Peperangan, bom, mencekam, kesedihan, air mata, dan kata-kata mengharukan lainnya adalah yang pertama kali terlintas ketika mendengar kata Suriah. Selama bertahun-tahun, rakyat Suriah hidup di tengah perang sipil yang nggak berkesudahan. Mereka berjuang untuk mempertahankan hidupnya dengan penuh penderitaan dan keprihatinan. Kehilangan nyawa, harta benda dan sanak saudara sudah menjadi makanan sehari-harinya.

Sementara itu, kehidupan yang jauh berbeda tengah dirasakan oleh keluarga pejabat Suriah yang hidup bergelimang harta bersama keluarganya, para godfather ini menghabiskan waktunya dalam kemewahan, bebas dan tanpa ancaman. Sungguh ironi, bukan?

Tanpa bermaksud menyudutkan, beginilah kehidupan keluarga pejabat yang nasibnya sangat berkebalikan dengan warga Suriah yang penuh penderitaan.

Keluarga Mustafa Tlass sebagai mantan Menteri Pertahanan Suriah, hidup mewah di Paris bersama anak perempuan dan cucu lelakinya

Nahed Ojjeh dan putranya via www.gettyimages.com

Mustafa Tlass adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah rezim Syria, dia merupakan mantan Menteri Pertahanan Suriah. Tlass meninggalkan Suriah sejak pecahnya perang sipil.

Advertisement

Bersama anak perempuannya, Nahed Ojjeh, dan cucunya, Akram Ojjeh Junior, mereka kini tinggal di Paris, Perancis. Sepeninggal suaminya, Nahed Ojjeh terkenal di Paris sebagai nyonya besar yang kerap menjadi tuan rumah pesta mewah. Sedangkan anak lelakinya, Akram Ojjeh Junior, kerap memamerkan kekayaannya di akun jejaring sosial miliknya.

Akram Ojjeh Junior, cucu dari Mustafa Tlass ini gemar memamerkan kekayaannya di media sosial tanpa rasa malu dan bersalah

Akram dan mobil mewahnya via www.autoevolution.com

Lelaki keturunan keluarga pejabat Suriah ini nampaknya sama sekali nggak peduli dengan nasib rakyat Suriah yang bergelut dengan peperangan. Unggahan-unggahan Akram di Facebook dan Instagram menampilkan barang-barang mewah yang dimilikinya. Mulai dari deretan mobil mewah macam Bugattis dan Ferraris, hingga senjata mesin Kalashnikov.

Bukannya menunjukkan rasa solidaritas atau empati terhadap tragedi yang menimpa saudara-saudaranya di Suriah, Akram seolah nggak memiliki rasa bersalah dengan penderitaan pengungsi Suriah yang terlunta-lunta. Ia justru sibuk mengunggah foto hidup mewahnya. Yang bikin geregetan lagi, kabarnya ia sampai bingung untuk memilih mobil mana yang akan dikendarai.

Ternyata nggak cuma keluarga mantan Menteri Pertahanan Suriah saja yang terkesan ‘nggak punya hati’, bahkan keluarga presiden Suriah pun bikin marah netizen

kemewahan Rifaat Al-Assad via plus.kapanlagi.com

Satu lagi kenyataan miris di tengah gejolak peperangan di Suriah. Paman dari Presiden Suriah, Rifaat Al-Assad memiliki dua kediaman mewah di kawasan Mayfair, London dan sebuah properti eksklusif, Gray D-Albion, Marbella. Sedangkan putranya, Siwaar, tinggal nggak jauh darinya. Siwaar tinggal di rumah mewah berkamar delapan di Crown Estate di Oxshott, Surrey. Aset keluarga Assad ini diprediksi mencapai US$64 juta atau senilai 835,26 miliar rupiah.

Fakta lainnya, adalah Abdel Halim Khaddam yang membantu mantan presiden Suriah, Hafez Assad, untuk merebut kekuasaan pada 1970-an, kini hidup di Villa Said, Paris.

Meski banjir hujatan dari netizen, nampaknya keluarga pejabat yang dianggap lepas tangan ini nggak peduli dan cuek saja

kelakuan keluarga pejabat ini dikecam netizen via plus.kapanlagi.com

Melihat fenomena yang penuh ironi ini, tak sedikit netizen yang mengecam dan mengkritik pemerintahan Perancis dan Inggris yang nggak melakukan sesuatu terhadap keluarga pejabat yang hidup foya-foya di atas penderitaan warga negara yang ditinggalkannya. Sementara fakta menyebutkan bahwa Rifaat Al Assad, Mustafa Tlass, dan Abdel Halim Khaddam adalah otak penculikan dan godfathers rezim Assad yang brutal.

Belum lagi kabar mengenai Rifaat Al Assad yang dituduh melakukan praktik korupsi, mengingat ia disebut bangkrut saat keluar dari Suriah. Padahal kini, ia hidup penuh kemewahan pasca hengkang dari Suriah.

Jadi, bagaimana menurutmu? Pantaskah tindakan sekelompok keluarga pejabat yang seakan lepas tangan sementara warga negaranya menderita?

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!