruhi seberapa berhasilnya saran-saran ini untuk membantu kamu mulai membangun hubungan pertemanan dengan sang mantan.

Pada dasarnya, kamu bisa pakai pertimbangan umum yang tentunya kamu pakai kalau kamu memilih teman: Jika sang mantan memang memberi pengaruh baik pada dirimu, dan kamu sepenuhnya yakin kamu bisa mempertahankan keberadaannya di sekitarmu tanpa harus terlibat hubungan romantis, maka jadikan dia temanmu. Good luck!