Ketika mengunjungi museum atau monumen di beberapa negara Eropa, nggak sedikit orang yang menemukan patung klasik cowok telanjang. Perawakan dari patung-patung tersebut biasanya tinggi dan besar dengan otot-otot sempurna.

Namun, pada titik tertentu, mereka yang menyaksikan patung-patung tersebut kerap kebingungan dengan adanya kejanggalan. Badannya tinggi, besar, berotot, dan memiliki gen seperti normalnya orang Eropa, tapi penisnya kecil-kecil. Pertanyaan pun muncul ke permukaan, Kok gitu? . Ternyata ada beberapa alasan kenapa patung-patung itu dibuat sedemikian rupa. Kali ini Hipwee mencoba mengungkapkan alasan-asalan tersebut. Simak yuk!

Pertanyaan muncul karena adanya ketidakpuasan. Tokoh penting, bahkan beberapa dari mereka adalah dewa, tapi penisnya kecil

Hercules muda dengan penis kecilnya via scontent-hkg3-1.cdninstagram.com

Kebanyakan orang-orang jadi kecewa setelah melihat patung tersebut kemudian membandingkan kepunyaan mereka dengan kepunyaan patung tersebut. Orang bertanya-tanya, Mereka ini kan pahlawan (bahkan beberapa dari mereka adalah dewa), tapi kok penisnya berukuran mikro?

Advertisement

Apakah orang-orang Yunani berusaha memberitahu memberi tahu kita sebuah pesan moral ‘di balik kelebihan seseorang, dia pasti memiliki kekurangan’?

Atau mungkin orang-orang dengan bentuk tubuh sempurna seperti itu pasti memiliki kekurangan daging di balik celana mereka?

Dan ternyata nggak satu pun dari hipotesis tersebut benar. Lalu apa yang membuat patung-patung tersebut memiliki mikro penis?

Seorang sejarawan mengatakan penis kecil itu identik dengan cowok intelek, nggak nafsuan dan berwibawa

Zeus, ayah dari Hercules via cosmouk.cdnds.net

Seorang sejarawan akhirnya menjawab pertanyaan banyak orang soal masalah ukuran penis dari pahlawan-pahlawan kuno peradaban sebagian besar rakyat Eropa. Orangnya adalah Ellen Oredsson. Dia mengatakan bahwa masyarakat Yunani kuno memiliki stigma positif tentang penis kecil.

Kalau sekarang orang-orang mengatakan penis kecil merupakan aib, maka dahulu kala, kata Oredsson, masyarakat Yunani kuno percaya cowok yang berpenis kecil itu orang intelektual, nggak nafsuan dan bermoral. Mereka percaya kalau pahlawan, raja atau dewa lebih cenderung hidup lebih menggunakan otaknya.

“Banyak bukti menunjukkan bahwa penis kecil dianggap lebih baik daripada yang besar,” ujar Oredsson.

“Orang Yunani yang ideal (pada masa itu) adalah rasional, intelektual dan berwibawa,” jelas Oredsson. “Ia mungkin masih suka melakukan seks, tapi ini nggak berhubungan dengan ukuran penisnya. Penis kecilnya memungkinkan dia untuk tetap logis.” Disini berarti penis merupakan perwakilan dari nafsu. Semakin kecil bentuk penis pada patung, semakin kecil pula nafsu seksual dari tokoh yang digambarkan dengan patung ters

Berbeda dengan cowok-cowok yang berpenis besar. Yunani kuno percaya penis besar identik dengan cowok yang bodoh, nggak bermoral dan buruk.

Satyr, dewa yang identik dengan keburukan di kepercayaan Yunani kuno via pbs.twimg.com

Jauh beda dengan stigma yang tertanam pada masyarakat Yunani kuno tentang penis dengan ukurang besar. Mereka percaya penis besar identik dengan keburukan. Identik dengan seorang cowok yang bodoh, nggak bermoral dan jelek.

Sejarawan, seperti Kenneth Dover dalam bukunya berjudul Greek Homosexuality, menyebut penis kecil itu lebih dihargai dalam budaya, sedangkan penis besar dikaitkan dengan karakteristik orang yang bodoh, nafsuan dan buruk, kata Oredsson.

Jadi buat kamu yang punya penis kecil, jangan sedih dulu. Penis besar nggak berarti dia yang terbaik. Penismu yang berukuran kecil mungkin bisa membuatmu lebih bisa berpotensi, intelek dan berwibawa seperti pahlawan, raja dan dewa di peradaban Yunani kuno.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!