Desainer muda berbakat asal Indonesia, Dian Pelangi kembali akan menorehkan prestasinya di kancah internasional. Kalau pada tahun lalu dirinya sukses unjuk gigi di panggung London Fashion Week, kali ini Dian akan memamerkan karyanya di New York Fashion Week (NYFW) spring/summer 2018. 

Wanita berusia 26 tahun ini juga mengaku kalau keputusannya untuk pamer koleksi di panggung pagelaran mode fashion dunia itu sangat mendadak. Sekitar satu minggu lalu, Dian ditawari oleh Wardah untuk mewakili brand tersebut di NYFW. Ia pun juga bercerita kalau dirinya belum mempersiapkan koleksi apapun untuk acara besar tersebut.

Pada 7 September nanti panggung New York Fashion Week akan menjadi saksi torehan prestasi dari seorang Dian Pelangi

selalu terlihat cantik via www.instagram.com

“Insya Allah tampil tanggal 7 September. Jadi sebenarnya baru dikabarin seminggu, baru fix iya berangkat itu tiga hari lalu. Sampai sekarang belum bikin baju. Jadi cuma tiga minggu persiapannya dari sekarang. Aku jadi representatif dari Wardah. Aku sekarang masih belum tahu kayak apa koleksinya, gimana, masih dalam proses. Belum ada persiapan sama sekali,” ungkap Dian seperti dilansir dari wolipop.detik.com

Desainer lulusan Ecole Superieure des Arts et Techniques de la Mode, Jakarta ini memang sudah terjun ke dunia fashion sejak lama. Dian yang juga termasuk dalam anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) termuda ini sudah menjadi designer di Gallery Dian Pelangi sejak tahun 2008. Karya-karya busananya juga tak hanya diterima oleh masyarakat Tanah Air, tapi juga telah ia pamerkan di beberapa kota di dunia. Sebut saja Kuala Lumpur, Singapura, Kairo, Pakistan, Amman, Praha, Budapest, London, Melbourne, Thailand, dan kota-kota besar di Indonesia. Dipilihnya Dian oleh Wardah semakin membuktikan eksistensi Dian patut diperhitungkan di panggung Fashion internasional.

Ditemani desainer perwakilan Wardah lainnya, Barli Asmara, Dian Pelangi akan membawa ‘Dian Pelangi Prive’ di NYFW mendatang

Advertisement

Dian dan Barli ketika sedang berada di Australia via www.instagram.com

Di panggung fashion ternama tersebut, Dian berencana akan membawa labelnya sendiri yakni  ‘Dian Pelangi Prive’ karena bertemakan Indonesia. Ia memang dikenal selalu memberikan sentuhan nusantara di setiap karyanya yang ia tampilkan di mata dunia. Pada label yang akan dibawanya kali ini, ia akan menonjolkan karakteristik Indonesia dari pemakaian kain yang mencerminkan ciri khas Tanah Air.

Dian yang akan berunjuk gigi dengan Barli Asmara juga mengaku kalau dirinya kini tengah menggodok koleksinya yang akan diperlihatkan nanti. Kalau sebelumnya Dian sudah pernah tampil di  Couture Fashion Week New York, kali ini beban dan tanggung jawab ia bertambah karena akan tampil di panggung sekelas New York Fashion Week. So proud of you, Dian!

Sebelum berangkat ke New York, Dian terlebih dahulu akan terbang ke Moskow pada akhir Agustus nanti

setelan warna gelap, tetap kece via www.instagram.com

Memiliki banyak pengalaman di pagelaran mode dunia, nama Dian Pelangi memang sudah tidak asing lagi di telinga para desainer baik di dalam maupun luar negeri. Tren baju busana muslim modern yang diperkenalkan Dian memang diterima dengan baik oleh pasar Indonesia. Sebelum dirinya terbang ke New York pada 7 September mendatang, Dian terlebih dahulu akan berangkat ke Moskow untuk memamerkan karya busananya dan bertemu dengan buyers di sana.

Fashion show dan exibition Moskow yang akan digelar pada 27 Agustus hingga 2 September mendatang itu memang sangat berdekatan dengan perjalanannya ke NYC nanti. Dian pun memilih kembali ke Tanah Air pada tanggal 30 untuk mempersiapkan segala sesuatunya demi NYFW nanti.

Panggung mode London Fashion Week terlebih dahulu dijajal oleh Dian dengan sukses dan semakin membuat namanya dikenal dunia

fashionable banget via www.instagram.com

Di tahun 2016 lalu, Dian memang telah membawa nama Indonesia di pagelaran bergengsi London Fashion Week. Kala itu, desainer kelahiran Palembang ini berkolaborasi dengan dua desainer jebolan London College of Fashion, Odette Steele dan Nelly Rose Stewart. Kolaborasi ini dimulai dengan sebuah program berjudul residency programme. Dian yang memang diterbangkan ke London saat itu memiliki tujuan untuk mempelajari modest wear di sana. Sedangkan Odette Steele dan Nelly Rose Stewart datang ke Indonesia untuk mendalami tradisi tekstil di Pekalongan, kampung halaman Dian. Kolaborasi mereka itu pun sukses dan melahirkan koleksi yang diberi nama Co Identity. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya