Cowok gendut penisnya kecil.

Argumen yang mengatakan bahwa penisnya seorang cowok yang gemuk itu kecil sudah menjadi semacam rahasia umum di masyarakat. Nggak sedikit dari kita yang menyebut penis orang gemuk dengan titit (mengacu pada sebutan penis untuk anak kecil). Argumen tersebut seakan ditambah kuat dengan munculnya video viral wakil rakyat, Yahya Zaeni, dan pedangdut, Maria Eva, beberapa tahun silam. Pasti masih pada inget, ‘kan?!

Apakah Indonesia saja yang punya cerita tersebut? Ternyata nggak. Kebanyakan masyarakat luar pun mempunyai stigma tersebut pada cowok yang gemuk. Entah dari kapan, pokoknya mereka akan menilai seorang cowok yang berbadan gemuk pasti punya penis kecil. Akan tetapi, apa iya semua cowok gemuk begitu? Mitos atau fakta sih? Yuk simak para pendapat pakar di bawah ini!

Nggak semua cowok berbadan gemuk punya penis kecil, hanya saja

Diet, makanya. Biar nampak via vignette2.wikia.nocookie.net

Benar, menurut beberapa riset, penis kecil nggak selalu dimiliki cowok gemuk. Sebenarnya berat badan nggak akan mengubah ukuran penis. Mereka yang kurus pun nggak selalu punya penis berukuran besar. Namun yang membedakan mereka adalah jumlah lemak yang berada di area kemaluan.

Advertisement

Ira Sharlip, MD, seorang profesor sekaligus urolog di University of California, memberikan jawaban atas stigma tersebut. Ketika seorang cowok berat badannya lebih dari kata normal, dia bisa mengumpulkan lemak di area kemaluannya. Makin berat tubuh seorang cowok, maka makin banyak pula kumpulan lemak tersebut. Hal itulah yang membuat penis tampak lebih kecil.

“Sebuah kantung lemak di atas kemaluan yang besar membuat poros penis jadi tampak lebih pendek,” kata Sharlip.

Seorang dokter di rumah sakit Mount Sinai New York sering menemui konsultasi dari cowok-cowok gemuk

Olahraga makanya, mas via media.gettyimages.com

Ronald Tamler, MD, PhD, yang juga seorang direktur kesehatan masalah laki-laki, pun memiliki pandangan yang sama atas stigma tersebut. Ia mengatakan sering menerima keluhan tentang penis kecil dari cowok-cowok gemuk dan cenderung obesitas.

“Dalam beberapa kasus, banyaknya lemak di bawah perut bahkan bisa sampai mengubur penis,” kata Tamler.

Tamler punya kalimat andalan ketika menemui cowok dengan penis yang tenggelam akibat banyaknya lemak. Ia berkata, “Salah satu cara saya memotivasi pasien kelebihan berat badan adalah dengan mengatakan kepada mereka bahwa penisnya bisa kembali muncul satu inci kalau mereka menurunkan berat badan.

Setiap cowok yang berat badannya kelebihan 22,5 kg, penisnya bisa makin tenggelam satu inci

Makin lebih dari BMI, makin tenggelem itu penis via media.gettyimages.com

Secara fisik, ukuran penis nggak ada yang bisa berubah jadi lebih pendek, tapi berubah secara fungsi. Cowok yang lebih gemuk tentu bakal mendapatkan kesulitan ketika melancarkan penisnya untuk penetrasi ke vagina pasangannya. Pasti akan terganjal gumpalan lemak yang berada di atas area genital.

“Setiap cowok yang berat badannya naik sekitar 22,5 kg, cowok tersebut akan menenggelamkan penisnya sendiri sedalam satu inci,” ujar urolog dari California, Dr. Edward Karpman.

Kemudian, apakah setelah cowok kehilangan berat badan, penisnya bisa kembali besar?

Sudah anugerahnya masing-masing via www.deviantworld.com

Kalau dipikir secara logika berdasarkan argument Dr. Karpman, maka penis cowok gemuk bisa terlihat lebih besar setelah dia mengalami kehilangan berat badan karena diet sehat. Bukan ukuran penisnya tambah panjang. Ukurannya tetap, tapi gumpalan lemak di area genital yang hilanglah yang bisa membuat penis bisa menjadi lebih tampak dari sebelumnya.

Orang yang gemuk yang kini menjadi kurus bisa mengalami perubahan secara fungsi. Cowok yang tadinya gemuk bisa lebih dalam dalam melakukan penetrasi seksual terhadap pasangannya.

Jadi, apa semua cowok gemuk punya penis yang kecil? Ya, tergantung anugerahnya masing-masing. Soal berat badan mah cuma sebatas mempengaruhi penampakan penis akibat jumlah lemak di sekitar area genital.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!