Sunat atau khitan bagi cowok-cowok Indonesia memang sudah nggak asing lagi. Seringnya sunat dilakukan untuk memenuhi perintah dalam agama Islam, atau juga sebagai tradisi suatu daerah. Nggak hanya itu, sunat juga bisa mencegah cowok terserang berbagai penyakit yang kemungkinan menyerang alat kelamin.

Memang sih beberapa cowok ogah-ogahan dan takut buat disunat. Selain karena sakit banget, beberapa cowok takut banget disuntik dan deg-degan setengah mati. Tapi tahukah boys, sebenarnya perkembangan teknologi sudah membantu kalian untuk nggak usah merasakan sunat sesakit yang dialami cowok zaman dulu? Cowok pasti bakalan ngilu negbayangin proses sunat berikut ini. Baca sampai habis deh!

Nggak pakai bius, semalam sebelum disunat si anak akan berendam di sungai yang dingin biar si ‘adek’ mati rasa

Rendeman terus aja bang, sampai kaku via kawe-flobamora.blogspot.co.id

Sebelum menggunakan obat bius, ada cara yang terbilang unik. Agar nggak terlalu sakit, malamnya mereka akan disuruh berendam di sungai yang sangat dingin sampai mati rasa. Nggak sesimpel disuntik obat bius yang prosenya hanya sekejap mata, berendam di sungai malam-malam sampai berjam-jam itu bisa dibilang perjuangan berat, lho. Lalu apakah benar-benar bisa membantu menghilangkan rasa sakit? Ternyata nggak juga seampuh obat bius, boys. Tapi namanya juga usaha, daripada nggak direndam sama sekali berkali lipat lagi sakitnya.

Sunat menggunakan sembilu, alat tradisional dari kulit bambu yang diasah sampai tajam

Asah terosss… via ariorganologi.blogspot.co.id

Advertisement

Membayangkan ‘adek’mu diiris pisau bedah saja ngilu, apalagi kalau pakai bambu? Di era 1980an, sunat menggunakan alat tradisional sembilu ini dinamakan sunat dorsumsisi. Proses biusnya juga dengan berendam air dingin, lalu si anak akan berbaring dan dipegangi erat-erat. Kulup pada penis kemudian ditarik dan ditandai untuk menunjukkan seberapa yang akan dipotong. Setelah itu kulup ditarik kembali ke depan hingga si anak berteriak, kemudian mulailah proses penyembelihan. Si anak kemudian akan menangis meronta-ronta karena kesakitan. Pada saat inilah orang-orang disekitarnya harus dipegangi erat-erat.

Selain sembilu, ada juga yang menggunakan batok kelapa kering sebagai ‘pisau’nya. Super ngilu lah!

Persiapan khitan massal via tokopedia.com

Sembilu nyatanya bukan satu-satunya alat yang digunakan buat memotong si ‘adek’. Ada juga yang menggunakan batok kelapa kering yang diasah juga hingga sangat tajam. Nggak kalah sakitnya deh pasti. Rata-rata prosesnya bahkan nggak juga nggak pakai bius-biusan. Hanya berendam air dingin biar kebal. Pemotongan dengan pisau batok ini biasanya didampingi alat lain berupa penjepit yang terbuat dari bambu, fungsinya buat menarik kulup.

Jangankan antiseptik, zaman dulu menggunakan getah kimpul buat mengobati luka sunat

Perihnya awet pakai ini via palawija-tanaman-pendukung.blogspot.co.id

Namanya juga sunat, selain sakit waktu dipotong, rasa sakit juga tertinggal saat proses penyembuhan luka. Ibarat makanan, ada aftertaste-nya. Kalau sekarang seringnya habis sunat dikasih antiseptik, antibiotik, pengurang rasa sakit, dan lain-lainnya. Dulu, jangankan obat merah boys, penyembuhan luka setelah sunat menggunakan getah kimpul atau getah talas belitung. Getah kimpul dipercaya bisa cepat menyembuhkan luka dan menghentikan pendarahan dengan cepat.

Sebagian masyarakat ambon dan nusa tenggara melakukan cebur laut setelah sunat. Unch, apa nggak perih?

Perih om! via www.deviantart.com

Tradisi ini terbilang sangat unik. Sebagian masyarakat Ambon dan Nusa Tenggara melakukan cebur laut sehabis sunat. Bukan sekedar main cebur, tapi kegiatan ini dilakukan sehari setelah sunat dan harus di laut yang bersih dari sampah. Tujuannya sederhana, biar lukanya cepat kering. Tapi kebayang nggak sih perihnya kaya apa berendam air asin dengan luka sunat yang belum kering-kering amat?

Setelah baca tulisan ini mungkin kamu mulai merasakan ngilu-ngilu perih dan bersyukur hidup di zaman penuh kemudahan seperti sekarang. Kamu bisa pilih bius bahkan bisa memilih ingin disunat dengan metode apa. Yang jelas lebih cepat dan lebih nggak sakit. Kalau kamu masih ogah-ogahan disunat, hmmm… jangan ngaku fearless lah!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya