Jika seluruh mahasiswa ditanya,

“Apa yang paling berat selama menjadi mahasiswa?”.

Mungkin kebanyakan dari kita akan sepakat memberikan kata skripsi sebagai jawabannya. Tak dapat dipungkiri mata kuliah ini memang lebih menantang daripada kelas-kelas biasa yang kita temui di semester-semester awal. Tantangannya pun gak melulu soal topik penelitian, tapi juga dosen pembimbing yang kita dapatkan. Ya, hubungan yang baik dengan dosen pembimbing juga menjadi penentu krusial dalam kelancaranmu berskripsi ria. Padahal dosen juga pasti sibuk dengan banyak hal, dan ini pasti membuat hubunganmu dan beliau dipenuhi dilema.

Nah, jika kamu sedang asyik bergulat dengan skripsi, inilah hal-hal yang akan kerap kamu rasakan saban hari dalam hubunganmu dengan dosen pembimbing tercinta:

1. Dosen pembimbing juga manusia yang bisa alpa. Kamu sering bingung ketika disalahin karena mengerjakan sesuatu, padahal kemaren beliaulah yang memintamu mengerjakan sesuatu itu.

Aku gak tahu harus bagaimana lagi, plis via www.thefightingcock.co.uk

Advertisement

Bimbingan seminggu yang lalu,

Kamu : Bu, ini Bab 1 sudah selesai. Sekarang saya lebih baik membuat borang atau melanjutkan bab 2?

Dosen : Kamu mending bikin borang dulu, bikin bab 2 bisa setelah itu.

Setelah satu minggu,

Kamu : Bu, ini borangnya sudah jadi. Apakah ada koreksi?

Dosen: Lho, kok kamu bikin borang dulu. Bab 2 kamu mana? Kalau kamu gak segera menyelesaikan Bab 2, kamu gak bakal bisa lulus tahun ini.

Kamu : (dalam hati, merintih) apa perlu saya bawa catatan bimbingan yang lalu? (sambil nyebur sumur).

2. Kadang kamu pun bingung, yang lebih menantang dari proses pengerjaan skripsi itu mikir dan meras otaknya atau nunggu dosen pembimbingmu.

Aku kudu piyee via imgur.com

1 jam belum datang –> Kamu masih happy.

2 jam belum datang juga –> Kamu mulai kelaparan.

3 jam masih belum datang juga –> Kamu mulai berkhayal buat pasang radar.

4 jam masih belum ada tanda-tanda kedatangan –> Kamu gak ingat nama sendiri

5- dan seterusnya –> Kamu jadi serpih-serpih kayu yang dilapisi jaring laba-laba. Ya abisnya ngapain juga kamu tunggu sampai 5 jam??

Kamu sampe jamuran via vijayaswani.blogspot.com

3. Kalau mau skripsimu lancar, kamu wajib hafal plat nomor dan tempat parkir mobil yang biasa beliau gunakan.

Mobil dosen pembimbing harus kamu hafal via en.wikigogo.org

Demi mengantisipasi kegalauan yang makin berkepanjangan karena menunggu dosen pembimbing tanpa kepastian, maka kamu juga bakal tahu:

Spesifikasi kendaraan yang digunakan : Merek? Seri? Warna? Tahun Keluaran? Modifikasi? Jumlah Roda? Jumlah kursi? (Nomor BPKB sekalian gak?)

Plat nomor kendaraan : Wajib hafal, paling nggak nomor serinya deh

Tempat parkir yang biasa digunakan : Kalau gak ada, berarti gak perlu ditunggu di kampus.

*Udah berasa jadi costumer service dealer mobil*

4. Agenda dosen pembimbing adalah hal yang harus kamu cari tahu selengkapnya, demi penantian yang tak sia-sia.

Agenda dosen pembimbing via adriarani.blogspot.com

Gak sedikit dosen yang sudah mempunyai jadwal yang padat dalam sehari-harinya. Bukan hanya membimbing kamu dalam menyelesaikan skripsi, mereka juga disibukkan dengan setumpuk agenda mengajar di kelas, rapat, riset, hingga menjemput anak di sekolah. Sampai-sampai, kamu harus menghafal kegiatan beliau setiap harinya.

Kamu : (Sudah dua jam nunggu di depan ruangan)

Temanmu : Nungguin siapa?

Kamu : Pak Budi, mau bimbingan nih, udah dua tahun skripsi gak kelar-kelar (sambil muka mau pingsan)

Temenmu : Lah, ngapain kamu nunggu pak Budi? Beliau kan lagi ke Jerman ada seminar.

Kamu : (Pening seketika)

Kamu becanda ya? via www.pinterest.com

5. Jika kamu tidak pandai membaca mood dosen kesayangan, jangan salahin beliau kalau kamu dibantai tanpa alasan jelas. Nah, inilah yang begitu lulus nanti bikin kamu jadi ahli membaca wajah!

Demi keselamatan hidup dan matimu dalam mengerjakan skripsi, gak jarang kamu harus pandai membaca ekspresi dosen kesayangan. Karena jika kamu tak paham dengan kondisi mood dosen setiap harinya, kamu bisa dibantai habis-habisan tanpa alasan yang jelas.

Sore hari, saat dosen habis ngajar dari pagi sampai jam 3 sore. Tiba-tiba kamu datang dengan naskah skripsi yang lupa diberi nomor halaman.

Kamu : Pak, ini naskah revisi kemaren. Udah sampai pembahasan.

Dosbing : (Sedang lelah, bukan naskah, eh nemu angka halaman yang berantakan) Kamu ini gimana? Bikin halaman aja sampai salah.

Kamu : (dag dig dug, sembil meringis)

Dosbing : Kamu ini……dan bla bla bla *gak jadi bahas kesimpulan, jadinya malah kena marah karena hal yang remeh*

kamu pengen nangis via www.ign.com

Sabar ya, hidup memang gak mudah bro (tepuk pundak).

6. Hukum tak tertulis : Dosen itu selalu benar. Jika kamu tak ingin mengulang semester depan, kamu rela diam seribu bahasa saat karyamu dicela.

Gak usah banyak debat kalau sama dosbing via jannahkha.wordpress.com

Dosen : Kenapa kamu masih pake metode ini?

Kamu : Dari referensi di buku terbaru, itu adalah metode yang paling relevan Pak.

Dosen : Ini salah, gak bisa kamu tiba-tiba comat-comot asal ambil begini.

Kamu : Tapi saya gak asal comot kok Pak, saya sudah baca puluhan buku terbaru. Disana menyebutkan kalau metode yang biasa bapak gunakan sudah tidak relevann. Jadi saya gunakan metode ini.

Dosen : (GGS mode on)

Kamu : *kalau gak segera diam dan minta maaf, terancam ganti judul, atau mengulang semester depan*

ulang semua dari awal via www.freerepublic.com

7. Membuntuti dari jauh sambil berharap segera bisa mendapatkan tanda tangan juga jadi hal yang sering kamu lakukan.

Teman :Sil, tadi lo nyariin Pak Salman ‘kan? Aku liat tuh di lab atas.

Kamu ngacir ke TKP, udah gak ada.

Teman : Nyari Pak Salman? tadi aku liat lagi rapat sama dekan.

Nungguin di ruang rapat. gak sengaja ketiduran.

Teman : Ngapain lo? Nyari Pak Salman? Barusan aku lihat di parkiran.

Langsung lari. Buntuti sampe dapet tanda tangan.

8. Jika dosen pembimbingmu sudah menulis buku, maka memaksakan diri menjadi penggemarnya adalah hal yang wajib kamu lakukan agar skripsimu lancar jaya.

Buku karyanya adalah jimat via bukubukubekas.wordpress.com

Hal wajib kamu lakukan, jangan lupa bawa buku yang beliau tulis kemanapun kakimu melangkah pergi, termasuk saat bimbingan.

Dosen : (Wah, mahasiswa ini beli bukuku) Gimana revisinya?

Kamu : Ini pak, saya sudah baca buku Bapak secara lengkap. Tapi saya masih bingung tentang ……

Dosen : Ya, jadi begini….

Setiap kali bawa buku tulisan beliau, kamu selalu mendapat kemudahan dari Tuhan.

Tanpa harus menjilat dengan barang-barang mewah, menjadikan buku yang beliau tulis adalah kebanggaan tersendiri baginya. Gak jarang dengan cara ini skripsimu lebih lancar dari yang kamu bayangkan sebelumnya. Meskipun sebenarnya kamu tak paham dengan apa yang beliau tulis, kamu malah belajar dari buku lain. Tapi tanpa disadari, menjadi penggemarnya adalah cara mengambil hatinya.

9. Selain bimbingan, kamu juga harus siap jika ternyata beliau butuh diantar pulang (demi masa depan skripsi).

Sorry beb, nganter dosen lebih penting via chillinaris.blogspot.com

Sore hari, sekitar jam 5.

Dosen : Kamu mau bimbingan?

Kamu : Iya Bu, bagaimana dan bla bla blaaaa

Bimbingan berjalan lancar. Diluar sedang hujan, udah janjian sama pacar, tapi sepertinya dosen pembimbingmu sedang membutuhkan pertolongan.

Dosen : Kamu pake mobil?

Kamu : Iya Bu,

Dosen : Bisa saya minta tolong antarkan saya pulang?

Kamu : (Padahal udah janjian sama pacar) Iya Bu,

Udah berkali-kali batalin janji sama pacar, kini kamu siap dengan resiko jomblo kapan saja.

Saya siap kapan saja via www.india-forums.com

10. Gak jarang kamu rela makan mie rebus sebulan demi memberikan bingkisan kesukaan setelah semua urusan skripsi kelar.

memberi bingkisan via dr-myri-blog.blogspot.com

Setelah semua rangkaian selesai, gak jarang kamu bela-belain membeli barang kesukaan dosen pembimbing demi sebagai rasa terima kasih. Meski terkadang kamu juga rela memangkas uang jajandan makan mie rebus sebulan.

11. Mendapatkan balasan “ya” dari Dosen Pembimbing itu bahagianya melebihi berhasil nembang gebetan yang udah diincer bertahun-tahun lamanya.

Terima kasih Pak via hotmeme.net

Kamu : Assalamualaikum, saya Reni mahasiswa yang skripsi sama Bapak. Jika besok saya ingin bimbingan, apakah Bapak ada waktu luang luang?

30 Detik kemudian.

Dosen : Ya, jam 9 di ruangan saya.

Yeyeeee, makasih :DDDD via www.readbreatherelax.com

13. Bagaimanapun, sebaik-baiknya dosen pembimbingan adalah yang mengirimu “Bagaimana skripsinya?” saat kamu mencoba menghilang berbulan-bulan.

Sedang liburan panjang via www.kapanlagi.com

Kamu sedang liburan di Hawaii, pasalnya kamu juga sudah menghilang dari peradaban kampus selama berbulan-bulan. Sedang menikmati ombak dan dan indahnya panorama, tiba-tiba hanphone berdering, pesan dari dosen pembimbing.

Dosen : “Bagaimana kabar skripsimu?

Berkemas-kemas, pulang, semedi dikamar pura-pura lupa.

*Skripsi menghantui*

Oh my God via imgarcade.com

Sebagai mahasiswa, skripsi bukan hanya menjadi ajang untuk menguji keilmuan, tapi juga kesabaranmu dalam menghadapi masalah. Selain itu, ketelatenan, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai macam jenis dosen pembimbing juga bisa melatih mentalmu. Semangat! Senyum! Ini pasti bisa kamu lewati, kok! Kalau sudah wisuda nanti, jangan lupakan Hipwee, ya 😀