Sejak beberapa bulan terakhir, netizen Indonesia tengah diramaikan dengan wacana seputar apa yang dinamakan dengan flat earth. Teori ini mengatakan bahwa bumi ini sebenarnya berbentuk datar dan lempeng, bukan bulat seperti yang dipercayai oleh masyarakat jaman sekarang.

Sebenarnya pandangan bahwa bumi itu datar bukan barang baru. Kepercayaan itu sudah muncul sejak jaman kuno. Dan kalau dihitung-hitung, sesungguhnya kepercayaan umat manusia bahwa bumi itu datar masih jauh lebih lama daripada masa kita percaya bumi itu bulat sesuai teori heliosentris (baru sekitar 500 tahun). Akan tetapi, memang publik baru kemudian menaruh minat pada isu ini kembali sejak organisasi masyarakat Flat Earth yang pertama didirikan, The International Flat Earth Research Society (IFERS) pada 1956.

Di Indonesia sendiri, mulanya banyak yang menertawakan dan meremehkan kepercayaan ini, tak ubahnya seperti menanggapi pernyataan-pernyataan konyol terkait ramalan hari kiamat yang seakan tiap tahun pasti ada. Namun, karena pandangan yang satu ini menawarkan argumen-argumen yang tak bisa dipandang sebelah mata, berbondong-bondong mulai banyak pihak yang beranjak mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan kebenarannya. Kamu sendiri bagaimana? Cek dulu yuk asumsi-asumsi ini:

Salah satu pemicu di Indonesia adalah rilisnya sebuah video Flat Earth yang menjelaskan secara cukup rinci perihal bentuk Bumi yang sebenarnya adalah datar

Bumi itu bulat via yamanous.files.wordpress.com

Sekitar bulan Juni lalu, muncul sebuah video bertajuk Flat Earth yang banyak mengundang perhatian. Terdiri dari 6 episode, isi video tersebut adalah pemaparan argumen-argumen yang meyakinkan bahwasanya bumi itu sebenarnya berbentuk datar. Cukup banyak yang dibedah, mulai dari foto-foto bumi dan satelit luar angkasa yang dituding manipulatif, perhitungan jarak matahari dan bulan yang keliru, jalur penerbangan yang janggal, hingga proyek konspirasi kekuasaan dan kebohongan-kebohongan NASA beratus-ratus tahun lamanya. Bagi Kamu yang tidak punya dasar pengetahuan tentang astronomi, geologi, dan keilmuan Sains lainnya, dijamin bakal cuma bisa ngangguk-ngangguk.

Advertisement

Video Flat Earth yang tenar itu terdiri dari beberapa episode. Inilah seri pertamanya:

Hm, gimana?

Pasca wacana perdebatan ini makin ramai, kedapatan bahwa sebagian ilmuwan juga menyatakan dukungannya pada teori ini

Sejumlah orang yang tergabung dalam kelompok Flat Earth Society–sebutan untuk orang-orang yang percaya bahwa bumi itu datar–menepis alasan-alasan yang selama ini dipercaya menunjukkan bumi itu bulat, seperti halnya foto-foto luar angkasa. Menurut mereka, itu tak lebih dari rekayasa yang diatur oleh NASA dan elit pemerintah lainnya.

Salah satu teori terkemuka mereka menyebut bumi serupa piringan, di mana lingkaran Arktik berada di pusatnya, sementara Antartika, sebuah dinding es setinggi 150 kaki atau 45,7 meter, berada di pinggiran mengelilingi dan membatasi lautan dan lima benua yang selama ini kita kenal. Mereka mengklaim, NASA mempekerjakan sejumlah orang untuk menjaga ketat dinding es ini, mencegah siapapun memanjatnya dan menemukan apa yang sebenarnya terdapat di luar dinding es ini. Sesuatu yang khalayak tak pernah tahu sebelumnya. Beberapa pihak menduga di balik Antartika itulah terdapat belahan dunia lain yang sengaja disembunyikan agar sumber daya alam yang ada di sana bisa diambil sesuka hati oleh para penguasa.

Sementara siklus siang dan malam dari Bumi dijelaskan sebagai berikut: Matahari dan Bulan adalah benda berbentuk bulat berdiameter 51 kilometer, yang berputar di ketinggian 4.828 kilometer di atas Bumi yang datar.

Seperti lampu sorot, bola-bola langit itu menerangi bagian yang berbeda dari planet dalam siklus 24 jam. Para pendukung teori ini juga yakin ada obyek tak terlihat bernama “antimoon” (anti-Bulan) yang bertanggung jawab mengaburkan bentuk Bulan, menjadi bulan sabit misalnya. Flat Earth Society via liputan6.com

Lebih jauh lagi, bagi mereka, gravitasi bumi tak lain tak bukan adalah ilusi. Daya tarik bumi, menurut mereka, tidak mempercepat benda ke bawah, namun piringan bumi lah yang mempercepat gerak benda 9,8 meter per detik kuadrat, didorong oleh kekuatan yang dinamakan “energi gelap”. Cara berpikir kelompok Flat Earth Society mengikuti cara pikir “Metode Zetetic”, metode ilmiah alternatif yang berkembang pada Abad ke-19.

“Pada dasarnya metode ini menekankan pada rekonsiliasi antara empirisme dan dan rasionalisme, dan membuat kesimpulan logis berdasarkan data empiris,” kata wakil ketua Flat Earth Society, Michael Wilmore asal Irlandia pada situs sains, Life’s Little Mysteries.

Teori ini juga menjelaskan kenapa jalur penerbangan pesawat internasional sebagian besar mengharuskan kita untuk transit di bandara-bandara yang terkesan tidak searah jalurnya. Karena ternyata jalur-jalur itu menjadi pas atau searah jika diterapkan di peta bumi datar, yang susunan benuanya berbeda dengan tatanan peta yang selama ini kita percaya.

Sejalan dengan teori flat earth, teori gravitasi dari Newton pun dibantah

Salah satu teori dasar yang mendukung bumi bulat adalah adanya gravitasi atau daya tarik bumi. Adanya gravitasi bumi membuat manusia tidak merasakan kemiringan bumi yang berbentuk bulat. Berdasarkan teori yang dicetuskan oleh Isaac Newton ini, planet-planet bisa bergerak mengitari matahari pada jalurnya.

Menurut kaum flat earth, teori gravitasi yang muncul tahun 1679 ini sudah tidak relevan alias gugur ketika Nicolas Tesla menemukan teori elektromagnet pada abad ke-19. Flat Earth mengasumsikan bahwa benda-benda langit berputar pada jalurnya karena pengaruh medan magnet bumi, bukan gravitasi. Artinya, pusat tata surya adalah bumi, bukan matahari.

Jika memang gaya gravitasi daya tarik bumi itu ada, kenapa balon bisa terbang ke udara? Saat membahas soal balon ini, tentunya teori gravitasi menjadi tidak relevan karena yang dibicarakan menjadi teori berat massa milik Archimedes. Jika massa-nya ringan akan terbang, jika berat akan jatuh. Menurut flat earth, manusia bisa berpijak di bumi selain karena berat massa manusia yang memang lebih berat dari massa udara juga karena adanya medan magnet bumi.

Bila demikian, kenapa bulan, matahari dan benda-benda langit lainnya tidak menabrak bumi yang punya daya magnet besar? Seperti halnya di video di atas, benda-benda langit lainnya berada dalam pengaruh medan elektromagnet bumi sehingga mereka semuanya mengitari bumi pada jalurnya.

Tidak hanya dari wilayah sains, asumsi flat earth juga muncul dari ranah religius. Sebagian percaya Al-Quran merujuk pada kepercayaan bumi itu datar. Klik halaman selanjutnya ya.