Asumsi yang beredar di masyarakat tentang cowok yang lebih nafsuan dibanding cewek sudah bukan hal yang aneh lagi. Susah buat menghapusnya, sebab sudah terlalu klise. Tak ada ruang yang menjelaskan bahwa ternyata cewek juga bisa lebih nafsuan dibanding cowok.

Nah kali ini Hipwee Boys ingin menjawab pertanyaan: apakah iya cewek nggak lebih nafsuan ketimbang cowok? Semoga bisa jadi pertimbangan lagi buat siapa saja untuk mencopot stigma pada cowok soal nafsu.

Kita mulai dari beberapa fakta: mulai dari hormon, stigma negatif, sampai pola-pola sosial

Jadi gituuu

Jadi gituuu via www.rd.com

Dalam tubuhnya, cowok adalah makhluk yang memiliki lebih banyak hormon ‘testosteron’ ketimbang cewek. Hormon tersebut kemudian memberikannya atribut fisik yang kuat. Coba saja lihat otot-otot yang secara otomatis dimiliki banyak cowok. Otot-otot tersebut hasil dari hormon testosteron.

Para peneliti dan sejarawan menganggap, bentuk tubuh jadi salah satu penentu kenapa cowok-cowok lebih identik dengan pekerjaan-pekerjaan keras dari zaman ke zaman. Sejak zaman pra-sejarah, dengan bentuk tubuh seperti itu cowok sudah diperlukan untuk pekerjaan-pekerjaan keras, seperti berburu, melindungi keluarga dari berbagai serangan, bahkan sampai kegiatan cocok tanam, pada zaman pra-sejarah.

Advertisement

Hal-hal mendasar itu kemudian berubah menjadi sebuah efek kombinasi dan akhirnya membuat kaum cowok sebagai subyek dan diidentikan dengan kaum yang memiliki ekspresi lebih terbuka ketimbang kaum cewek. Masyarakat sendirilah yang membuat penilaian tersebut. Cowok lebih sering dijadikan subyek.

Contohhnya, ketika kita membicarakan tentang selingkuh, kalimat bernada ‘cowok menyelingkuhi ceweknya’ sudah biasa. Kemudian muncul kesepakatan bahwa selingkuh itu, ya, kentalnya dengan cowok. Padahal di sisi lain, banyak juga cewek yang menyelingkuhi cowoknya.

Butuh bukti lain? Ok, kita singgung soal mengembara cinta. Stigmanya pasti menempel untuk kaum cowok. Nggak heran, banyak sebutan negatif untuk menjuluki si cowok. Buaya darat, PHP, mata keranjang, playboy, Casanova, Don Juan, bahkan sampai Kolor Ijo, begitu sulit lepas dari kaum cowok.

Cowok mendekati cewek. Cowok yang memulai hubungan. Pola-pola sosial tersebut membuat cowok dianggap lebih diperbolehkan lebih terbuka ketimbang cewek –  yang sudah dianggap sebagai makhluk yang pemalu – dalam banyak area dan salah satunya keterbukaan masalah seksual. Jadi nggak heran ‘kan kenapa cowok lebih dianggap nafsuan ketimbang cewek dalam masalah biologis?

Pernah mendengar kisah Rabiah al-Adawiyah al-Bashriyah? Seorang sufi wanita mengaku nafsu cewek lebih besar daripada nafsu cowok, tapi…

Ohhh gitu

Ohhh gitu via www.rd.com

Cerita yang menghiasi seorang sufi asal Timur Tengah, tepatnya Iraq, tersebut jadi titik tolak tentang pengistilahan perbedaan nafsu cowok dan cewek. Cewek punya nafsu sebanyak sembilan dan akal hanya satu. Sedangkan sebaliknya, cowok mempunyai sembilan akal dan nafsu hanya satu.

Buat para cewek, jangan marah dulu. Akal yang kurang memang diidentikan dengan kebodohan, mudah dipengaruhi dan diperdaya. Di sisi lain, nafsu yang banyak ditafsirkan dengan libido yang besar, serakah, ketidakpuasan, banyak tuntutan dan keinginan. Namun yang dimaksud dalam istilah tersebut adalah otak seorang cewek selalu dipengaruhi oleh hati, sedangkan hati seorang cowok terpengaruh oleh otaknya.

Diceritakan, ketika Rabi’ah menunggu pria yang akan meminangnya, Rabi’ah selalu menanyakan pertanyaan kepada para ‘kandidat’.

“Berapa banyakkah nafsu lelaki dan berapa pula nafsu perempuan?” tanya Ra’biah.

Kemudian si kandidat menjawab, “Nafsu cowok hanya satu, sedangkan nafsu cewek sebanyak sembilan.”

“Jika benar demikian, kenapa kamu yang bernafsu satu nggak bisa menahannya, sedangkan aku yang mempunyai sembilan nafsu sanggup mengendalikannya?” sanggah Rabi’ah.

Sanggahan dari perempuan berjuluk Ibu Para Sufi tersebut memang terdengar cukup menghentak siapa pun. Secara tak langsung Rabi’ah mengatakan bahwa sembilan akal yang dimiliki cowok nggak punya guna kalau nggak bisa mengelola nafsunya yang cuma satu. Berbeda dengan satu cewek, satu akal yang dimilikinya sangat berharga sampai-sampai mampu mengendalikan nafsunya yang berjumlah sembilan.

Kisah tersebut sampai sekarang masih sangat bisa terasa. Cowok, kita kenal, berpikir menggunakan logikanya, dan di sisi lain, cewek dikenal lebih bisa menggunakan perasaannya.

Namun, coba sekarang belajar soal nafsu dari sudut yang lain di samping masalah biologis

Lebih nafsu di urusan lain

Lebih nafsu di urusan lain via www.rd.com

Ada hal yang perlu kita pahami tentang nafsu. Okelah, dalam urusan biologis, cowok lebih nafsuan dibanding cewek.  Sudah semacam jadi kesepakatan umum. Namun apa yang kita cermati adalah kata nafsu itu sendiri. Kata nafsu sudah terlalu kita pandang jelek. Padahal dalam KBBI, nafsu punya arti utama:  keinginan (kecenderungan, dorongan) hati yang kuat. Maka dari itu, baiknya sekarang kita lihat nafsu dari sudut lain.

Siapa yang kaum yang lebih identik dengan kegilaannya dalam urusan belanja? Siapa yang akan jadi lebih pemilih untuk urusan bagaimana bentuk dan interior rumah? Siapa kaum yang lebih bernafsu untuk mempersolek diri? Kamu pasti lebih tahu untuk menjawabnya.

Kembali lagi pada teori perbandingan nafsu dan akal dari kisah Rabi’ah di atas. Soal nafsu biologis, cowok memang dikenal kurang bisa mengendalikannya. Namun kalau urusan-urusan belanja dan hal-hal dunia lainnya, susah deh buat mengendalikan nafsu cewek.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya