Dari akhir Januari 2016 hingga awal Februari ini, Indonesia udah mengeluarkan sederet film-film bagus dengan beragam latar belakang cerita. Ada yang mengangkat tema percintaan, keluarga, dan nggak lupa juga komedi.

8 film di bawah ini bisa menjadi referensi hiburanmu. Penasaran dong, film-film apa saja sih itu?

1. Penasaran kenapa film hitam-putih ini bisa memenangkan 3 Piala Citra? Buruan tonton SITI mumpung masih tayang

Film hitam putih ini berhasil memenangkan 3 piala citra 2015 untuk kategori Film Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Penata Musik Terbaik. Mengalahkan film-film seperti Tjokroaminoto, Mencari Hilal, dan Toba Dreams yang ber-budget lebih besar dan lebih terkenal.

Film berbiaya rendah ini bercerita tentang seorang ibu muda bernama Siti (Sekar Sari) yang harus mengurus suami (Ibnu Widodo), anak (Bintang Timur Widodo),dan ibu mertuanya (Titi Dibyo). Setelah suaminya lumpuh karena kecelakaan kapal, Siti harus banting tulang untuk menghidupi mereka dan melunasi hutang. Saat siang Siti berjualan peyek, dan malam harinya ia jadi pemandu karaoke. Dua kehidupan yang sangat berbeda inilah yang akhirnya menimbulkan konflik dalam diri Siti. Apalagi, suaminya nggak mau berbicara dengan dia sejak Siti jadi pemandu karaoke. Sementara ada seorang polisi (Haydar Saliz) kenalan Siti yang ternyata menyukai dan berniat menikahinya. SITI bukan cuma film Indonesia yang bagus, tapi juga percontohan tentang bagaimana film tentang Indonesia seharusnya dibuat.

2. Surat dari Praha. Film ini terinspirasi dari kisah para pelajar Indonesia di Praha yang dicabut kewarganegaraannya, dan terusir dari Indonesia

Advertisement

Surat dari Praha via senggang.republika.co.id

Film ini berlatar kisah para pelajar Indonesia di Praha pada tahun 1966, yang dicabut kewarganegaraannya karena konflik politik domestik di Indonesia pada saat itu. Karena kewarganegaraannya tak diakui pemerintah Orde Baru itulah, para pelajar tersebut tidak bisa kembali ke Indonesia. Cerita bermula dari Larasati (Julie Estelle) yang terpaksa memenuhi wasiat ibunya (Widyawati) untuk memberikan sebuah kotak dan sepucuk surat untuk Jaya (Tyo Pakusadewo) di Praha.

Pertemuan dengan Jaya membuat Larasati memahami jawaban di balik kehidupannya yang sejak dulu tak pernah harmonis bersama keluarga. Ternyata, Jaya merupakan mantan tunangan sang ibu, yang gagal kembali ke Indonesia sejak puluhan tahun lalu karena gejolak kondisi politik dalam negeri. Setelah bertemu, Larasati berpikir bahwa Jaya dan surat-surat yang pernah dikirimkan kepada ibunya adalah penyebab keluarganya tak bahagia. Pada akhirnya, Jaya pun menjelaskan permasalahannya dan pertanyaan tentang mengikhlaskan.

Mau tahu tentang bagian sejarah yang nggak pernah diajarkan ke kamu di sekolah? Tonton deh Surat dari Praha. Selain ceritanya myang menarik dan akting pemainnya yang oke, aransemen musik yang apik dari Glenn Fredly juga akan menemanimu sepanjang film.

3. Ada Talak 3 yang bercerita tentang pernikahan dan perceraian. Uniknya, film ini nggak lupa untuk bercanda.

Talak 3 via www.wowkeren.com

Film yang dibintangi oleh tiga bintang ternama Indonesia: Laudya Cynthia Bella, Vino G. Bastian, dan Reza Rahardian ini telah tayang dari 4 Februari kemarin. Talak 3 mengangkat tema pernikahan dan perceraian. Pasangan Bagas dan Risa telah resmi bercerai namun ternyata timbul kembali perasaan cinta. Benih-benih asmara ini muncul karena mereka berdua harus memperbaiki kondisi keuangan masing-masing, di mana kredit rumah dahulu terancam disita bank.

Keinginan untuk rujuk kembali hadir dan menyulitkan mereka, sebab hukum talak 3 mengharuskan Risa menikah dulu dengan laki-laki lain sebelum rujuk dengan Bagas. Agar berjalan lancar, Bagas mencoba mencari suami kontrak untuk Risa yang pada akhirnya pilihan jatuh pada Bimo, teman masa kecil mereka berdua. Bimo yang dianggap baik dan bertanggung jawab ini pada kenyataannya telah memendam perasaan kepada Risa sejak lama.

Nah, seperti apa ya kisah cinta segitiga ini berlanjut? Buruan yuk mumpung baru tayang di bioskop!

4. Kisah cinta yang tumbuh sejak kecil terkadang membuatmu tersenyum saat mengenangnya. Seperti pada film Aach Aku Jatuh Cinta

Aach Aku Jatuh Cinta via www.21cineplex.com

Ini film kenapa pakai kata β€˜aach’ deh?

Oh, ternyata karena settingnya jadul.

Kisah cinta berlatar belakang era 1970-an, 1980-an, dan 1990-an ini menyimpan banyak kenangan karena beragam perubahan gaya hidup dan ekonomi yang terjadi. Itulah yang dialami Yulia (Pevita Pearce) dan Rumi (Chicco Jerikho), dua manusia yang saling mencintai ini tumbuh bersama sejak kecil karena bertetangga. Hubungan yang terjalin pun penuh keunikan, tragedi, dan komedi memberikan bumbu-bumbu pada keduanya saat melalui perubahan zaman.

Oh iya, film ini disutradarai oleh Garin Nugroho. Jadi, kamu bisa berharap menemukan sinematografi yang apik dan indah di sini.

5. 4 anak manusia yang memiliki rasa cinta dan hubungan di masa lalu. London Love Story, pilihan ciamik untuk kamu yang ingin menyaksikan ke mana hati akan berlabuh

London Love Story via www.bintang.com

Ada 4 tokoh di sini, yaitu Dave (Dimas Anggara), Caramel (Michelle Judith), Adelle (Adila Fitri), dan Bima (Dion Wiyoko). Dua di antaranya memiliki perasaan kepada dua tokoh lainnya. Sayangnya perjalanan untuk meraih hati sang pujaan tak berjalan mulus karena terdapat kenangan masa lalu yang sulit dilupakan.

Dave, mahasiswa popular yang baru ditinggal perempuan tercintanya, bertemu dengan Adelle yang berniat bunuh diri di pesta ulang tahun temannya. Kebaikan Dave menghentikan niat Adelle untuk bunuh diri dan akhirnya membuat gadis itu jatuh hati.

Sementara itu, Caramel yang sudah tidak percaya pada cinta tak mudah menerima perhatian dan perasaan cowok-cowok kepada dirinya, termasuk Bimo. Surat-surat yang berdatangan ke rumah ibunya menyebabkan cekcok antara Caramel dengan sang ibu. Caramel sendiri pun tak berkeinginan membuka luka lama dengan membaca surat tersebut.

Pada akhirnya mereka berempat bertemu dengan cara tak terduga. Dan pertemuan tersebut pun menjawab seluruh kegundahan hati di antara mereka. Haha, penasaran gak sih?

6. Masih ada film-film bagus yang coming soon lho. A Copy of My Mind, peraih 3 Piala Citra ini bisa kamu saksikan mulai 11 Februari 2016 nanti

A Copy of My Mind via www.wowkeren.com

A Copy of My Mind sebelumnya pernah mengikuti Festival Film Venice 2015 dan Toronto International Film Festival 2015. Di dalam negeri, film ini berhasil mendapatkan 3 piala citra untuk kategori Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, dan Penata Suara Terbaik. Film yang dibintangi oleh Tara Basro dan Chicco Jerikho ini merupakan potret kehidupan Indonesia, tepatnya kota Jakarta zaman sekarang.

Film ini bercerita tentang Sari, seorang karyawati facial di salon kecantikan murah, sedangkan Alek adalah pembuat teks untuk DVD bajakan. Benih-benih cinta muncul saat Sari mengembalikan DVD ke toko karena teks filmnya yang buruk. Perasaan cinta pun berlanjut, namun kondisi politik yang kacau membuat perasaan β€” bahkan nyawa β€” keduanya terancam.

7. Di tanggal 11 Februari 2016 ada referensi film lainnya buat kamu, para Your Raisa. Yup, film Terjebak Nostalgia hadir menemanimu

Terjebak Nostalgia via www.wowkeren.com

Buat kamu para Your Raisa atau kamu yang penasaran bagaimana cerita dari sekadar lirik lagu ini diangkat ke sebuah layar lebar, bisa kamu nikmati di bioskop mulai 11 Februari nanti. Film pertama penyanyi lagu Terjebak Nostalgia ini bercerita tentang dua orang yang saling mencintai dan memiliki impian yang sama. Untuk karier, serta cintanya.

Mengisahkan tentang perpindahan Sora ke New York, membuat hubungan keduanya terputus. Ketika itu juga Sora tak pernah kembali ke Jakarta, ke Raisa. Impian dahulu seperti menghilang begitu saja. Di sisi lain ada Reza, yang merupakan sahabat Raisa bersedia menemaninya pergi ke New York. Puncak permasalahan pun muncul di antara mereka bertiga. Raisa akhirnya mengingat masa lalunya, nostalgia yang membuatnya terjebak atau membebaskannya.

8. Cerita tentang perjuangan hidup penderita kanker dapat kamu saksikan pada film I am HOPE, mulai 18 Februari 2016

I am HOPE via www.21cineplex.com

Film ini mengisahkan perjalanan hidup seorang penderita kanker bernama Mia, perempuan yang berkeinginan membuat pertunjukan teater. Impian tersebut harus berhenti sementara karena penyakit kankernya, yang juga telah merengut ibundanya. Hidup sederhana yang dijalani saat ini harus Mia relakan karena biaya pengobatan. Rasa khawatir akan terulangnya peristiwa buruk yang pernah datang ke keluarganya pun muncul. Kondisi keuangan yang semakin merosot, ayahnya yang kembali terpuruk, dan impiannya yang semakin jauh dari harapan.

Selama berjuang, Mia ditemani oleh Wanita Bernuansa Pelangi yang selalu setia dan memberikan semangat. Energi yang seharusnya ia simpan untuk menciptakan impiannya secara perlahan menghilang. Namun, Mia tetap berusaha merealisasikan mimpinya tersebut hingga suatu saat brtemu dengan seorang aktor bernama David. Melalui David, Mia dapat mewujudkan mimpinya bersama Rama, sang produser ternama. Tak hanya pada impiannya, tapi kegigihan Mia terlihat saat pengobatannya yang panjang.

Mampukah Mia melawan penyakit kanker yang sebelumnya telah merengut ibunya? Film yang dibintangi oleh Tatjana Saphira, Alessandra Usman, Tio Pakusadewo, Fachri Albar, dan sederet bintang lainnya bisa kamu saksikan di bioskop mulai 18 Februari 2016.

9. Kisah cinta LDR memang penuh lika-liku. Kamu bisa tonton film Stay With Me mulai 25 Februari 2016.

Stay With Me via www.bintang.com

Film yang dibintangi oleh Boy William dan Ully Triani ini bercerita tentang Boy yang harus rela terpisah dengan Deyna, perempuan yang telah mengisi hatinya pindah ke Eropa. Suatu hari takdir mempertemukan mereka kembali, sayangnya situasi telah berbeda. Mereka berdua masing-masing sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Setelah pertemuan itu, mereka yakin bahwa ada alasan mengapa bertemu kembali. Mereka merasa seperti ada hal yang disembunyikan dan perlu diutarakan. Mereka pun tahu bahwa ada yang harus diselesaikan, yaitu kisah dahulu yang membawa kebahagiaan jika dilanjutkan.

Gimana, udah tahu belum mau nonton film yang mana? Jangan cuma nonton film produksi luar, industri film Indonesia juga sedang sibuk-sibuknya berbenah kok! Sampai ketemu di bioskop, ya! πŸ™‚