“Rul, aku ntar keluar sama si Bima ya?”
“Hah? Bima? Jangan lah!”
“Lah? Kenapa emang?”
“Aku gak suka sama Bima! Orangnya songong”
“Yaah… Tapi kan mau ngobrolin bisnis”
“Bodo!”

Kamu punya pacar yang galak yang sering banget melarangmu untuk bergaul dengan temanmu. Atau punya pacar yang sering banget ikut campur dengan urusan pribadimu? Dia bertingkah layaknya Tuhan yang selalu memerintahmu untuk menuruti semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Kamu yang bingung akhirnya terjebak dalam dilema. Kalau kamu menurutinya, dia bakal terus semena-mena, tapi kalau kamu menolak perintahnya, dia bakal marah dan ngamuk gak karuan.

Sejatinya, kamu sebagai cowok harus tegas! Nurut memang boleh, tapi jangan terlalu nurut juga. Kamu itu cowok. Tunjukkan jiwa kepemimpinanmu dong~

Ingat, pacarmu itu bukan Tuhan yang selalu benar. Tak ada kewajiban bagimu untuk selalu menurutinya!

Marah ya biar aja. Dia bukan Tuhan, kan… via www.techinsider.io

Kalau yang ini sih seharusnya kamu sadar, pacarmu dan Tuhan itu bedanya terlalu besar. Tuhan adalah sosok yang selalu kamu puja, pemberi kehidupan dan segala hal yang ada pada dirimu. Jadi layak, pantas dan bahkan wajib kamu menuruti segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Sementara pacarmu? Dia siapa? Apakah kalau dia marah lantas hidupmu akan terhenti? Apakah kalau dia bahagia, lantas segala urusanmu bakal dilancarkan olehnya? Belum tentu! Jadi buat apa kamu bersusah-susah menuruti segala keinginan dan menjauhi larangannya?

Kamu adalah calon pemimpin. Kalau kamu tak bisa mimpin dia, jangan salahkan calonmu saat nanti dia jadi ragu sama kamu

Advertisement

Orang-orang bakal mandang kamu gak berwibawa via wesharepics.info

Kamu itu cowok! Kamu punya kewajiban untuk menjadi imam yang baik dalam kehidupan rumah tanggamu nanti. Kamu yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarga yang kamu pimpin. Kamu pula yang nantinya akan dijadikan pelindung bagi keluargamu. Kalau selama pacaran saja kamu tak menunjukkan sifat yang layak sebagai pemimpin, ya jangan salahkan orang lain saat mereka meragukan kapasitasmu sebagai calon pemimpin keluarga. Gak cuman cewekmu sekarang yang bakal ragu, teman-temannya hingga keluarga calon pasanganmu nantinya juga pasti bakal ragu kalau selama ini kamu nurut-nurut aja sama pacarmu.

Kalau sekarang saja dia banyak menuntut untuk selalu dituruti, gimana nanti kalau sudah sah jadi istri?

Kalo udah jadi isitri bisa makin susah kamu~ via www.huffingtonpost.com

Cobalah lebih realistis. Kalau sekarang saja cewekmu berani melarang dan sering menuntut, lantas bagaimana nanti saat dia sudah jadi istri yang sah? Saat sudah jadi istri yang sah, cewekmu bakal menuntut yang lebih lagi. Sekarang dia punya dalih dan landasan yang lebih kuat agar tuntutannya dikabulkan. Kamu sendiri kan yang rugi pada akhirnya. Hubungan yang baik adalah hubungan yang berdasar pada rasa saling paham dan rasa saling percaya antar pasangan. Kalau pasanganmu selalu menuntut dan kamu juga selalu nurut, mana bisa disebut hubungan yang sehat kalau begitu?

Ini hanya sebatas pacaran, dia belum tentu jadi istrimu yang sah. Menurutinya secara berlebihan hanya akan membuatmu rugi saja!

Susah kan… via www.huffingtonpost.ca

Tolong jangan menipu dirimu sendiri dengan berkata bahwa yang kamu lakukan (menurut pada cewekmu) itu berdasar pada niatmu berlajar memahami dengan menjadi calon suami yang baik. Tidak! Kamu belum menikah dengannya. Dia belum jadi istrimu yang sah dan kamu tidak punya tanggungan apapun terhadap dia. Masing-masing dari kalian tak punya hak untuk saling menuntut. Kalau kamu tetap memaksakan diri untuk menurutinya dengan dasar kamu cinta padanya, kamu sendiri yang akhirnya akan rugi. Masa depan orang siapa yang tau. Belum tentu juga kamu berjodoh dengan cewekmu sekarang!


Sebagai penutup, kamu harus mencoba untuk berani menolak permintaannya yang kamu anggap tak masuk akal. Lihatlah respon yang dia berikan. Kalau dia marah-marah gak jelas, itu tandanya kamu patut untuk mempertimbangkan kembali hubunganmu. Kamu mau seumur hidupmu diatur olehnya?