Dalam menjalani hubungan, setiap orang punya gayanya masing-masing. Ada yang lebih suka berhubungan dengan jarak jauh, ada pula yang nggak bisa hidup tanpa ketemu pasangannya setiap hari. Selain itu, ada juga, pasangan yang sering banget kita temui dalam kehidupan; orang yang sukanya putus-nyambung. Ah, paling biasa, alasan mereka adalah karena masih saling cinta. Ini alibi paling klise sih.

Kalau mau dikorek lebih dalam lagi, sebenarnya mereka punya alibi lain yang  cukup kuat untuk balikan, untuk putus, untuk balikan lagi. Begitu seterusnya, dengan alasan yang sama. Buat kamu yang suka putus-nyambung, mungkin kamu juga pernah menjadikan beberapa hal ini alasan, bukan? Apa saja sih kira-kira alasan mereka? Kali ini Hipwee Boys akan mencoba melakukan elaborasi tentang masalah ini. Yuk, langsung disimak aja!

Motif putus yang nggak masuk akal jadi alasan orang buat putus-nyambung. Ini maksudnya apa, ya?

Alasannya karena gila make up. via www.pexels.com

Selain karena masih cinta dan sayang, alasan ini juga sering banget digunakan bagi mereka yang suka putus-nyambung. Putus dengan alasan yang nggak masuk akal, ternyata bisa bikin orang balikan, dan putus lagi, dan nyambung lagi—begitu seterusnya. Mungkin maksudnya, salah satu dari masih penasaran dengan alasan putus yang nggak masuk akal itu kali, ya? Makanya mereka pengen balikan. Terus putus lagi. Eh, terus balikan lagi. Duh, rumit. Kalau memang alasannya adalah alasan yang tepat, pasti nggak akan deh balikan lagi.

Pengen memperbaiki hubungan dengan mantan pasangan. Seolah pengen menebus kesalahan yang telah lalu

Memperbaiki yang rusak. via www.pexels.com

Advertisement

Dalam menjalin hubungan, bukan nggak mungkin sepasang kekasih akan memiliki banyak masalah. Dari masalah-masalah ini pulalah akan mengakibatkan perpisahan yang nggak terelakkan. Tapi karena masih cinta, mereka sepakat untuk balikan. Alasannya sederhana, mereka pengen memperbaiki hubungan yang sempat gagal di tengah jalan. Seperti pengen menebus kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu.

Mereka atau salah satunya sadar bahwa pasangannya memiliki potensi yang baik. Entah di bidang karir atau apapun

Punya potensi baik. via www.pexels.com

Mungkin ini merupakan alasan paling munafik yang pernah ada dalam kehidupan dua pasang anak manusia dalam hubungan asmaranya. Salah satu dari mereka mungkin sadar bahwa pasangannya memiliki potensi yang bagus di masa depan. Entah di bidang karir atau apapun, yang jelas ini akan menjadi hal baik ketika mereka menikah nanti. Maka dari itu, alasan ini menjadi alibi paling cerdas bagi mereka yang menyadari akan potensi dari pasangannya.

Satu yang paling sulit adalah ketika mereka sudah akrab sama kedua orangtuanya. Masa mau memulai dari nol lagi dengan mengenal orang baru?

Udah akrab sama calon mertua. via amazonaws.com

Menjalin hubungan asmara yang sudah cukup lama dengan harapan yang tinggi, akan sulit bagi mereka untuk berpisah. Apalagi kalau mereka sudah saling mengenal orangtua masing-masing. Hal ini biasanya dialami oleh cewek. Mereka akan lebih memilih untuk balikan dengan cowoknya kalau sudah terlanjur akrab dengan kedua orangtua si cowok. Ya, susah sih harus memulai dari nol, mengenal orang baru lagi.

Hal yang paling berterima adalah saat mereka sudah nggak muda lagi. Usia menjadi alasan paling mendasar untuk balikan

Udah terlalu tua…. 🙁 via www.pexels.com

Alasan terakhir inilah yang biasanya dialami oleh cewek. Mengingat usia, mengingat pula pernikahan. Kalau sudah terlanjur menjalin hubungan dengan pasangan cukup lama, dan usia nggak lagi muda, balikan adalah satu-satunya jalan keluar yang paling nyata. Cewek pasti bakal berpikir berulang kali untuk memulai hubungan baru dengan orang baru. Wasting time.

Ya, seperti itulah kenyataannya. Orang yang sering putus-nyambung dalam hubungan, bukan berarti dia nggak bisa move on. Melainkan banyak alasan yang harus dipertimbangkan. Kalau kamu, bagaimana, Guys?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya