Pernah membayangkan nggak kalau di dunia ini cuma ada satu jenis kelamin, yaitu cowok? Wah, pasti setiap hari akan ada perang yang terjadi. Cewek ada di dunia ini sebagai penyeimbang bagi cowok-cowok yang berkepribadian keras, dengan kelembutan dan kasih sayang yang dimilikinya. Keunikan cewek memang membuat dunia ini lebih berwarna.

Tapi di balik kelembutan yang dimilikinya, cewek juga harus bisa kuat menghadapi banyak perjuangan hidup. Perjuangan apa sih yang dialami oleh para cewek, apakah kamu juga penasaran ingin tahu?

Cewek itu harus akrab dengan rasa sakit

1. Tiap bulan, ada PMS yang datang menantang.

Kamu sendiri nggak tau maumu apa via www.gurl.com

Emosi naik-turun, nafsu makan gak jelas, berubah jadi super-sensitif, hingga nyeri dan pegal tak tertahankan adalah hal-hal yang umum cewek rasakan gara-gara PMS. Kadang kita sampai mesti bolos kelas atau izin nggak masuk kantor demi tidur atau guling-guling seharian di kasur. Nggak jarang juga, orang-orang tersayang yang nggak salah apa-apa juga kena marah.

Hehehe…buat kamu yang sering jadi korbannya, sabar ya…

2. Demi kulit mulus, cewek bakal waxing, threading, dan menjabani kegiatan pencabut bulu yang lain

Advertisement

Yang penting mulus via adsoftheworld.com

Kamu tentu gak mau tampil seperti wanita purba saat memakai baju tanpa lengan atau dress selutut yang lucu. Sayang, mencukur bulu dengan alat cukur biasa bisa membuat ketiak kita gelap. Maka dari itu, waxing itu perlu! Nggak apa-apa sakit sedikit, yang penting bisa tampil maksimal di hadapan semua orang.

3. Mau muka mulus, cerah, dan bebas jerawat? Harus rela kulit merah-merah di-facial!

Beauty is pain via www.stellalee.net

Masalah lain yang muncul ketika kamu lagi PMS: jerawat di mana-mana! Daripada mengganggu penampilan dan bikin mood makin buruk, lebih baik facial deh ke salon. Iya, memang sakit. Tapi harus dibiasakan. Apalagi kalau kamu bermimpi punya wajah yang mulus, putih, dan cerah.

Kalau cantik itu luka, jadi jelek itu apa? Hahahaha.

4. Yang menunggu di masa depan: rasa sakit saat melahirkan

Sakitnya nggak bisa dibayangkan via youtube.com

Mungkin ini adalah salah satu momen yang ditakuti oleh wanita. Mendengar kata ‘melahirkan’ saja, sudah terbayang rasa sakit yang akan timbul dari kontraksi otot rahim. Belum tahu bagaimana rasanya sih, tapi yang pasti berkali-kali lipat jauh lebih sakit dari PMS.

5. Mau kelihatan makin menawan? Pakai sepatu hak tinggi aja…

Kaki terlihat jenjang via www.fashionins.com

Mau 5 senti, 10 senti, atau 15 senti, semuanya dicoba! Memakai sepatu hak tinggi ke pesta memberikan kepuasan tersendiri untuk para cewek postur tubuh yang seksi, kaki yang jenjang, serta penampilan anggun. Kalau wanitanya terlihat cantik dan anggun, kalian yang pria juga merasa bangga ‘kan menggandengnya?

(walaupun tentu habis itu kaki kami bakal sakit-sakit semua)

6. Sakitnya jadi cewek gak cuma di fisik saja…tapi juga di hati. Bagaimana kalau suami minta izin berpoligami?

Mungkin salah satu ketakutan wanita yang paling besar adalah dipoligami. Hati wanita mana yang tidak hancur saat mengetahui kalau suaminya ingin menikah lagi? Diselingkuhi saja rasanya sudah sakit, apalagi harus dipoligami. Hanya wanita yang benar-benar kuat dan tabah yang mau mencoba berdamai dengan rasa sakit itu.

Cewek juga harus akrab dengan tuntutan yang sering bikin serba salah

7. Kata orang, “Cewek itu harus bisa dandan!”

Harus bisa dandan! via www.youtube.com

Teman: “Kucel banget sih. Jadi cewek itu harus bisa dandan, biar cantik.”

Kamu: “Emangnya kalau mau cantik harus dandan dulu?”

Teman: “Ya nggak, sih. Tapi kalau nggak dandan aja cantik, gimana kalau dandan? Nanti jadi tambah banyak yang naksir.”

Buat kamu yang sampai sekarang masih nggak bisa dandan, kalimat ini sudah kayak nasi buatmu. Makanan tiap hari! Jadi, santai aja~~ Lagipula cewek yang dandan juga belum tentu ada yang naksir, kok.

8. Ketika akhirnya kamu dandan, komentar orang: “Cewek itu lebih cantik kalau natural…”

Sampai-sampai ada yang namanya ‘No-makeup’ makeup via www.fabulousmakeup.co.uk

Nggak bohong, kadang kamu pun ingin terlihat berbeda dari biasanya. Kamu pun mencoba dandanan sederhana untuk pergi ke kampus.

Melihat wajahmu yang sudah dipulas make-up, teman-temanmu berkomentar.

Teman: “Kamu dandan, ya?”

Kamu: “Iya. Bagus nggak?”

Teman: “Bagus. Tapi lebih baik kamu natural aja, deh. Ribet lihatnya.”

Kamu: *mengelus dada* *bingung harus gimana*

Senyumin aja via giphy.com

Yang ribet siapa ya sebenarnya? Padahal kemarin juga mereka yang nyuruh kamu dandan.

9. Sebagai calon wanita dewasa, kamu dituntut bisa masak dan pandai mengurus pernak-pernik rumah tangga.

Kamu pun belajar memasak via teysaja.wordpress.com

Kamu: “Bu, ini gimana motong bawangnya?”

Ibu: “Duh, Nduk. Kamu ini anak perempuan, harus bisa masak. Ini motong bawang aja nggak bisa. Suami sama anak nanti mau dikasih makan apa?”

Kamu: “Di dunia ini masih banyak warung makan, kok, Bu.”

Ibu: *melempar potongan bawang ke arahmu*

Melihat dari banyaknya makanan gosong yang kamu hasilkan, memasak sepertinya memang bukan bakatmu. Tapi kamu harus menyingsingkan lengan dan terus belajar demi menyediakan makanan untuk keluarga kecilmu kelak.

10. Tidak hanya itu, kamu juga dituntut berprestasi dan sekolah tinggi-tinggi

Cewek perlu berpendidikan tinggi via newsandfeaturesonindonesia.blogspot.com

Selain piawai soal urusan rumah, cewek juga dituntut harus berpendidikan tinggi. Setidaknya, ada gelar sarjana yang mengekor di belakang namamu.

Kalau untuk yang satu ini kamu memang perlu setuju. Pendidikan tinggi merupakan salah satu cara untuk menggapai mimpi-mimpimu. Selain itu, pendidikan tinggi juga akan membuka pikiranmu menjadi lebih luas. Nggak akan ada lagi tuh istilah perempuan ketinggalan dari laki-laki. Sekarang, semua bisa sama pintarnya!

11. Kata orang, jadi perempuan harus jual mahal. Jangan terkesan ‘murahan’!

Kamu: “Si Jodi ngajak aku jalan, nih.”

Teman: “Jangan mau. Tolak aja. Jual mahal sekali-kali, biar gak dikira cewek ‘gampangan’ yang bisa diajak ke mana-mana.”

Kamu masih nggak paham mengapa harus jual mahal, padahal kamu sendiri sebenarnya mau-mau saja diajak makan. Lagipula, menurutmu tidak ada cewek ‘gampangan’. Semua cewek punya alasan tersendiri mengapa mau melakukan sesuatu atau mengiyakan suatu ajakan.

12. Jadi cewek juga jangan kemahalan, nanti nggak ada yang ‘beli’!

Aku nggak paham… via giphy.com

Teman: “Tumben nggak jalan sama Jodi?”

Kamu: “Emang udah jarang, kok. ‘Kan katamu harus jual mahal.”

Teman: “Ya tapi jangan kemahalan juga. Ntar nggak ada yang ‘beli'”

Kamu: *lah, terus aku harus apa?*

Harga pasnya aja deh Mbak, mau berapa? Nggak paham saya sama konsep jual mahal ini.

13. Cewek itu harus kuat dan mandiri, biar nggak dianggap lemah oleh cowok!

Cewek harus mandiri via kaorikpop.blogspot.com

“Cewek itu harus bisa apa-apa sendiri. Pergi ke mana-mana sendiri, berpenghasilan sendiri, dan kalau bisa ya angkat galon sendiri. Pokoknya jangan sampai terlihat lemah di mata cowok. Harus kuat dan mandiri.”

Karena sering dianggap sebagai makhluk yang lemah oleh cowok, tuntutan baru ini pun muncul untuk para cewek.

14. Di sisi lain, cewek juga nggak boleh terlalu mandiri. Katanya cowok bakal segan mendekati.

Aku gagal paham via giphy.com

Penghasilan sendiri? Sudah punya.

Pergi ke mana-mana sendiri? Dari dulu sudah biasa.

Makan dan nonton sendiri? Nggak masalah.

Eh, tiba-tiba ada komentar baru:

“Jangan terlalu mandiri gitu, ah. Nanti cowok-cowok segan lho deketin kamu.”

TOLONG DIJELASKAN, saya sebagai cewek itu harus gimana?

15. Jadi cewek, you have to think like a man!

Dituntut untuk berpikir seperti laki-laki via konnoasami2.blogspot.com

“Jadi cewek itu gak boleh terlalu kebawa perasaan! Harus pakai kepala, think like a man!”

Padahal kita nggak perlu sampai meniru cowok. Cewek juga punya logika berpikir sendiri kok!

16. “Pakai baju yang benar, nanti digodain. Nggak mau jadi korban pelecehan ‘kan?”

Kita nggak akan pergi-pergi pakai baju ini kok via www.ligacaoteen.com.br

Bentar-bentar, emang ada orang yang pakai baju dengan “salah”? Sebagai cewek berpendidikan, kita juga tahu tempat kok untuk memakai pakaian tertentu.

17. Saat kita ramah sama cowok yang PDKT, teman-teman bilang kita PHP…

Atau mungkin sebenarnya … via nadyasilmy.wordpress.com

“Jangan terlalu ramah sama dia. Nanti kamu dikira PHP, lho.”

Padahal kamu memang ramah sama semua orang kok, nggak cuma sama cowok itu…

18. Daripada dituduh memberi harapan palsu, kamu pun mulai jaga jarak dengan si cowok. Eh, dia bilang kamu jual mahal.

Whatever via giphy.com

Ternyata, mengambil jarak dengan cowok yang PDKT itu pun bukan langkah terbaik. Si cowok malah berkomentar pedas tentangmu.

“Jual mahal banget deh jadi cewek. Sok laku, ah.”

Serba salah ‘kan? Tapi ada untungnya juga, kok. Kamu jadi tahu cowok itu benar serius atau nggak sama kamu.

Sedihnya, tuntutan-tuntutan di atas belum seberapa dibandingkan hal-hal yang menyangkut PERNIKAHAN

19. Telingamu harus tahan mendengar celotehan ini dari anggota keluarga:

Sabar aja… via cinemaylo.wordpress.com

“Calonnya mana? Jangan pilih-pilih. Udah mau 30 lho umurmu. Jangan cuma bisa pikirin kerja aja.”

Belum nemu calonnya, Tante. Daripada komentar, mending bantuin cari yuk!

20. Kamu pun harus siap sedia dijadikan proyek perjodohan oleh orang tuamu

Siap-siap jadi korban perjodohan via areamagz.com

MINGGU LALU

Ibu: “Mbak, tahu Tante Iin? Dia punya anak cowok, lho. Baru pulang dari kuliah di luar negeri.”

3 HARI YANG LALU

Ibu: “Mbak, anaknya temen Ibu ada yang jadi manajer bank lho. Udah gitu cakep pula.”

KEMARIN

Ibu: “Mbak, jadi mau sama anaknya Tante Iin apa yang manajer bank? Ibu bingung nih.”

Bu, kalau Ibu aja bingung, gimana aku? Kenal juga belum, udah disuruh pilih aja…

21. Cewek dianggap punya “expiry date” untuk menikah.

Makanan, kali, bisa kadaluarsa! via sassyrainbow.blogspot.com

Expiry date? Memangnya cewek itu makanan?

Eits, jangan marah dulu. Expiry date di sini maksudnya adalah batas masa subur wanita untuk menghasilkan sel telur. Semakin tua usia wanita, rahimnya akan semakin ‘kering’ dan akhirnya mulai memasuki masa menopause. Hamil di usia tua juga punya risiko besar untuk mengalami keguguran.

Keluargamu yang cerewet itu sebenarnya punya niat baik kok. Mereka ingin supaya saat punya anak nanti, kondisimu masih sehat dan prima. Tapi tentu, semua keputusan mengenai menikah tetap ada di tanganmu.

Dan saat kamu sudah menikah…

22. “Jangan terlalu sibuk jadi wanita karir. Kasihan anakmu, diurus sama baby sitter.

Baby sitter hanya membantu via www.shnews.co

Padahal kamu nggak sesibuk itu, kok. Kamu memang memutuskan memakai jasa baby sitter, tapi hanya untuk membantu mengurus beberapa hal saja. Yang memandikan sampai menidurkan anakmu juga masih kamu.

23. “Kamu di rumah aja, Nak? Nggak sayang sama gelar sarjanamu?”

Fokus mengurus anak-anakmu via open.az

Lain lagi kalau kamu memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga saja. Kamu dianggap menyia-nyiakan gelar sarjana yang susah payah kamu dapatkan dulu. Padahal kamu hanya ingin fokus untuk mengurus rumah, suami, dan anak. Jadi serba salah lagi deh …

24. Tapi, semua rasa sakit dan tuntutan itu tidak membuatmu menyesal dilahirkan sebagai seorang wanita

Kamu tidak menyesal dilahirkan sebagai cewek via galleryhip.com

Di balik perjuangannya, kelebihan jadi cewek itu banyak!

25. Dimulai dari hal sederhana. Saat cowok akan terlihat aneh kalau pakai rok, cewek bisa dengan santai pakai celana. Dan tetap bisa terlihat cantik!

Bisa terlihat oke saat memakai keduanya via ye55i.blogspot.com

Ini nih untungnya jadi cewek. Kamu tetap bisa kelihatan oke saat pakai rok maupun celana. Coba bayangin kalau cowok juga bisa pakai rok.

26. Saat orang melihat kita mengobati stres dengan belanja, mereka juga akan biasa-biasa saja

Belanja itu obat stres via fanpop.com

Obat stres paling mujarab buat banyak cewek? Ya belanja, dong! Kita bisa beli apapun yang membuat kita senang tanpa dicap pemborosan. Sepertinya sudah wajar lihat cewek belanja banyak. Yeay!

27. Sebagai cewek, kamu lebih bisa menggunakan logika dan perasaan secara seimbang

Merenung, cara berpikir dengan logika buat cewek via funlava.com

Kata siapa cewek selalu berpikir dan bertindak hanya pakai perasaan? Saat cewek memilih untuk merenungkan masalah, saat itulah cewek berpikir dengan logika untuk menyelesaikan sebuah persoalan. Kata siapa kalau cewek itu gak bisa berpikir seimbang?

28. Dilahirkan sebagai cewek membuatmu jadi makhluk yang lembut dan penuh kasih sayang

Penuh kasih sayang via www.hdnewwallpapers.com

Walaupun terlihat tegar dan kuat di depannya, cewek itu sebenarnya makhluk yang lembut dan penuh kasih sayang. Cewek nggak pernah merasa capek untuk memberikan semangat dan perhatian kepada orang yang disayanginya.

Nggak percaya? Coba lihat saja ibumu. Beliaulah yang selalu ada untuk menenangkan dan menyemangatimu saat kamu sedang diterpa masalah.

29. Saat menjadi ibu nanti, kamu juga-lah yang akan menjadi surga untuk anak-anakmu

Surga untuk anak-anakmu kelak via humairahdwilestari.blogspot.com

Suatu saat nanti, kita akan menjadi seorang ibu. Membawa janinmu selama 9 bulan, melahirkan mereka, mengasuh mereka hingga dewasa — posisimu adalah ‘payung’, pelindung, ‘obat hati keluarga’. Caramu mendidik dan memberikan kasih sayang akan menjadikan mereka insan yang mampu ‘mengamankan’ satu tempat untuk keluarga kecilmu di surga.

Karena itu, jangan pernah menyesal menjadi wanita. Banyak perjuangan yang harus kamu lewati, tapi itu tak akan sia-sia. Tanpa kehadiran kita, dunia ini tidak bakal ada apa-apanya!

30. Menyadari betapa pentingnya peranmu, rasanya gak ada yang harus dikeluhkan lagi deh. Kamu akan tetap bangga selamanya jadi wanita, dengan segala suka dan dukanya.

Maudy Ayunda dan Chelsea Islan via twicsy.com

Setiap jenis kelamin akan selalu punya tantangannya masing-masing. Tapi dalam kasumu, tidak ada yang perlu dieluhkan dari jenis kelamin yang Tuhan berikan padamu.

Menjadi cewek adalah suatu anugerah yang kamu rasa tetap perlu disyukuri sampai kapanpun.

Setelah menyimak artikel ini, apa masih ada darimu yang tak bangga menjadi cewek yang luar biasa?