Hipweepol perdana udah digelar nih guys, dan Hipwee mengawali dengan mencari tahu siapa komika atau pelawak tunggal paling kocak menurut kalian. Kendati sudah dipelopori oleh beberapa seniman lawas seperti Bing Slamet di dekade-dekade lampau, namun stand up comedy dalam beberapa tahun belakangan menyeruak menjadi tawaran hiburan nasional yang baru dan semarak, khususnya bagi kawula muda. Bahkan, salah satu kontes pencarian bakat stand up comedy membuahkan banyak sekali komika yang lantas mencetak kiprah menjanjikan di industri hiburan, termasuk lalu lalang sebagai aktor di film-film box office dalam negeri. Hipwee melihat sebagian besar euforia itu terpusat pada 13 komika yang menjadi nominee di sini. Total sebanyak 335 suara yang sah telah dihitung, dan inilah hasilnya. Simak!

1. Ryan Adriandhy, secara mengejutkan tidak mendapat suara. Kurang apa doi?

Biar nggak dapat suara, tapi kita sepakat ia komika jenius, ya nggak? via www.youtube.com

Agak percaya nggak percaya juga mendapati ada komika yang tidak mendapat suara sebiji pun di poling ini. Apalagi ternyata itu adalah Ryan, yang notabene salah satu komika dengan tingkat intelektualitas di atas rata-rata dan wawasan segudang. Penampilannya di serial Malam Minggu Miko juga menumbuhkan aura kocaknya. Bahkan, Ryan adalah salah satu andalan di generasi pertama dari gelombang tren anyar stand up comedy di Indonesia. Hmm.. apa mungkin malah karena terlalu pinter yak? wkwkwkwk

2. Muhadkly Acho, nggak diragukan kocaknya, tapi sayang cuma dapat 1 suara.

Dulunya pekerja kantoran via hitsss.com

Sedikit lebih beruntung daripada Ryan, Acho mengantongi satu suara. Serupa juga dengan Ryan, Acho cukup dini dalam merintis popularitasnya di tren stand up comedy. Jauh sebelumnya, ia memiliki mata pencaharian sebagai pekerja kantoran di sebuah usaha periklanan digital. Tugasnya sama-sama mesti mempengaruhi orang sih. Bedanya, sebagai komika, produknya adalah lawakan yang mengajak penonton buat ketawa. Sayang, Acho kurang berhasil mempengaruhi pembaca Hipwee buat nyumbang banyak suara. 🙁

3. Soleh Solihun, orang yang bertanggung jawab di balik Majelis Tidak Alim ini mendapat 2 suara.

Advertisement

jaket kulit jadi atribut sunah via www.youtube.com

Soleh Solihun sebelumnya berkarir sebagai penyiar radio, serta jurnalis sejumlah majalah seni dan hiburan. Kini ia juga menjadi juri di salah satu acara lipsync di televisi swasta. Sepantasnya ia punya wawasan yang tak sembarangan, terutama di ranah anak muda dan budaya populer. Salah satu mahakaryanya di bidang komedi adalah pentas komedi tunggal bertajuk Majelis Tidak Alim. Hmm.. jangan-jangan memang cuma ada 2 orang nih yang nonton pentas itu.

4. David Nurbianto, jebolan Betawi satu ini mengantongi 3 suara.

Jawara untuk betawi via www.youtube.com

Orang betawi mah gak cocok pake nama david,ujung ujungnya dipanggil dapid.

Ini dia nih juara SUCI 4. Bang Dapid, eh David gemar mengisahkan kultur dan kehidupan Betawi sebagai materi komedinya. Itu diperkuat juga dengan logat ngomongnya yang khas. Jadi kayak ada nuansa lenongnya. Termasuk kalau lagi nyerocos tentang suka duka jadi tukang ojek atau pengalaman-pengalaman lucu dari neneknya yang biasa ia sapa dengan “Nyai”. Kita bisa lihat dia enjoy banget kalau lagi di panggung. Cuma ya ada kalanya itu jadi bumerang, karena nggak semua materinya mudah masuk ke kuping orang yang tak punya kedekatan dengan Betawi.

5. Arie Kriting, membawa oleh-oleh 8 suara untuk Indonesia Timur.

Nggak usah pakai topeng badut juga udah lucu mah si Arie Kriting via www.youtube.com

Salah satu keasyikan mengikuti stand up comedy Indonesia adalah kita bisa menikmati variasi gaya berkomedi dari sederet komika yang berasal dari beragam wilayah Indonesia yang masing-masing berciri. Kalau David Nurbianto mewakili Betawi dan ibukota, maka Arie Kriting banyak mengisahkan pengalaman masa kecilnya yang mengocok perut sekaligus mengundang kejut. Pengaruhnya terasa. Di gelaran SUCI berikutnya, ada juga Abdur yang meneruskan materi-materi Indonesia Timur dengan pendekatan yang berbeda.

6. Kemal Palevi, dukungan Kemalicious ternyata tak sanggup menembus lebih dari 10 raihan suara.

Ini anak kalau nyerocos kadang bisa bikin chaos via www.youtube.com

Kendati sempat menjadi salah satu komika SUCI dengan animo penggemar paling menonjol hingga mengusung nama Kemalicious faktanya jumlah suara yang berlabuh ke Kemal tak terlalu banyak. Pasalnya, gaya komedi komika satu ini memang mengundang respons yang pro kontra dari penikmat stand up comedy. Lawakannya absurd dengan teknik-teknik lawakan tunggal yang seringkali nggak lazim. Sebagian bisa terbahak-bahak, namun sebagian lain kadang merasa janggal dan bingung untuk mencerna materinya. Apapun, yang jelas Kemal memberi warna baru bagi stand up comedy Tanah Air.

7. Mongol Stres, pergulatan hidup yang penuh dinamika memberinya modal bicara hal-hal sensitif, dan 18 suara adalah hasilnya.

Muka dan dandanan Mongol khas banget cuy via entertainment.merahputih.com

Namanya aja udah pakai stres, jadi memang kagak beres si Mongol ini. Materinya banyak bergerilya di batas-batas wacana yang sensitif, seperti homoseksualitas, etnisitas, hingga hal-hal ngocol seputar gereja. Akan tetapi, pundi-pundi yang ia dapat pun selangit. Di tahun 2015, ia diwartakan sebagai komika dengan bayaran paling tinggi, tak kurang dari puluhan juta cuma untuk berceloteh beberapa belas menit aja.

8. Ernest Prakasa, lawakan isu rasisme dan etnisitas kaum Tionghoa diolah tuntas jadi 20 suara.

Kiprah Ernest terus menanjak nih via hello-pet.com

Ernest memang cuma dianugerahi juara ketiga di gelaran SUCI pertama, namun ia justru meraup suara lebih banyak daripada Ryan Adriandhy selaku kampiun kompetisi tersebut. Hmm.. bisa jadi lantaran Ernest lebih aktif dan total dalam menggarap sederet proyek komedi selepas kompetisi itu. Film teranyarnya, Ngenest, banyak diapresiasi sebagai salah satu film layar lebar komika paling lucu. Alih-alih hilang diterpa komika-komika baru yang terus muncul, nama Ernest justru kian santer terdengar.

9. Pandji Pragiwaksono, peraih 20 suara yang banyak ngomongin Indonesia dan isu nasional.

Doyan bawain materi ‘merah putih’ via www.youtube.com

Menghampiri sembarang orang, memberondong dengan pertanyaan-pertanyaan acak, lalu ngasih duit sambil berseru “Kena Deh!” Itulah asal mula sepak terjangnya yang mulai tenar di dunia hiburan. Kini, Pandji jauh lebih dikenal di berbagai bidang. Salah satu yang paling ditekuninya ya dunia stand up comedy ini. Atensinya terhadap masalah-masalah nasionalisme dan isu-isu makro banyak diturutkan dalam materi komedinya. Bersama Raditya Dika, Pandji merupakan salah satu sosok penting yang bertanggung jawab akan melejitnya tren stand up comedy dewasa ini.

10. Babe Cabita, nggak banyak ba bi bu untuk dapat 22 suara.

Asik bener ini jawara SUCI 3 via entertainment.merahputih.com

Mempecundangi Fico Fachriza di Grand Final SUCI ke-3 yang banyak disebut sebagai gelaran SUCI dengan karakter kontestan paling beragam, Babe ternyata sampai sekarang sukses mencuri hati cukup banyak pembaca Hipwee. Babe sendiri tipe pelawak tunggal dengan guyonan sederhana, lugas, dipadu dengan set up yang tidak bertele-tele untuk menghantarkan punchline bertubi-tubi. Tubuhnya yang gempal dengan rambut kribo juga bisa bikin senyum-senyum geli sendiri.

11. Raditya Dika, siapa yang nggak kenal? 23 suara berlabuh kepadanya.

Apa nih yang belum diciptakan doi? via www.gambar-katakata.com

Yang satu ini tak asing lagi. Nama Raditya Dika sudah meroket duluan sebelum stand up comedy Indonesia naik daun. Bahkan, ia sendiri banyak diklaim sebagai salah satu dalang utama dari maraknya stand up comedy di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kendati tidak menjadi nomor satu di daftar ini, pengaruh Raditya Dika ke industri lawakan tunggal Tanah Air tetap tak tertandingi di generasinya. Di luar kiprahnya sebagai komika, ia sudah membesut segudang proyek komedi yang sukses besar, dari blog, buku, film, sitkom, dan lain-lain.

12. Ge Pamungkas, mukanya yang komikal dan bisa berubah-ubah rupa itu diganjar 37 suara.

Cuma Ge yang ekspresinya bisa dinamis gitu via www.aldypradana.com

Tak aneh jika Ge menjadi juara di SUCI 2. Ia bisa dikatakan sebagai komika paling komplet secara teknis. Selain materi yang ngebanyol, gestur tubuhnya yang teatrikal disertai ekspresi wajah yang super-ekspresif juga memberi kejenakaan sekaligus kesan pukau tersendiri. Belum lagi kepiawaiannya menirukan suara-suara ajaib juga memperlengkap senjatanya dalam menaklukan hasrat tawa banyak orang. Terakhir, wajahnya yang kece juga kadang-kadang jadi modal buat daya tarik audiens wanita sekaligus obyek humornya sendiri.

13 ..Dan eng ing eng, juaranya adalah Dodit Mulyanto dengan… Gilak! 171 suara!

Masih ingat punchline gokil ini? via www.youtube.com

Selamat malam penduduk….

Dodit menang mutlak dalam pengumpulan suara ini. Bisa dibilang ia mengalahkan semua komika lain sekaligus, karena separuh lebih voter memberikan suaranya pada Dodit. Apa rahasianya? Bisa dibilang kalau ia adalah komika Indonesia yang paling mudah dikenali. Gaya bicaranya yang medok, kaku dan lambat itu bikin nggak nahan. Melihatnya diam saja sudah membuat kita menahan ketawa. Latar belakangnya sebagai guru musik kemudian ia olah menjadi gimmick, di mana ia selalu membawa biola atau instrumen lain ke panggung. Lawakannya tentang pemilu dan servis printer yang super pecah di SUCI 4 pun masih diingat banyak orang sampai sekarang. Padahal, ia bahkan tak mampu lolos maju ke babak 5 besar di SUCI 4. Keputusan para juri itu pun disambut banyak protes dan keluhan dari para audiens. Yah gapapa. Toh terbukti di poling ini kalau sampai sekarang ia masih sangat digandrungi. Wew, selamat ya Dodit!

Nah, berikut tadi adalah hasil Hipweepol perdana kita. Selain komika-komika di atas, beberapa pembaca juga menyebut nama-nama lain seperti Dzawin dan Abdur. Tak dipungkiri kalau akses televisi membuat jebolan SUCI (Stand Up Comedy Indonesia) memang lebih populer di masyarakat. Namun, semua kan kembali ke pembaca. Anyway, terimakasih ya atas pastisipasinya. Sampai jumpa di Hipweepol selanjutnya. Tabik!