Menurutmu cantik itu seperti apa? Mata berbinar, pipi tirus, bibir merekah, hidung mancung, tubuh semampai, berdada besar, kaki jenjang dan kulit putih? Walaupun sudah dikampanyekan berulang kali, mengubah definisi cantik yang tertanam di dalam diri setiap orang bukanlah hal yang mudah. Tanpa berpikir bahwa keyakinan kita terhadap kecantikan bisa melukai sebagian orang, kita terus saja menilai mereka berdasarkan standar yang kita buat sendiri.

“Aku tahu sih kalau cantik itu harus dilihat dari dalam juga. Tapi jujur kalau disuruh menilai cantik atau tidak, pasti aku selalu lihat fisiknya dulu.” (Lanang Pamuji)

“Mereka yang menentukan standar cantik dari fisik saja kejam sih menurutku. Gara-gara mereka banyak orang jadi nggak percaya diri, nggak berkembang hidupnya, dan diremehkan.” (Paramita Nalar)

Tidak mudah memang mengubah persepsi kecantikan meski Barbie saja sudah bermacam-macam bentuk tubuhnya. Definisi kecantikan yang “umum” sudah jauh lebih lama tertanam dalam benak orang-orang dibandingkan kampanye bahwa semua orang itu cantik. Perlu ada lebih banyak lagi orang-orang yang menginspirasi kita dan menunjukkan bahwa kecantikan tiap orang itu berbeda. Kisah-kisah orang yang berhasil meredefinisi kecantikan harus terus diangkat demi mengubah budaya yang kurang berkeadilan ini.

Kali ini Khoudia Diop yang tampil menjadi inspirasi banyak orang. Foto-foto dan kisa hidupnya belakangan viral di media. Gadis dengan warna kulit yang super gelap ini berhasil bangkit di tengah bullying yang ia hadapi dan menunjukkan pada dunia bahwa cantik tak hanya punya satu definisi saja.

Khoudia Diop, gadis 19 tahun asal Senegal ramai dibicarakan di media setelah berhasil menjadi model yang mendunia

Advertisement

Gadis yang sedang menempuh kuliah di Kota New York jurusan Bisnis ini memiliki kulit yang lebih hitam dibandingkan teman-teman dan keluarganya. Sebenarnya warna kulitnya tidaklah aneh di Senegal sendiri. Warna kulit hitamnya disebabkan oleh melanin, pigmen yang paling dibenci padahal bermanfaat untuk melindungi kulit dari sinar UV. Kulit dengan warna hitam seperti milik Diop biasa dimiliki oleh orang-orang yang tinggal di dekat garis ekuator seperti Senegal.

Berdasarkan data dari The West African Journal of Medicine, 52-67 persen orang Senegal menggunakan produk pencerah kulit. Bahkan menurut Diop. produk itu lebih penting dari pendidikan. Dulu, sepupu Diop memintanya menggunakan krim itu, tapi kakaknya melarang dan meminta Diop bangga dengan kulitnya. Diop ingin mengubah budaya itu dan kini ia bergerak lebih jauh dengan memasuki dunia model dan menginspirasi banyak orang berkulit gelap atau mereka yang memiliki masalah insekuritas lainnya.

Masa kecil Diop penuh dengan ejekan dan intimidasi dari teman-temannya. Ia bahkan dipanggil Darkie “Si Hitam”

Kulit Diop sangat gelap via boredpanda.com

Diop banyak mengalami intimidasi karena kulitnya yang sangat gelap, bahkan ketika disandingkan dengan orang-orang yang berkulit gelap sekalipun. Sampai sekarang ia juga masih mendapatkan komentar negatif di akun Instagramnya. Warna kulitnya hampir selalu menjadi bahan lelucon bagi teman-temannya. Mereka memanggil Diop dengan sebutan “Darkie atau God of Night dan sejenisnya.

Tak peduli diejek, Diop justru terus menemukan cara untuk menunjukkan keindahan kulitnya dan semakin mencintai dirinya sendiri

Diop justru bangkit via boredpanda.com

Tidak peduli dengan komentar negatif orang lain, Diop justru berhasil menunjukkan keindahan kulitnya. Ia terus berfokus untuk belajar lebih mencintai dirinya setiap hari. Dia justru mengubah persepsi cantik di industri kecantikan dengan menjadi model dan mendorong orang lebih percaya diri. Salah satu cita-citanya memang membuat industri fashion memiliki keragaman di catwalk.
“Berkulit gelap adalah sesuatu yang tak perlu diubah. Apapun warna kulitmu, bentuk tubuhmu, dan kemampuanmu, kamu tetap cantik dan harus bangga terhadap dirimu.”

Menjadi model sejak usia 17, ia bertekad terus menebar inspirasi pada mereka yang belum percaya diri bersama The Colored Girl

Sukses menjadi model via boredpanda.com

Menjadi seorang model bukanlah keinginan Diop pada awalnya. Ia sangat menomorsatukan pendidikan, namun orang-orang di sekitarnya terus mendorong Diop untuk menjadi model. Tiap bertemu di jalan, banyak orang meminta berfoto bersama dan selalu menyarankan hal yang sama. Akhirnya Diop memutuskan untuk berkarier sebagai model pada usia 17 tahun.

The colored girl via radio.abci.media

Dan Bulan Agustus lalu dia berpose untuk The Colored Girl bersama perempuan dengan beragam warna kulit, sebuah kampanye yang benar-benar berhasil menginspirasi dan menumbuhkan rasa percaya diri banyak orang.

Kini Diop terus menebar inspirasi melalui akun Instagramnya @melaniin.goddess dengan misi membuat setiap wanita merasa bak dewi

The Melanin Goddess via boredpanda.com

Akun Instagram Diop dinamai Melanin Goddess, nama akun ini dipilih untuk mendorong orang lain agar sadar bahwa setiap perempuan itu cantik bak dewi. Follower-nya sudah mencapai lebih dari 352 ribu akun dan unggahannya pun sangat bervariasi. Terkadang ia mengunggah aktivitasnya, menebar inspirasi atau memberikan tips kecantikan. Salah satu tips kecantikan yang pernah ia bagikan adalah selalu mencuci wajah dengan air es, mengoleskan pelembab, BB cream, dan highlighter, serta menggunakan lipstik biru yang sesuai dengan warna kulitnya.
Dari Diop kita banyak belajar, tak harus menjadi orang seterkenal Diop untuk bisa bangkit dan menginspirasi orang-orang tentang arti kecantikan. Kamu bisa memulainya dari dirimu sendiri.

Apa yang berbeda darimu justru yang membuatmu spesial.”

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya