“Nak, kamu kan udah cukup dewasa. Kerja juga udah. Kapan kamu ngenalin ibu sama pacarmu?”

Gak ada angin, gak ada hujan, petir tiba-tiba saja menghujam kepalamu. Kamu gelagapan melihat ekspresi dan pertanyaan dari orangtuamu. Bener juga sih! Umur udah makin dewasa dan matang. Kerja juga sudah. Terus mau ngapain lagi seterusnya?

Tapi-tapi, kerjaan di kantor kan sibuk banget. Tiap hari isinya deadline dan deadline. Malahan sering pulang telat dan lembur. Sampai rumah ya tinggal mandi, makan, dan tidur. Akhir pekan pun cuma bisa dipakai untuk tidur sepuasnya, nyuci baju, bersih-bersih rumah, membantu dan mengantar orang tua belanja ke pasar. Terus kapan bisa cari jodohnya?

Tenang-tenang! Kamu coba saja tengok cara-cara berikut ini! Siapa tahu manjur buat kamu-kamu yang sibuk, produktif, dan dikejar-kejar umur untuk segera menikah.

1. Jika karir masih jadi alasan untuk menjomblo, kenapa tidak bekerja sambil cari jodoh? Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui bukan?

Sumbang aksi di pesta kantor bisa bikin kamu dilihat sama masa depanmu via giphy.com

Advertisement

Gimana caranya emang? Kamu tinggal jangan menutup mata sama single-single yang ada di sekitar kamu. Barangkali mereka juga worth it buat kamu gebet. Selain itu, klien-klien kamu barangkali juga ada yang masih single. Saat melakukan kunjungan marketing atau pun sekedar menjaga silahturahmi, bukannya ini bisa dijadikan sebagai modusmu cari jodoh? Memeriahkan acara di pesta kantor juga bisa bikin kamu dilihat oleh single dari departemen lain, lho!

2. Biar serius carinya, buat alokasi waktu harian atau mingguan untuk kegiatan yang meningkatkan kehidupan sosial.

Nah lo! Bingung gimana ngaturnya via giphy.com

Sabtu

7-10 pagi : Tidur

10-12        : Tebar pesona di media sosial: “Malam minggu ke mana nih?”

12-17        : Usaha online gagal, waktunya usaha offline

17-21        : Gimana caranya, HARUS NGE-DATE!

Minggu

Ulangi langkah hari Sabtu.

Kalau kamu memang tidak merencanakan dan niat untuk mencari jodoh, ya kapan kamu dapat jodohnya? Belilah sebuah buku agenda harian dan alokasikan waktu sosialmu di hari-hari tertentu. Jika perlu, pasang juga di tembok kamarmu menggunakan time table!

3. Jangan segan menolak pekerjaan tambahan dari atasan. Mungkin atasan tahu kamu itu jomblo, makanya dia tak segan kasih pekerjaan macam-macam.

Maaf bos. Saya mau kencan via giphy.com

“Danti, nanti lembur ya! Ada pekerjaan yang harus kamu kerjakan untuk meeting besok!”

“Waduh, gak bisa Pak! Nanti saya sudah ada janji dengan pacar. Mau makan malam.”

“Kamu punya pacar Danti? Sejak kapan?”

“Hehehe….” *senyum kecut*

Sesekali, pura-pura saja kamu sudah punya pacar dan punya janji supaya bisa menolak. Gak dosa, kok! Soalnya ini demi kualitas hidup kamu juga. Kalau kamu kelihatan jomblo terus, ada kemungkinan kamu diikat terus sama pekerjaan kantor. Terus kapan kamu punya waktu buat cari jodoh?

4. Ketika stok single di satu kantor sudah makin sedikit, coba sekali-kali mampir ke kantor tetangga. Barangkali jodohmu memang ada di sana.

Wah, ada yang bening lewat via giphy.com

Ngapain ya ke kantor sebelah?

Tunggu dulu! Kamu gak perlu kelihatan genit atau kecentilan mampir ke kantor tetangga tanpa tujuan. Salah-salah kamu dikira penyusup. Cara jitunya adalah kamu mampir makan di kantin sebelah. Kamu pasti sudah bosan kan dengan menu kantin kantor yang begitu-begitu saja?

Bersyukurlah pula jika kamu bekerja kantor yang konsepnya plaza. Justru kesempatan kamu bertemu dengan banyak orang terbuka lebih lebar lagi.

5. Jangan tidur saja pas hari libur! Gali pertemanan baru lewat organisasi atau komunitas hobi.

Eh, ada yang nyapa… *gugup* via giphy.com

Tidak dapat disangkal lagi kalau bergabung dengan organisasi dan komunitas akan memberi manfaat yang banyak. Pertama, tentu saja ilmu-ilmu baru yang dibagikan saat berkumpul. Kedua, kualitas kehidupan sosialmu juga semakin meningkat. Di poin kedua inilah kamu bisa mengambil kesempatan untuk mencari jodohmu. Barangkali ada satu atau dua yang nyantol di hatimu. Kalau memang kesibukanmu tingkat tinggi, sah-sah saja bila kamu tak jadi pengurusnya. Asal ikut kegiatan kumpul-kumpulnya, sudah cukup sih. Hehehe…

6. Buka buku alumnimu dari masa SD sampai kuliah. Cek keberadaan mereka di sosial media.

Halo, lama gak ketemuuu via giphy.com

Apa gunanya buku alumni kalau bukan untuk mengenang masa-masa indah? Buruan bongkar gudangmu! Tak sedikit lo yang berjodoh dan masuk ke gerbang pernikahan gara-gara reuni kecil. Rangga dan Cinta salah satunya.

Jangan kaget kalau orang-orang yang dulu kamu benci dan jeleknya minta ampun, sekarang jadi orang yang macho dan menawan di Facebook. Orang yang dulu kamu bully karena rambutnya kutuan, sekarang pun jadi cetar membahana bak Syahrini. Sapalah mereka, siapa tahu ngobrolnya cocok dan diajak ketemu? Who knows?

7. Ikut kursus atau sekolah lagi biasanya besar kemungkinan untuk menemukan orang yang masih single.

Yeah, diajak pergi sama dosen ganteng via giphy.com

Atau minimal kamu dengan cepat dan mudahnya mengetahui apakah dia masih single ato gak. Soalnya, interaksi ketika mengerjakan tugas kelompok membuatmu cepat mengetahui bagaimana sosok incaranmu.

8. Sering-seringlah ke tempat yang menumbuhkan jiwa sosialmu. Maksudnya, kamu tidak perlu eksklusif duduk di meja sendiri.

Jangan tidur doang. Sebelah kamu minta diajak ngobrol tuh via giphy.com

Tahukah kamu? Ada tempat-tempat umum yang mungkin tidak nyaman, tapi bisa membuatmu berinteraksi dengan banyak orang? Sebut saja warung makan atau bus umum. Meski harus berdesak-desakan satu sama lain, tapi siapa sangka kamu bisa bilang sekadar “Permisi!” sama orang lain? Kenapa gak diterusin aja sama ngobrol?

9. Orang-orang yang pernah dekat denganmu sering mundur karena kamu punya posisi atau status yang sangat tinggi? Tenanglah, ini bukan salah kamu.

Ngobrol yang ringan biar dia merasa nyaman via giphy.com

Kalau ini benar-benar terjadi sama kamu, mendingan kamu lepaskan labelmu di luar kantor. Jadilah rendah hati kalau sedang tidak bekerja. Ketika kamu berkenalan dengan orang-orang baru, ajaklah bicara yang ringan-ringan saja. Jangan bawa-bawa hal berbau kantor pada pergaulanmu. Jangan juga memamerkan apa yang kamu punya. Sebaliknya, bicara hobi bisa jadi hal yang sangat mengasyikkan.

10. Poin-poin di atas perlu waktu yang lama? Gak berhasil juga? Mau yang instan?

Pingin yang instan? via carlaaudina.files.wordpress.com

Kalau kamu masih gak sabaran dan pengin cepet-cepet bertemu jodohmu, coba aja daftar biro jodoh! Hilangkan aja rasa malumu. Kan katanya perlu cepat?

Kalau masih malu, coba aja daftar di situs/aplikasi jodoh online! Jangan salah sangka, soalnya banyak yang gabung dari berbagai negara dan umurnya juga macam-macam.

Memang perkara cari jodoh itu perlu proses dan gak mudah. Mau yang cepet, salah-salah kamu dapat orang yang salah. Tapi kalau kamu masih kekeuh mau cepat, coba aja yang terakhir. Hehehe… Selamat mencoba!