Indonesia memang gudangnya keanekaragaman bahasa. Dialek Bahasa Jawa di beberapa kota pulau Jawa saja sudah beragam bentuknya. Salah satu yang tersohor keunikannya adalah Bahasa Ngapak yang banyak digunakan di wilayah Barat Jawa Tengah.

Karena dialek dan kata-katanya yang unik, mereka yang menggunakan Bahasa Ngapak sering dipandang unik juga. Kamu, para pemuda Ngapak yang membawa beban berat melestarikan bahasa jawa asli ini adalah orang yang tahan banting di perantauan. Gimana gak? Seringkali kamu harus mendapatkan guyonan yang nyeleneh dan bikin gregetan.

Penasaran? Jadi kira-kira begini nih kalau Hipwee uraikan bagaimana rasanya jadi orang Ngapak di perantauan. Simak yak.

1. Sebagai orang Ngapak, perjuanganmu kerap dimulai saat menghadapi pertanyaan kamu berasal dari mana

Proses perkenalan jadi tantangan tersendiri via www.youtube.com

(proses perkenalan saat ospek)

Advertisement

S : Yang baju ijo, siapa namanya?

J : Rianti Kak

S : Dari mana asalnya?

J : Tegal Kak

S : Wah Ngapak dong? *dengan muka girang, mungkin mereka merasa nemu orang antik dari planet lain*

J:  *Eh plis, EMANG KENAPA KALAU AKU NGAPAK? HAH? MASALAH?

2. Orang Ngapak itu gak cuma Tegal, Kebumen, dan Banyumas lho ya. Yang dari Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Purwokerto, sama Wonosobo gak boleh dilupain!

Orang ngapak juga sama dengan yang lainnya via noniapr.wordpress.com

Sini sini merapat biar solid: Ngapakers Sejati!

3. Langkah menguji kesabaran kedua ketika datang permintaan super mainsteram, “Eehhh coba dong ngomong ngapak!”

Plis, jangan suruh aku via butlerwritings.com

Banyak orang merasa ingin tahu bagaimana bahasa yang unik itu. Maka gak jarang ketika orang-orang tahu kalau kamu berasal dari tanah Ngapak,  request paling mainstream seumur hidupmu adalah:

“Coba dong kamu ngomong Ngapak…”

Padahal kamu gak punya lawan bicara, terus mereka siap-siap ketawa dengan bahasa aslimu yang unik dan indah itu. Daripada makin dipaksa, kamu pun ngomong ngapak apa adanya dengan pasrah sembari membatin,

Brace yourself guys via butlerwritings.com

“Tuhan, saya dosa apa?”

4. Terkadang kamu jadi bingung, kenapa mereka lebih tertarik dengan bahasamu dibanding kamu? Aduh, sakitnya tuh disini. Disini mas!

Huhu, kenapa begitu mz? Kenapaaa? via twilight.ponychan.net

5. Sesudah teman-temanmu tahu kamu orang Ngapak, nama panggilanmu pun perlahan berganti….

Armando “Inyong”. YA via xordandfreax.blogspot.com

Armando: Inyong

Radit: Adit “Kencot”

Wawan: Wawan “Kepriben”

Ya, gak papa. Anggap aja tanda sayang ya. Bebas!

6. Waktu tiba saatnya presentasi, kesabaranmu kembali diuji. Dialekmu yang unik membuat orang-orang memperhatikanmu.

Menarik perhatian saat persentasi via herocomplex.latimes.com

Banyak orang yang bosan dan ngantuk dengan presentasi yang gitu-gitu aja. Lalu, saat kamu beraksi didepan kelas dengan dialek Ngapakmu yang apik.

Oke, Jadi(k)  di sini(k) saya(k) akan presentasi so(ng)al kemajuan perekonomi(ng)an y(y)ang telah kita diskusikan bersama(k)- sama(k). (Menggunakan nada medok)

7. Tapi kamu kadang gak yakin apa mereka memperhatikan apa yang kamu sampaikan. Atau justru hanya fokus pada gaya bicaramu

Apa yang salah dengan saya? via imgarcade.com

Lalu gelak tawa tiba-tiba pecah. Entah karena apa, kamu juga kadang tidak paham.

*Ada yang salah dengan saya? ADA YANG SALAH?

8. Gak jarang, karena keunikan itu baik kamu atau lawan bicaramu jadi gagal fokus kalau lagi ngobrol serius.

Aku mau ngobrol serius nih, dengarkan aku plis via www.gettyimages.co.uk

Cowok : Inyong tresno karo njenengan. Gelem rak dadi sigaran atiku?

Cewek : *kelihatanya sih terpesona*

Cowok : Sumpahlah, Inyong ora guyonan

Cewek : *tiba-tiba ketawa ngapak sambil tutup muka*

*Gagal punya pacar*

9. Ngapak itu memang Ade Rai-nya Bahasa Jawa. Kalau Bahasa Jawa biasanya lemah lembut, orang Ngapak itu enerjik dan penuh semangat. Maka gak jarang kamu suka menambahkan huruf K di beberapa bagian sebagai penekanan atau pakai qolqolah –> Medok.

Cowok kekar dan bersemangat via ciricara.com

Penae piye yo? –> Kepenake kepriwe ya?

10. Kamu selalu senang jika bertemu sesama Ngapak di perantauan. “Akhirnya aku nemu teman tarung Ngapak” (Langsung girang-girang terharu).

Oh akhirnya aku ketemu kamu via imgarcade.com

Karena itu artinya, kamu punya teman ngobrol yang bakal nyambung dengan bahasamu aslimu. Dan tentu saja menerimamu apa adanya. Ngapakers, sini ngumpul.

A : Woy, rika kepriben kabare? Kok dewek ra tau kepetukan?

B : Iyong waras ket mbiyen, rika dining ra tau keton nang endi bae sih jane.

*Trus adegan nyang nying nyong pun dimulai*

11. Perjuangan orang Ngapak di perantauan juga tidak bisa dilepaskan dari urusan makanan

Kasus 1: Tahu Berontak

Tahu berontak=tahu isi via ncc-indonesia.com

Saat beli gorengan di depan kampus:

“Ibu, saya beli tahu berontak dong”

“Apa? Disini kantin, gak boleh demo Mbak”

“Ibu, saya beli tahu berontak ” (udah laper, agak emosi)

“Mbaknya ngeyel banget sih, gak ada yang berontak disini”

“Ibuuu, saya mau beli tahu yang ada isinya itu lho, yang itu” (sambil nunjuk-nunjuk dan emosi)

“Oalah, Mbak nya ini gimana sih?”

*Eh, malah penjualnya yang sewot. Setelah diselidiki, penjual gorengan itu pendengaranya memang agak eror*.

Orang Kebumen menyebut tahu isi dengan sebutan Tahu berontak. (Mungkin para sayuran sudah lelah terpenjara di dalam tahu, lantas pengen berontak keluar)

Kasus 2: Orang Kebumen Beli Bakso

Bakso khas kebumen biasanya hanya disajikan bersama mie, daun seledri, dan beberapa suiran lemak. Rasanya sangat original. Jadi ketika keluar daerah dan menemukan mangkuk bakso yang penuh dengan tumpukan beberapa jenis tahu dan dua gelintir bakso itu, semacam….*zonk*.

Bakso enak khas kebumen via modalkicil.blogspot.com

“Bapak tukang bakso becanda yaaa? Saya pesan bakso, bukan tahu :”)”

Kasus 3: Orang Wonosobo Beli Tempe Kemul di Jogja. Sedih

Tempe kemul : Tempe yang selimutan via intaninchan.wordpress.com

Tempe kemul hampir mirip dengan tempe mendoan. Perbedaannya adalah tempe ini berwarna kuning karena ada campuran kunir dalam tepungnya. Selain itu ditambah daun kucai agar rasanya lebih sedap. Makanan ini memang paling pas disantap selagi hangat. Gak jarang orang Wonosobo menilai kenikmatan tempe mendoan hanyalah 1/sekian dari enaknya tempe kemul yang kemebul. Tempe kemul KW 5.

Apalagi tempe mendoan yang digoreng pake minyak bekas, berasa hanya remah-remah.

12. Saat orang lain bosan dengan pacar, sebagai orang Ngapak kamu sering bosan saat diejek dengan, “Inyong Kencot!”

Inyong kencot, Mak via www.adipala.com

Kata paling ikonik untuk mencandai orang Ngapak adalah “Inyong Kencot”, yang artinya saya lapar. Di beberapa daerah, “kencot” adalah kata yang jarang digunakan dalam sehari-hari karena intonasinya yang agak kasar dan hanya untuk ledekan anak muda. Yah, bisa dikatakan bahasa gaulnya anak Ngapak.

Tapi BTW, orang ngapak gak sering kencot-kencot amat. Doyan makan juga kalee.

*Bisakah anda meledek saya dengan kata lainnya. Saya bosan dengan kata-kata itu. Saya habis makan kenyang. Dan SAYA TIDAK KENCOT!*

13. Cewek ngapak juga punya dilemanya sendiri. Katanya, “Kalau cantik trus ngomong Ngapak, cantiknya langsung hilang

What????? via butlerwritings.com

Entah atas dasar apa ungkapan seperti itu diungkapkan pada cewek Ngapak. Nyatanya, dengan ngomong bahasa Ngapak, kulitmu gak jadi keriput, gak bikin rambutmu memutih, gak bikin kamu jerawatan, dan tentu saja gak bikin kamu panuan.

Jadi, UNGKAPAN INI HANYALAH MITOS BELAKA.

Ngomong bahasa Ngapak tidaklah membuat kecantikanmu sirna. Buktinya, Kartika yang notabene bukan kelahiran tanah Ngapak, namun sering ngomong Ngapak di TV, cantiknya gak pergi kemana-mana.

Cewek yang ngomong ngapak via id.wikipedia.org

14. Bagi orang lain, bahasa Ngapak memang kadang bikin ketawa. Lantas, pertanyaan yang ada sejak nenek moyang : “Sebenarnya apanya yang lucu sih?”

Pertanyaan sejak nenek moyang via presidentliamarliana.blogspot.com

Misteri dunia perngapakan yang belum pernah terpecahkan sejak nenek moyang:

Sebenernya apa sih yang lucu itu?

Ngomong dikit doang, orang-orang pada ketawa. Nimpalin dikit doang, orang-orang malah cekikikan. Bahkan ada yang sampai nahan pipis gara-gara ngedengerin kamu bicara.

“Ya nek ngene iki terus awake inyong bisa mulur!” (Ya kalau begini terus badanku bisa memanjang)

15. Kadang sebenarnya yang kamu omongin itu sedih, tapi teman-temanmu justru ketawa karena menurut mereka sangat lucu ngedenger kamu bicara T___T

Yang berdua dipojokan ceritanya lagi curhatan via annisahapsariwidagdo.blogspot.com

Boy sama Slamet lagi gendhu-gendhu rasa (curhat) di pojokan kosan :

A: Rika sida ngelamar cah wadon kae pora?

B:  Sida, tapi asem e. Bapake orang oleh angger karo inyong. Kepriben kiye iki.

Mendadak temen dari daerah lain yang denger mereka bicara ketawa ngakak.

Rika kepriben sih? ini lagi sedih. Sedih banget malah. Plis Aja digeguyulah.

Akhirnya kamu malah gak jadi sedih gara-gara ngeliat temenmu ketawa guling-guling. (Yasudahlah anggap saja hiburan buatku juga).

Oke, fine! via butlerwritings.com

16. Karena penasaran, kamu pun mulai sibuk membuat hipotesa:

Hipotesis 1 : Mulut yang sering mangap karena kata belakang memakai vokal “A”?

Kalem baelah dadi wong ngapak via robertolimaempat.blogspot.com

Bapak : Kowe arep meng endi le, wes sore be lunga-lunga bae, jane ngapa sih ya?

Anak : Iyong kan anak gaul Pak, pisan-pisan arep nongkrong nang pinggir gili rapapa ya

Meskipun begitu, gak semua kata membuat kamu mangap. Lantas kamu masih mencari jawaban berikutnya.

Hipotesis 2: Apakah gara-gara komedi paling ngehits di dunia “Perngapakan”, siaran radio berjudul “Curanmor” yang emang lucu banget?

Doraemon versi ngapak via massastrosandjojo.blogspot.com

Apakah bahasa Ngapak dianggap lucu karena siaran radio yang ngehits banget berjudul curanmor  (curahan hati dan humor) yang menggunakan bahasa ngapak? Karena saking lucunya kadang orang Ngapak sendiripun bisa terpingkal-pingkal mendengarnya. Tapi entahlah, ini hanya hipotesis belaka.
Untuk lebih yakin kamu bisa cek di Youtube untuk mencari jawabannya.

17. Sebagai orang yang dari lahir akrab dengan bahasa Ngapak kamu masih belum tahu sebenarnya apa yang membuat bahasa Ngapak lucu? Karena bagimu, bahasa ini biasa aja kayak bahasa lainya.

Entahlah, saya juga tidak tahu apa yang lucu via butlerwritings.com

Kenapa orang-orang menganggap bahasa ini lucu ya? Ah, mungkin mereka yang berlebihan saja.

*Lalu kamu berhenti mencari jawaban, kamu mulai menikmati jati dirimu yang sebenarnya. Hanya Tuhan yang tahu segalanya #pasrah

18. Karena lelah digoda karena dialekmu, kamu memilih menggunakan bahasa Indonesia untuk berbaur (baca: gak diketawain)

Kamu lebih sering memilih menggunakan Bahasa Indonesia via o2bhoediyhanto.mywapblog.com

Cari aman sajalah, dari pada ngomong gak diperhatiin. Dari pada ngomong malah diketawain. Dari pada dibilang cantiknya ilang. Daripada dibuat sedih terus. Daripada gak jadi nembak cewek. Maka kamu lebih memilih belok kanan.

Jadi kata pertama yang akan kamu lontarkan pada kenalan-kenalan barumu adalah : Bahasa Indonesia. Bukan berarti kamu malu dengan bahasa Ngapakmu. Tapi kamu tahu bagaimana menempatkan diri dan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Toh, ujung-ujungnya mereka juga tahu kok.

19. Atau demi kelancaran berkomunikasi, kamu akan belajar bahasa asing agar lidahmu terlatih menyesuaikan diri pada bahasa Non Ngapak.

Belajar bahasa lain via billzart.wordpress.com

Perlahan, dengan memperlajari bahasa lain. Maka dialek medok-mu terkadang gak terlalu kentara lagi. Kamu bisa lebih menyesuaikan lidah saat bicara dengan bahasa selain Ngapak.

20. Tapi meskipun kamu sudah menguasai banyak bahasa, Ngapak tetaplah menyatu di dadamu. Saat kembali ke rumah, cara bicaramu bakal balik lagi seperti dulu.

Oran ngapak ora kepenak via twicsy.com

Saat ketemu teman dari Prancis :

Ah bonjour, ca va?

Saat ketemu teman dari Amerika :

How are you?

Saat pulang ke Cilacap :

Rika kepriben kabare?

Bahasa Ngapak adalah bahasa yang tidak pernah terpisahkan dari hidupmu.

21. Walaupun sering dijadikan bahan bercandaan, kamu tetap PEDE berbahasa Ngapak. Karena esensi sejarah bahasa Jawa ada di pundakmu sekarang.

Tetap percaya diri via www.magic4walls.com

Bahasa Ngapak adalah induk dari bahasa Jawa yang biasa digunakan di Solo dan sekitarnya sekarang ini. Sejak berabad lalu, bahasa jawa didominasi dengan vokal “A”. Namun, pada akhir abad ke 16 kerajaan Mataram yang berada di Jogja dan Solo mengembangkan bahasa Jawa dengan vokal “O”. Hal ini dimaksudkan sebagai alat politik untuk menguasai kawasan Banyumas. Bahasa dipolitisasi untuk menciptakan kelas sosial dengan menempatkan bahasa Jawa baru (vokal ”o”) sebagai bahasa berkelas tinggi. Namun, orang Banyumas membuktikan eksistensinya dengan terus melestarikan bahasa ini sebagai identitas aslinya.

22. Meskipun Ngapak itu adalah Bahasa Kuno. Tapi perlu dicatat : Orang ngapak itu gak kuno. Karena gak sedikit orang Ngapak yang bisa mendunia.

Ibu Martha Tilaar, Dirut PT Sari Ayu Martha Kosmetika Indonesia via www.ciputra-uceo.net

Gak sedikit orang-orang terkenal yang lahir di tanah Ngapak. Salah satunya adalah Ibu Martha Tilaar yang mempunyai bisnis komestik yang sudah mendunia. Dengan semangatnya yang gigih, beliau berhasil membuktikan bahwa latar belakang bahasa bukanlah cara menilai pendidikan seseorang. Keberhasilan dinilai dari kerja keras dan impact terhadap masyarakat. Salam Ngapakers!

23. Disadari atau tidak, kehadiranmu justru sering dirindukan. Dialek dan gaya bahasamu tidak ada yang bisa mengalahkan!

Kamu emang ngangenin abis via butlerwritings.com

Eh, kok tumben sepi, Susi kemana nih?

Pulang kampung, ke Kebumen dia.

Yah, sepi ya gak ada dia.

*Setiap sudut bumi terasa ada yang kosong tanpa kehadiran orang ngapak*

24. Terlahir sebagai orang Ngapak, kamu terlatih punya kepercayaan diri yang tinggi. Meskipun sering diketawain orang, kamu tetap melangkah maju menunjukan jati dirimu.

Kamu menjadi orang yang lebih percaya diri via www.fashionwindows.net

Meskipun kadang kamu merasa gregetan dengan ejekan orang, tapi kamu masih tetap melangkah maju. Kamu tetap gagah berani dan menunjukan jati diri diperantauan. Gak jarang inilah cara yang membuatmu tumbuh menjadi orang yang lebih percaya diri.

25. Kamu yang tertakdirkan berbahasa Ngapak nggak punya alasan untuk tidak berbangga. Bagaimanapun, kamu adalah aset bangsa yang nggak ada duanya!

You are too precious via butlerwritings.com

Seluas apapun pengetahuanmu, sebanyak apapun bahasa yang kamu kuasai, kamu tetaplah kembali “ke rumah” dan selalu punya kemampuan ngomong Ngapak yang apik. Karena dengan masih menggunakan bahasa ini, kamu adalah aset penting bagi Bangsa. Karena kamulah sang pewaris bahasa Jawa yang sesungguhnya.

Kualitas seseorang tidaklah dilihat dari latar belakang bahasa. Tapi dari kebaikan apa yang sudah kamu berikan. Nah, sebagai orang Ngapak kamu gak perlu malu dengan bahasa yang dianggap lucu oleh banyak orang itu.

Kamu tidak usah ragu untuk menunjukan jati dirimu yang sebenarnya, karena motif kebanyakan orang yang meledekmu hanyalah karena mereka ingin tahu dan mendengar langsung bahasa unik itu.

Ngapak ora mbebayani, wis ngapak ya ngapak bae — ora isa dilomboni! (Orang Ngapak tidak berbahaya, kalau sudah ngapak ya ngapak saja — tak akan bisa dibohongi)