Dalam sebuah lingkungan sosial — entah itu keluargamu, temanmu, orang lain, atau mungkin cewekmu sendiri — kamu mungkin pernah menemukan seorang cewek yang memiliki rambut-rambut halus di tubuhnya. Perawakannya mungkin tak berbeda dengan cewek-cewek lainnya, tapi cewek tersebut memiliki keunikan lain, yaitu lengan, kaki, atau bagian atas bibir yang ditumbuhi rambut halus.

Pertanyaannya: Apa reaksimu? Apa yang akan kamu pikirkan ketika menemukan cewek tersebut? Pertama, sebagai cowok, kamu sangat mungkin tertarik pada cewek tersebut – karena rata-rata mereka yang berbulu lebat itu rupanya cantik. Tengok saja Iis Dahlia.

Kedua, kamu secara otomatis mempunyai penilaian kalau cewek tersebut nafsunya tinggi dalam urusan biologis. Benar begitu? Akui saja, stigma ‘nafsuan’ terhadap cewek berbulu lebat sudah terlanjur beredar di masyarakat, termasuk dalam pikiranmu. Namun kita sendiri kadang nggak tahu, apakah itu benar atau tidak? Kita juga kadang nggak bisa membedakan: apakah itu fakta atau hanyalah mitos belaka? Nah kalau begitu, yuk kita simak pembahasan yang sudah dibuat oleh Hipwee Boys kali ini!

Cewek yang berbulu lebat memiliki hormon testosteron yang tinggi dibanding cewek-cewek pada umumnya

Testosteronnya bisa lebih tinggi via toptales.cc

“Cewek yang berbulu lebat punya kandungan hormon testosteron yang lebih banyak daripada estrogennya.”

Advertisement

Sebagai informasi, biar nggak gampang bilang ‘nafsuan’, kamu perlu tahu: cewek yang berbulu lebat punya kandungan hormon testosteron yang lebih banyak daripada estrogennya. Ini jelas berbeda dengan cewek pada umumnya. Dan salah satu efek dari dominannya hormon testosteron ini adalah bulu yang tumbuh lebat pada beberapa titik di tubuhnya.

Beberapa cewek dengan testosteron tinggi malah ada yang sampai diberkati atribut fisik kuat. Mereka bisa lebih berotot dari cewek biasanya. Nah asumsi cewek berbulu lebat mempunyai nafsu tinggi muncul diyakini karena kedekatan fakta tersebut. Banyak yang mengatakan seorang cewek punya nafsu tinggi karena memiliki tingkat testosteron yang tinggi. Kita tahu sendiri testosteron identik dengan hormonnya para cowok.

Padahal ada banyak faktor yang bisa bikin seseorang cewek dibilang ‘nafsuan’. Nggak hanya karena masalah hormon testosteronnya

Iis Dahlia juga nih via i2.wp.com

Menurut pakar kesehatan asal Universitas Diponegoro, dr. Martha Ardiaria, M.Si.Med, nafsu dalam urusan biologis disebut libido. Atau secara harfiah dapat didefinisikan sebagai gairah seksual. Gairah seksual sendiri merupakan dorongan seksual seseorang secara keseluruhan atau keinginan untuk melakukan aktivitas seksual.

Namun kita perlu tahu kalau libido itu nggak hanya ditentukan hormon testosteron saja. Selain faktor biologis, libido juga ditentukan oleh faktor psikologis dan sosial. Faktor sosial seperti masalah dalam dunia pekerjaan, persahabatan sampai masalah keluarga juga memiliki dampak terhadap libido seorang cewek. Nggak beda jauh dengan faktor psikologis. Tatkala seorang cewek mengalami stres, maka dengan otomatis libido pun terganggu.

Nggak ada hubungan langsung antara hormon testosteron seseorang dengan libidonya. Cowok jangan asal berasumsi!

Jangan asal njeplak! via images4.alphacoders.com

Seperti dijelaskan di atas, cewek yang berbulu lebat gara-gara kadar testosteron lebih tinggi dalam tubuhnya. Nggak salah memang kalau libido tinggi dikaitkan dengan kadar testosteron yang tinggi, tapi perlu diingat, hormon testosteron merupakan elemen biologis yang cuma bagian kecil dari faktor pendorong libido. Kalau faktor lain, nggak menunjang, ya, nggak bakal ada yang bisa bikin libido cewek tersebut tinggi.

Kamu juga jangan langsung nge-judge. Sebelum berasumsi, pertanyakan dulu apakah bulu tersebut muncul sedari dia kecil atau tumbuh pada masa pertumbuhannya menuju dewasa? Andai terjadi sejak kecil, bisa jadi itu karena faktor keturunan. Akan tetapi, kalau terjadi pada masa pertumbuhan menuju dewasa, bisa jadi terdapat ketidakseimbangan hormon.

Jadi jika kamu jeli, nggak ada hubungan antara lebat atau tidaknya rambut halus di sekujur tubuh seorang cewek dengan libido yang dimilikinya.

Nah, sebelum berasumsi yang nggak bener, yuk kita sama-sama belajar tentang seksualitas cowok dan cewek. Bukan ngajakin mesum, bukan itu. Hanya sebuah ajakan untuk lebih terbuka pada hal-hal yang menyangkut pendidikan seksual. Karena, di zaman yang sudah gila ini, pendidikan seksual bisa dibilang cukup penting. Biar orang nggak asal tuduh sana-sini tanpa tahu apa-apa.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!