Menjalin hubungan dengan orang lain tentu sangat menyenangkan, terlebih ada cinta dan kasih sayang di antara kalian. Hingga akhirnya menuju ke jenjang yang lebih serius; pernikahan. Ya, itu adalah sebuah cita-cita dan harapan yang sudah pasti semua orang dambakan. Sementara buat kamu yang masih jomblo, mungkin saja kamu pernah merasa iri atau dengki ketika melihat mereka yang sudah berhasil menjalin hubungan yang sedemikian rupa.

Tapi ternyata, nggak semua orang yang jomblo akan merasakan iri dan dengki yang sama. Ada juga dari mereka yang biasa aja melihat orang lain berhasil menjalani hubungan seperti itu. Nah, biar kamu nggak salah arah, cobalah untuk mengenali dirimu sendiri. Apakah kamu seorang aseksual? Apa itu aseksual? Biar nggak makin pusing, coba simak ulasan berikut ini.

Apa sih aseksual? Apakah ini berarti orang yang mengidap kelainan ini tidak punya alat kelamin?

Ketertarikan akan fisik dan rasa sayang biasanya menjadi alasan kuat seseorang untuk melakukan aktivitas seksual. Tapi ternyata ada sebuah kelainan akan ketertarikan seseorang yang mau diapain juga nggak bakal mau melakukan hubungan intim. Mereka menjalin hubungan dengan seseorang, tapi jauh dari perasaan atau hasrat untuk berhubungan badan. Kelainan ini disebut aseksual, keadaan di mana seseorang nggak tertarik sama sekali dengan sesama atau lawan jenis untuk masalah seksualitas. Sebagai catatan, kelainan aseksual ini berbeda loh dengan reproduksi aseksual pada makhluk bersel tunggal (bakteri, protista, archaea, hingga jenis jamur).

Karena mereka aseksual, bukan berarti mereka nggak butuh hubungan asmara. Mereka cuma nggak tertarik dengan kegiatan seksual

Cuma kebutuhan emosional. via www.hercampus.com

Advertisement

Berbeda dengan biseksual yang menyukai sesama dan lawan jenis, aseksual nggak keduanya. Tapi jangan salah, pengidap aseksual ini juga membutuhkan pengalaman romansa. Mereka hanya nggak tertarik dengan seksualitas, tapi mereka juga membutuhkan sebuah hubungan. Hubungan di sini bukan merupakan hubungan seksual, ya. Cuma sekadar hubungan biasa, nggak lebih. Satu yang perlu kamu tahu, aseksual juga tetap punya perasaan.

Lebih jelasnya, Mark Carrigan seorang sosiolog dari University of Warwick mengatakan bahwa seorang aseksual juga memiliki kebutuhan emosional. Bedanya dengan seorang seksual adalah pada hasrat seksualnya aja.

Romantik aseksual tidak punya ketertarikan romantis, sehingga mereka tidak suka disentuh dan segala bentuk keintiman fisik lainnya.

Kebutuhan ini hanya secara emosional. Mereka butuh pasangan hanya sekadar untuk saling berbagi perasaan, bukan secara seksual.

Mereka yang mengalami aseksual ini biasanya juga tetap melakukan masturbasi. Cuma orientasi mereka bukan untuk kepuasan seperti kebanyakan orang

Masih butuh masturbasi kok. via perfectfitbrand.com

Bagi kaum aseksual, masturbasi bukanlah sebuah ritual pelepasan hasrat seksual yang terpendam. Masturbasi hanyalah sebuah mekanisme biologis biasa, yang setiap orang perlu untuk melakukannya. Sebab mereka menilai, masturbasi nggak ada hubungannya dengan ketertarikan seksual. Ya, semua orang bisa melakukan masturbasi tanpa mengaitkannya dengan ketertarikan dengan lawan atau sesama jenis, bukan?

Terapi menjadi satu-satunya jalan untuk bisa kembali seperti semula. Kecuali buat kelainan aseksual yang disebabkan faktor genetik

Pengen berhubungan seks… 🙁 via huffingtonpost.co.uk

Kita emang nggak pernah tahu, apa yang akan terjadi di kemudian hari. Begitu pula dengan pengidap aseksual ini. Kita nggak pernah tahu, bagaimana masa lalu orang tersebut sebelum mengidap kelainan ini. Dan juga kita nggak pernah tahu, apa yang akan terjadi di masa depan. Mereka bisa melepaskan kelainan ini dengan cara terapi, tapi hal ini cukup sulit untuk dilakukan. Sebab ini juga menyangkut masalah traumatis yang pernah mereka alami di masa lalu. Selain itu, lingkungan dan genetik menjadi faktor utama untuk orang yang mengalami kelainan aseksual.

Justru beberapa orang yang mengalami kelainan ini merasa beruntung. Banyak waktu yang bisa mereka lakukan untuk hal-hal positif lainnya

Bisa melakukan banyak hal yang jauh lebih penting daripada pacaran. :p via lifehack.org

Di setiap persoalan, pasti adalah hikmah yang bisa kamu dapatkan. Mungkin ada pula hal positif yang bisa dipetik dari kelainan aseksual ini. Beberapa orang aseksual mengaku mereka merasa lebih beruntung karena nggak perlu mengurusi masalah seksualitasnya. Mereka bisa lebih fokus untuk mengerjakan banyak hal di luar hubungan seksualitasnya.

Jadi, kamu sudah bisa bedain antara kamu yang jomblo karena takdir dengan kamu yang jomblo karena nggak punya ketertarikan dengan orang lain? Paling nggak, ulasan ini bisa memberimu pengetahuan baru dong, ya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya