Di antara teman-teman lainnya, mungkin kamu dikenal sebagai sosok yang lambat melakukan segala aktivitas. Mandi kamu paling lama, datang ke suatu tempat bisa paling telat, mengerjakan tugas pun kamu yang terakhir selesai, bahkan hanya untuk memberikan pendapat kamu tak bisa memberikannya dengan cepat. Kamu juga paling stres jika diminta mengerjakan segala sesuatunya dengan deadline.

Lelet mikir via news.indiaonline.in

Tidak jarang cara kebiasaan lambat saat mengerjakan banyak hal itu membuat orang disekitarmu merasa gregetan. Kalimat-kalimat seperti:

“Ih, lama banget sih kerjanya”
“Buset deh lo ngerjain gitu saja setahun”
“Lo mandi apa bertapa sih? Masa 2 jam belum kelar juga”

Padahal di balik cara lamamu saat mengerjakan banyak hal ada banyak hal postif itu sayangnya belum diketahui oleh orang lain. Dalam artikel ini Hipwee bakal mengulas 7 kelebihan dari cara kerja orang lamban yang jarang diketahui orang. Mau tahu apa saja?

1. Lelet bukan berarti kamu lamban mengerjakan segala hal, kamu cuma gak mau terburu-buru biar semuanya (mendekati) sempurna.

Advertisement

Biar lama yang penting sempurna! via www.buzzfeed.com

Ketidakmampuanmu menyelesaikan banyak pekerjaan yang banyak dalam waktu singkat inilah penyebab sebagian orang mengkatagorikan kamu sebagai ‘Si Lelet’. Padahal sesungguhnya kamu bukannya tidak mampu tapi lebih tepatnya tak mau. Menyelesaikan tugas bukan seperti melakukan aksi sulap yang bisa dilakukan dengan waktu yang singkat. Kamu perlu waktu lebih untuk membaca perintah, memahaminya, lalu mengerjakannya dengan penuh kehati-hatian. Maka dari itu menempatkan orang yang memiliki cara kerja lamban yang dibidang pekerjaan yang membutuhkan ketelitian menjadi pilihan yang bisa dilakukan.

2. Imbas dari keleletanmu ialah kamu selalu menelurkan hasil pekerjaan yang terbaik.

GAK ASAL JADI. via uproxx.com

Teman : Bro, cepetan. Kantor udah mau tutup nih!

Kamu   : Bentar, sabar. 10 menit lagi udah selesai.

Teman : 2 jam yang lalu lo juga bilang ’10 menit…’

Cara kerja yang seperti ini disebabkan karena orang lambat punya mindset bahwa untuk menyelesaikan segalanya mereka harus melakukan dengan sebaiknya-baiknya. Sifat enggan untuk merampungkan sebuah pekerjaan dengan hasil setengah-setengah membuat mereka jengah. Hal tersebutlah yang membuat mereka dilabeli dengan julukan miss/mr perfeksionis. Kesempurnaan dalam melakukan sebuah pekerjaan menjadi acuran saat menyelesaikan berbagai pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

3. Mereka bilang manajemen waktumu berantakan. Salah! Mereka aja yang terlalu buru-buru.

Woles, bro via www.cutecatgifs.com

Pacar : Yang, milih menunya cepetan dong. Jangan lelet plis.

Kamu : Siapa yang lelet, kamu aja yang kecepetan mesen.

4. Menjadi lelet membuat kamu gak mau anggap enteng semua pekerjaan, meskipun mudah. Karena sesungguhnya gak ada pekerjaan yang enteng.

Gak anggap enteng via www.theontarion.com

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Dalam pemahaman kamu terdengar:

Berat sama dipikul, ringan juga dipikul.

Orang yang punya kebiasaan bekerja secara mendetail dan berorientasi pada kualitas dan kuantitas akan benar-benar memperhatikan satu pekerjaan yang sedang dikerjakannya. Keengganan kamu mengambil banyak pekerjaan didasari bahwa ia tidak ingin terpecah konsentrasinya. Seperti Hipwee katakan sebelumnya bahwa mencurahkan segala usaha guna mencapai hasil maksimal adalah filosofi kerja yang dianut si lamban.

5. Orang lelet memilih dengan hati-hati setiap kata yang keluar dari mulutnya. Memberikan pernyataan secara sembarangan hukumnya ‘Haram’.

Hmm… Berhati-hati dalam bicara. via www.ayblog.com

Tidak hanya cara kerja saja yang lambat, kamu juga cenderung dinilai paling akhir memberikan tanggapan atau komentar. Misalnya saja saat merasa kecewa terhadap suatu hal kamu tidak langsung mengutarakan kekecewaan tersebut tapi dengan bijaksana juga memikirkan bagaimana cara menegur tanpa perlu menyinggung.

Sebagian dari temanmu tentu akan melihat cara ini cukup membuang-buang waktu. Ungkapan seperti:

“Yaelah mikir gitu aja lama amat”
“Buset lo mau ngomong gitu doang kok ribet banget sih?”

Hehehe, justru yang lama kayak kamu yang pantes ditunggu.

6. Kamu jadi gak tergesa-gesa dalam membuat keputusan. Semua opsi diterawang dengan seksama.

Dipilih hati-hati. via www.maiseyyates.com

Tidak tergesa-gesa saat membuat keputusan membuatmu tidak malas untuk memilah baik dan buruk dari sebuah pilihan. Berpikir dengan dalam tentang resiko menjadi hal yang penting kamu pertimbangkan. Meskipun akan memberikan kesan lamban namun sesungguhnya cara ini mencerminkan sikap penuh kehati-hatian. Termasuk dalam urusan cinta…

7. Kamu memikirkan sebuah permasalahan dengan kedalaman. Kamu gak mau menganalisisnya hanya dari sisi permukaan saja.

Berpikir dalam via strategiclibrarian.com

Menganalisis sampai ke akar-akar adalah bagian dari proses panjang yang kamu tetapkan sebelum membuat keputusan. Mengukur sejauh mana efek yang harus ditanggung serta cara menanggulangi efek tersebut juga menjadi pola kamu dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Tidak bersikap asal-asalan menjadi cara yang diambil saat harus berhadapan dengan persoalan yang menghadang.

Itu tadi 7 hal positif dari orang yang punya kebiasaan lelet saat melakukan berbagai hal yang tidak diketahui oleh orang kebanyakan. Kini kamu tidak perlu lagi merasa minder hanya karena merasa lelet saat mengerjakan tugasmu. Di balik kebiasaan lamban tersebut justru tersimpan sisi positif yang selama ini belum terlihat di mata orang lain.