Yang namanya terlibat dalam sebuah hubungan, saling memahami adalah sebuah keharusan karena perbedaan nggak pernah bisa dihindari. Terlepas dari seberapa kuat rasa sayang yang tumbuh di antara kamu dan si pacar, perbedaan selalu bisa jadi potensi terjadinya perselisihan. Dengan memahami satu sama lain, kalian bisa mengurangi kemungkinan terjadinya perdebatan di antara kalian berdua, bahkan dalam hal-hal sepele sekalipun.

Akan tetapi, nggak jarang cowok sering terlibat dalam keruwetan seorang perempuan yang bisa bikin dia bingung. Karena bingung, si cowok sering dianggap enggak perhatian lah, enggak peduli lah, dan sebagainya. Terus, kalian berantem deh.

Cewek ribet itu memang sudah biasa. Sebagai cowok, sebaiknya kamu enggak usah ikutan ribet. Salah-salah, nanti malah makin ruwet!

Waduh. Sekarang kenapa lagi coba? via cache.understandingrelationships.com

Cewek dengan segala keribetannya memang seringnya menghadirkan misteri untuk para cowok, nggak peduli seberapa cuek seorang cewek tersebut. Guys, kalian ngerasa capek bersusah-payah mencoba memahami si pacar? Mungkin, sudah saatnya kamu mencoba mengurangi tingkat upayamu.

Alasannya sederhana, sih. Kalau kalian berdua sama-sama ribet, apa enggak makin bermasalah, tuh? Sebagai makhluk yang dikenal mengutamakan perasaan—walaupun enggak selamanya benar, lho—cewek memang punya kebiasaan atau perilaku yang sering para cowok pikir enggak masuk akal. Contohnya, cewek dengan segala ke-terserah-annya, yang saking seringnya terjadi sampai bisa jadi bahan joke yang enggak habis-habis.

Advertisement

Kalau segala usahamu buat memahami makna di balik ‘terserah’ yang keluar dari mulut si pacar enggak kunjung membuahkan hasil, mungkin kamu memang perlu mengurangi upayamu. Mulai dengan menerima fakta tersebut dulu.

Menerima keribetan seorang cewek bukan berarti kamu menerimanya mentah-mentah atau harus menyerah

Jangan malah ikutan ngomong ‘terserah’… via i.huffpost.com

Sudah berapa lama kamu menjalin hubungan dengan si pacar? Bulanan? Tahunan? Tentunya, selama hubungan kalian, kamu tentunya belajar kebiasaan si pacar, plus sisi positif dan negatifnya, kan?

Pakai segala yang sudah kamu pelajari itu sebagai bahan untuk memahami dan menghadapi keribetan pacarmu. Misalnya, ketika si dia rewel ngajak makan tapi jawaban ‘terserah’ selalu keluar dari mulutnya tiap kamu menawarkan opsi tempat buat makan, kamu bisa putar otak dan mengubah pertanyaanmu dari “Mau makan di mana? Gimana kalau di restoran A?” menjadi “Aku pengen seafood, nih. Di rumah makan B seafood-nya enak, lho!”

Don’t lose your cool, guys; jangan malah jadi emosik, ya.

Mayoritas cewek tumbuh dengan mindset kalau mereka adalah makhluk yang kodratnya dipuja dan dikejar. Tapi, bukan berarti harus nyusahin

Ngobrol baik-baik, nggak usah emosik via cakeplatediaries.com

Mungkin, kamu mau sedikit menyalahkan orang-orang yang mendoktrin bahwa kodrat wanita adalah makhluk yang dipuja dan dikejar-kejar para pria. Nggak jarang mindset ini yang bikin banyak cewek yakin kalau seberapa ribetnya mereka, mereka akan tetap disayang.

Tapi, daripada nyalahin doang, coba kamu kasih solusi, deh. Kamu dan pacarmu sama-sama sudah dewasa, sudah bisa berpikir rasional dan matang. Ajak si pacar ngobrol baik-baik dan minta dia untuk coba mengurangi kebiasaan jeleknya itu. Kamu juga perlu jelaskan ke pacarmu kalau kamu selalu berusaha untuk mengerti maunya dia, dan bahwa kamu sayang banget sama dia. Dan justru karena rasa sayangmu itulah kamu pengen si pacar berubah jadi lebih baik.

Kuncinya: ngomong baik-baik. Jangan ikutan ribet. Jangan jadi emosi.

Masih enggak paham juga? Tenang. Kamu enggak sendirian, kok. Bahkan cewek pun enggak bisa memahami cewek lain.

Hubungan antarcewek pun nggak kalah dramak via ieatbitchesforbreakfast.com

Nggak percaya?

Kalau para cewek dengan mudahnya memahami cewek lain, enggak bakalan ada cerita seorang cewek bisa berantem sama sahabatnya karena beda pendapat. Bahkan, pacarmu juga bisa dianggap ribet dan ruwet di mata cewek lain. Kalau begini, gimana cowok mau memahami seorang cewek dengan cara yang lebih mudah?

Dan percaya enggak percaya, ada rasa kompetitif yang tinggi di antara para cewek, lho, enggak peduli mau seakrab apa segerombolan cewek di matamu. Meskipun mereka saling memanggil satu sama lain dengan panggilan ‘say’ atau ‘beb’, plus menunjukkan bahasa tubuh seolah merak super akrab, cewek cenderung ingin nampak lebih menonjul dari cewek lain. Makanya, enggak heran kalau hubungan antarcewek bisa drama banget.

Kata sebuah lagu, katanya “karena wanita ingin dimengerti.” Tapi, mengerti dan memahami bukan berarti membiarkan, kan? Kalau kamu tahan dengan keribetan cewekmu, selamat. Kalau enggak, mungkin memang si pacar enggak minta kamu untuk susah payah memahaminya.