“Menimba dan menuntut ilmu di Jogja takkan ada habisnya, meski kini jalan yang kutempuh setelah lulus telah berbeda.”

Jika kamu pernah bersekolah dan hidup di Jogja selama beberapa tahun, hal-hal menarik dan membuat rindu pastinya sudah khatam kamu rasakan. Tempat makan, tempat nongkrong hingga tempat wisata khas pelajar juga pasti tak luput dari keseharianmu sebagai anak rantau yang identik dengan penghematan dan pengiritan.

Terlepas dari kata irit dan hemat tadi, menjadi anak perantauan di Jogja itu memang tak diragukan lagi kenikmatannya. Nah kali ini, Hipwee akan membuktikan melalui 7 alasan mengapa kamu takkan pernah menyesal merantau di Jogja serta selalu berniat ingin kembali lagi.

1. Dibanding kota lainnya, Jogja punya warna berbeda. Meski kemacetan mulai melanda, keramahtamahan masih kental terasa

Jogja, penuh keramahan via staging.la-lights.com

“Sekarang, jalanan Jogja macet semua. Pembangunan hotel dan mall yang banyak mungkin jadi salah satu penyebabnya.”

Advertisement

Tak bisa dipungkiri bahwa tingkat kemacetan di Jogja semakin parah. Pengaruh dari kemacetan ini tentu saja tak bagi satu kalangan saja, anak rantau yang setiap pagi harus tepat waktu datang ke kampus atau kantor pun ikut pusing tujuh keliling dibuatnya.

Namun, meski riuhnya kemacetan Jogja ini terjadi setiap hari, tak membuat bosan para anak rantau untuk terus mengembangkan potensinya di sini. Keramahtamahan penduduk yang masih banyak dijumpai telah menjadi pemacu semangat untuk terus menunaikan tugas mulia sebagai generasi penerus bangsa.

2. Kost yang ramah harganya jadi saksimu belajar mengembangkan zona nyaman di luar keluarga. Di Jogja kamu belajar jadi dewasa

kost-nya pun murah via tanahperumahanjogja.blogspot.com

Karena makin banyaknya permintaan tempat tinggal sementara atau kost, banyak pengusaha kost-kost’an yang tak berani mematok tarif mahal bagi para pelajar atau anak rantau. Range harga dari 175-250.000 pun masih banyak ditemui di Jogja, khususnya daerah-daerah yang dekat dengan kampus atau perkantoran. Selain nggak boros uang saku, kesan yang kamu dapat tentang kost di Jogja adalah baiknya para ibu kost yang nggak tega mau nagih uang bulanan ketika kamu kelupaan atau telat. Iya nggak?

3. Kemewahan di sini bukan segalanya. Banyak kebahagiaan tercipta dari hal sederhana. Makan di angkringan dan burjo misalnya

makanan di Jogja mah murah-murah via yudhabaskoro.blogspot.com

Kalau kamu anak rantau sejati, makan di angkringan atau burjo pasti pernah dirasakan. Harga makanan yang ada di kedua tempat ini tak diragukan lagi murah dan hematnya bagi anak perantauan. Menikmati sate atau ceker ayam, lumpia hingga nasi telur yang mengenyangkan pun tak perlu merogoh kocekmu terlalu dalam, cukup 10.000 rupiah saja perutmu sudah sangat dipuaskan.

4. Kota ini sangat memanusiakan pelajar. Banyak paket-paket murah dan hemat buat anak rantau yang kantungnya pas-pasan

dimanjain sebagai maahsiswa deh… via uajy.ac.id

Mau nyuci, ada laundry yang murahnya nggak ketulungan, cuma 2.500/kg

Mau olahraga murah, ada paket futsal khusus pelajar

Mau refreshing, ada paket karoke murah khusus bagi pelajar

Mau makan, ada kok restoran dengan paket hemat khusus pelajar

Dengan banyaknya tawaran-tawaran bagi pelajar dan anak rantau tadi, Jogja selalu sukses membuat rindu karena paket-paket hemat semacam itu jarang ditemui di kota lain.

5. Urusan lepas dari kepenatan, Jogja selalu bisa diandalkan. Apa-apa dekat. Tinggal jalan!

tempat wisata murah meriahnya banyak via indonesia.travel

Hingga saat ini, banyak tempat-tempat wisata yang nyaman dan murah ditemui di Jogja. Dari mulai pantai, gunung, bukit, atau tempat belanja sudah ‘menjamur’ seolah tahu bahwa anak-anak rantau itu rentan dengan kepenatan. Rehat sejenak dari kepadatan aktivitas selalu tak sabar ditunggu karena banyak tempat-tempat menarik yang ‘berbisik’ ingin segera dikunjungi.

Tak hanya tempat-tempat belanja yang murah dan beragam, penampakan alam dan pantai yang masih alami pun bisa kamu jadikan pelepas kepenatan di hari liburmu yang berharga di Jogja.

6. Gimana nggak bahagia? Modal 10 ribu dan harddisk aja, aman hiburan berbulan-bulan lamanya

Kota ini amat memudahkan hidup perantaunya via damarsaloka.com

Cukup dengan harddisk dan uang 10 ribu aja, hiburanmu udah bisa aman berbulan-bulan lamanya. Luxury, Platinum, Dewa Net, you name it. Hampir semua warnet di Jogja punya Ah. Kota ini memang selalu memudahkan pendatangnya…

7. Jogja tidak hanya memberimu gelar dan ijazah. Dia memberimu teman dan kenangan seumur hidup. Cintamu ke kota ini tidak akan redup

namun, Jogja memang selalu di hati via nurulnoe.com

“Dulu niatan ke Jogja sih mau kuliah terus pulang lagi ke Lombok setelah lulus. Tapi, karena kebetulan keterima kerja di sini, niatan pulang ke Lombok pun tertunda. Betah dan nggak mau beranjak, itu kesan pertama ketika berada di kota yang ramahnya luar biasa ini. Nggak mustahil kalau dalam sehari aku mendapatkan senyuman dari orang di jalan, bahkan belum saling mengenal. Itu hal membahagiakan buatku, Jogja sangat istimewa dan tak pernah gagal membuatku ingin terus berada di sini hingga berkeluarga nanti.”

Dwika, 25th

Terlalu sulit mendeskripsikan bagaimana istimewanya Jogja bagi anak rantau. Buatmu Jogja bukan seperti kata Jokpin yang terdiri dari angkringan dan rindu. Melainkan ‘Rindu, Rindu, dan Rindu.’

Kredit feature image: http://uajy.ac.id