Kehidupan para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line memang nggak pernah sepi dari cerita. KRL yang menghubungkan kota dan sub-urban sekitar Jakarta ini memang jadi pilihan transportasi sejuta umat. Selain murah, rute terjangkau, kadang-kadang ini jadi satu-satunya pilihan yang masuk akal daripada naik angkutan lainnya. Sekarang juga sudah ada gerbong khusus wanita yang dibuat untuk meningkatkan kenyamanan kaum hawa dalam naik angkutan umum.

Nyaman? Tunggu dulu!

Anggaplah kamu adalah cewek yang hampir setiap hari menggantungkan nasib pada KRL untuk sampai ke tempat kerja. Nyaman itu nggak ada di kamusmu! Boro-boro, kamu justru masuk zona di mana kayaknya semua penghuninya pengen bunuh-bunuhan.

Tepuk-tepuk dulu pundakmu, pejuang tangguh. Ini adalah bukti-bukti bahwa kamu layak jadi Katniss Everdeen karena sesungguhnya, arena Hunger Games yang ganas itu ya adanya di KRL gerbong wanita.

1. Ketika masih newbie, kamu selalu punya mentor sesama survivor yang lebih dulu mencicipi KRL darimu

nggak usah lebay deh… via giphy.com

Advertisement

Atas nama sisterhood, orang-orang seperti ini selalu ada untuk membagikan panduan bertahan hidup dan pelajaran-pelajaran penting yang dipetik dari gerbong khusus wanita. Temanmu, kerabatmu, bahkan orang asing yang kebetulan bertemu di jalan. Awalnya kamu mendengarkan cerita mereka cuma atas asas kesopanan aja. Karena kamu berpikir, mana mungkin sih kereta bisa seganas itu.

2. Sampai ketika kamu melihat dengan mata kepala sendiri, orang turun dari gerbong KRL dengan baju dan rambut berantakan

Pada saat itulah kamu merasa semua cerita-cerita itu bukan dongeng semata. Gemuruh jantungmu mendadak terasa sangat kencang…

3. Dan kereta yang akan kamu naiki pun datang. Hitungan mundur dimulai…

5…4…3…2….1…. via giphy.com

Orang-orang di sekitarmu sudah siap di posisinya masing-masing. Tapi tentu saja cewek-cewek yang potensial jadi sainganmu berkumpul di depan gerbong paling ujung yang berhiaskan stiker pink terang menyala: “gerbong wanita”. Kamu bergabung bersama mereka, berharap bisa menemukan teman seperjalanan. Tapi semua orang tampaknya hanya fokus pada dirinya sendiri. Nggak papa, cemaskanlah dirimu sendiri.

4. Pintu terbuka. Didorong dari belakang, diteriakin dari depan. Aku di tengah-tengah seperti daging burger yang tergeletak pasrah.

Aturan sih emang yang di dalam keluar dulu biar ada tempat kosong, baru yang di luar masuk. Gampang kan logikanya? Tapi yang begini mana pake logika. Cewek-cewek ini nggak mau ambil resiko nggak bisa masuk kereta dan harus nunggu jadwal berikutnya, karena bisa jadi terlambat ke kantor sama dengan potong gaji dan jatah nabung buat kebaya lamaran jadi sirna. Belum lagi serem dimarahin bos. No no, big no!

Terpaksa kamu ikutan mendorong juga dong. Soalnya kalau diam saja, kamu bisa terlempar dan celaka. Pokoknya selama pintu masih terbuka, berubahlah jadi elastis. Kamu akan dijejalkan di sesedikitpun celah yang ada, tanpa ada yang mikir bahwa kalian ini manusia, bukan lilin plastisin.

“Woi, cepet maju!”

“Woi udah nggak muat tau!”

5. Untung tadi kamu sudah memilih kostum yang tepat.

Tadinya kamu sempat berpikir mau pakai dress seperti ini.

Tapi untunglah kamu urungkan niat. Daripada terbakar emosi warga.

Berjibaku di gerbong wanita memang lebih baik dengan pakaian nyaman seperti baju dan celana kerja yang sederhana, dipadu dengan sepatu teplek. Selain memudahkanmu bergerak, pakaian seperti itu juga membuatmu aman dari tatapan geram cewek-cewek lainnya yang merasa tersaingi dengan stylemu yang fabulous. Ingatlah kawan, di dunia cewek, semuanya itu saingan termasuk penampilan.

6. Percuma ngeluh. Bukannya dimaklumi, kamu malah akan makin disebelin.

Kejepit dikit, “aaaah…” Keinjek dikit, “aduuuh…”

Diem deh. Di sini nggak ada cowok-cowok yang bakal luluh dan melihatmu sebagai makhluk yang perlu dilindungi. Di sini kita semua sama. Tutup mulut atau dilempar rame-rame keluar jendela dan dilindes kereta.

7. Ketabahan semakin diuji ketika terdengar pengumuman kereta mengalami gangguan.

Ada perbaikan rel di Manggarai… Ada longsor… Ada ini, ada itu. Akhirnya keretamu berhenti di tempat yang sama selama satu jam. Dan posisimu masih terjepit dengan indahnya. Kaki mulai kesemutan. Mau dengerin musik, lupa bawa headset. Baterei hape mulai sekarat. Kamu ternyata juga lupa bawa powerbank. Kenapa sih hal ini harus terjadi, kenapa?

8. Nggak cuma kursi di Senayan yang diperebutkan dengan segala cara. Kursi di KRL gerbong wanita juga!

Setelah semua berebut untuk masuk, bukan berarti perebutan berhenti sampai di sini saja. Kursi-kursi di dalam gerbong kereta ini terlihat seperti singgasana terbaik di dunia. Orang-orang di sekitarmu akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Karena itu, ketika sudah ada gelagat ada orang yang akan turun dan melepaskan kursinya, seketika formasi cewek-cewek yang berdiri mulai berubah. Ada yang pasang jurus kuda-kuda, ada yang menginjak kaki orang di sampingnya, ada yang sengaja memblok jalan agar tidak ada yang bisa maju mencapai kursi itu sebelum dirinya, ada yang bahkan dengan terang-terangan meminta kursi tersebut karena merasa memerlukannya.

“Semua orang juga perlu, keleusss…”

9. Tapi sayangnya, nggak semua cewek peka merelakan kursinya untuk cewek lain yang benar-benar membutuhkannya

Lansia, ibu hamil, dan anak-anak perlu diprioritaskan untuk dapat tempat duduk di dalam angkutan umum. Semuanya tau ini, tapi sayangnya nggak semua peduli. Ada yang pura-pura tidur, pura-pura nggak liat, pura-pura nggak denger, atau terang-terangan menolak.

“Minta sama yang di bangku prioritas aja, Mbak.”

Agak sedih sih memang, betapa berapa menit di dalam KRL bisa membuat orang kehilangan hati nuraninya. Bukannya sesama wanita harusnya saling punya prikewanitaan?

10. Orang-orang seperti itu membuat yang lainnya geram. Maka dimulailah perang kolosal.

Pasti ada orang-orang yang tidak bisa tinggal diam melihat lansia, ibu hamil, atau anak-anak diperlakukan semena-mena. Maka orang-orang seperti ini akan menegur dengan keras demi menegakkan keadilan dan kebenaran.

“Mbak, ngalah dong, ibu hamil tuh!”

“Ye, saya juga lagi sakit ini, Mbak!”

“Sakit jiwa?!”

11. Nggak jarang juga, sampai pukul-pukulan.

Adu mulut bisa berujung dengan saling pukul. Keluar atau bergeser dari dalam gerbong merupakan hal yang rumit. Harus pelan-pelan dan sopan, karena nggak semua orang rela kasih jalan. Kalau kamu tetap memaksa, bisa-bisa kamu dipukul orang.

12. Walau begitu, ketika ada yang solider mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingannya, kamu diam-diam terharu.

Semoga Mbaknya dapet rumah di surga…

13. Begitu kereta sampai tujuan, kamu harus segera berubah jadi X-Men agar bisa keluar dari gerbong jahannam.

Gerbong ini, masuk susah keluar juga susah. Kalau keretamu sudah mau sampai tujuan, pastikan kamu sudah ambil ancang-ancang dari jauh dan bergeser pelahan mendekati pintu. Stamina fisikmu pun harus tetap terjaga, karena begitu pintu terbuka, puluhan kepala-kepala cantik lainnya sudah mengincar posisimu di dalam sana. Kamu akan didorong dari segala arah. Jangan sampai terjatuh, karena kalau jatuh pun kamu bisa terinjak-injak dulu baru ditolongin. Jadi, kalau kamu cuma manusia biasa yang nggak punya kekuatan super menembus tembok, banyak-banyaklah berdoa.

14. Akhirnya penderitaan ini selesai juga. Selamat, kamu sudah lulus dari Hunger Games episode pertama.

Taraaaa!!! Selamat datang udara segar dan kebebasan. Terima kasih, Tuhan. Berjibaku di KRL gerbong wanita mengajarkanmu kompetisi hidup yang berharga. Kini kamu siap jadi mentor untuk newbie lainnya…

Perjuangan sengit di KRL gerbong wanita memang segitunya. Tak heran jadi banyak cewek-cewek yang lebih memilih naik gerbong umum, karena biasanya berjibaku dengan cowok cenderung lebih selo daripada masuk ke zona perang terbuka dengan cewek-cewek lainnya. First timer mungkin akan kaget dan kapok naik gerbong khusus wanita di jam-jam padat. Namun bagi kamu yang memang mau nggak mau harus naik ini, lama-lama terbiasa kok.

Sabar aja ya, girls.. Jangan baper. Sama seperti Hunger Games, semua yang menyakitimu di dalam sana hanya berusaha untuk bertahan hidup. Bukan karena mereka benar-benar ingin menyingkirkanmu dari dunia ini. Di luar gerbong kereta, mungkin kalian bisa temenan kok.