Mungkin menjadi pukulan yang cukup sakit untuk para cowok di seluruh dunia pada awal tahun 2016 lalu. Sebab pada saat itu, majalah dewasa ternama Playboy telah banting stir menjadi majalah yang pengen lepas dari keseksian dan ketelanjangan para model cewek. Bahkan, kabarnya mereka membatalkan foto seksi Pamela Anderson untuk edisi Januari 2016 lalu sebagai sampulnya, dan menampilkan foto cewek berhijab pada edisi Oktober di tahun yang sama.

Meskipun bagi pembaca Hipwee yang baik-baik ini adalah sebuah berita yang menyediakan, namun tidak bisa dimungkiri bahwa akan ada banyak cowok di luar sana yang bahagia dengar berita ini. Dilansir dari laman media sosialnya, majalah Playboy akan kembali seperti sediakala, seperti yang kita kenal dulu! Dengan kembalinya Playboy pada jalur historisnya, kita yang bukan jadi penikmatnya berarti harus lebih ketat lagi dalam menjaga diri dari hal-hal yang dianggap buruk semacam ini. Bagaimana sih perjalanan Playboy dalam dua tahun terakhir? Yuk, simak langsung beritanya.

Maret tahun lalu, Playboy resmi menyatakan akan menghentikan foto cewek telanjang pada kontennya

Banyak yang kecewa dengan Tagouri. via www.instagram.com

Pada Oktober tahun 2015, Hugh Hefner menyatakan akan melakukan perubahan radikal pada majalahnya, sesuai dengan saran beberapa editor majalahnya. Yakni dengan menghilangkan foto cewek-cewek telanjang, dan memperbanyak konten feature, fiksi, dan seks sehat bagi cewek. Alhasil, mulai awal tahun 2016, majalah yang identik dengan kelinci itu benar-benar menghapus gambar-gambar cewek telanjang yang vulgar. Bahkan, pada Oktober di tahun yang sama, mereka menampilkan foto cewek berhijab yang berprofesi sebagai reporter sekaligus aktivis wanita, Noor Tagouri. Sayangnya, kebijakan majalah Playboy pada edisi Oktober 2016 lalu ini menuai cukup banyak kecaman dari netizen. Keadaan yang sulit untuk majalah Playboy. Mungkin berangkat dari sini pulalah, anak dari Hugh Hefner, Cooper Hefner, pengen mengembalikan wajah lama Playboy yang telah berjalan selama enam dekade.

(Akhirnya) Playboy kembali menampilkan foto cewek-cewek seksi. Mereka mengusung kampanye dengan menuliskan #NakedIsNormal

Ini siapa? via twitter.com

Advertisement

Today we are taking our identity back and reclaiming who we are. Cooper Hefner

Pada Senin (13/2) lalu, Playboy mengumumkan kehadirannya kembali bersama dengan identitas asli mereka. Dengan tagar #NakedIsNormal, majalah yang lahir pada 1 Oktober 1953 itu kembali pada jati dirinya yang sudah setahun ‘menghilang’. Cooper Hefner selaku kepala kreatif majalah atas kembalinya Playboy dengan headline seperti itu, mengatakan bahwa nggak ada yang salah dengan ketelanjangan. “Ketelanjangan tidak pernah menjadi masalah, karena ketelanjangan bukan masalah.”

Menanggapi hal itu, seorang professor jurnalisme dari University of Mississippi, Samir Husni, mengatakan bahwa Playboy harus menemukan cara baru untuk meningkatkan dan memuaskan para penggemarnya. “Ketelanjangan adalah brand (Playboy), sehingga jika suatu saat kamu menghapusnya, maka secara teknis itu membunuh citra brand,” katanya seperti dikutip dari BBC. Dengan kata lain, kalau nggak telanjang, itu bukan Playboy namanya. Ya, karena orang-orang tahunya Playboy itu sebagai majalah yang sarat akan pornografi.

Tujuan kembalinya Playboy pada identitasnya, Cooper mengaku pengen lebih dekat lagi dengan para konsumennya di zaman sekarang

Kembali ke masa kejayaan dulu. via www.instagram.com

Ide tanpa foto vulgar cewek-cewek seksi pada majalah Playboy tahun lalu merupakan gagasan dari mantan CEO Playboy Enterprise, Scott Flanders. Alasannya, karena saat ini industri pornografi telah memasuki ranah digital. Dikutip dari New York Times pada tahun 2015 lalu, Scott Flanders mengaku saat ini era erotisme pada percetakan sudah nggak efektif. “Kini orang cuma butuh sekali klik untuk menemukan segala sesuatu terkait dengan seks secara gratis. Itu hal biasa di zaman sekarang.” Maka dari itu, perubahan tahun lalu menjadi penyegaran dan peremajaan bagi cowok-cowok generasi millennial.

Tapi sayangnya, orang-orang seolah menjauh bahkan menghilang dari dunia Playboy. Penjualan majalah ini justru mengalami penurunan drastis, dari yang semula lebih dari 6 juta pelanggan, sampai tahun lalu hanya tembus di angka 800 ribu. Sebuah kerugian yang cukup besar untuk perusahaan lawas yang digandrungi hampir semua cowok di dunia ini. Alhasil, sebagai penerus ayahnya, Cooper mengembalikan identitas majalah Playboy ini dengan menghadirkan kembali ‘ciri khas’ mereka. Selain itu, Playboy saat ini tengah gencar mengembangkan strategi agar kontennya bisa berterima bagi para cowok generasi millennial yang erat dengan gadget dan internet.

Meski nggak mengatakan alasan pasti, netizen menilai karena Playboy mengalami kerugian besar akibat kebijakannya tahun lalu

Mau bangkrut! via etsy.com

Samir Husni yang dikenal sebagai Mr. Magazine juga mengatakan, kebijakan Playboy meniadakan foto cewek-cewek seksi itu adalah sebuah kesalahan. “Saya sudah bilang, ketika mereka menghilangkan gambar telanjang, itu akan menjadi kesalahan besar.” Selain itu, dia menambahkan, kebijakan Playboy tahun lalu membuat mereka seperti ‘mengasingkan diri’ dari para penggemarnya. Sebab pembaca sudah nggak lagi menemukan gambar-gambar seksi seperti biasanya, dan malah hanya bisa melihat konten-konten yang mereka anggap biasa saja.

Pengumuman pada 13 Februari kemarin menimbulkan wacana dari netizen. Bahwa Playboy takut gulung tikar, bahwa Playboy pengen kembali mencari pasar, dan sebagainya. Toh, memang benar, media cetak saat ini sudah kalah jauh dari media digital yang terus berkembang dengan pesat. Meski begitu, majalah yang dilarang di Indonesia ini seolah nggak kehilangan tajinya sebagai panutan bagi majalah-majalah pria dewasa di dunia. Masih banyak model-model dunia yang cantik nan seksi yang selalu berkenan membubuhkan foto dan tanda tangan mereka di majalah Playboy.

Nah, begitulah ceritanya. Jadi, kalau menurutmu, lebih baik majalah ini tanpa gambar bugil atau bagaimana? Komentar dong!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya