Karena semakin langkanya tanah, sebagian penduduk di kota besar mulai mengembangkan hunian mereka ke atas. Akibatnya, kompleks-kompleks apartemen pun menjamur di mana-mana. Tipenya pun bervariasi, tak lagi melulu mewah dan eksklusif seperti dulu. Bahkan sudah banyak apartemen bersubsidi untuk mereka yang tak punya gaji selangit.

Nah, kalau kamu termasuk golongan yang tertarik membeli atau menyewa apartemen, semoga artikel ini bisa membantumu. Kali ini, Hipwee bakal membicarakan suka-dukanya tinggal di apartemen!

1. Apartemen Akan Terasa Jauh Lebih “Padat” Dibandingkan Rumah. Kamu Akan Bosan Ketemu… Tembok!

Kamu akan bosan bertemu tembok via 30datesblog.com

Orang lain boleh bosan ketemu pacar. Tapi kamu, sebagai seorang penghuni apartemen, akan lebih bosan ketemu tembok.

Seperti kebanyakan orang Indonesia lainnya, kamu mungkin tumbuh besar di rumah yang “lega”. Ini akan membuatmu kaget saat pertama kali pindah ke apartemen. Maju satu langkah dari ruang tamu, kamu sudah bakal ketemu dapur. Geser ke kanan, sudah ketemu kamar mandi. Maju ke depan, sudah masuk kamar tidur. Duh!

Advertisement

Apalagi kalau kamu punya barang yang banyak. Mau ditaruh di mana, coba? Bisa jadi, kamu akan berpikiran menjual barang-barangmu ke pasar loak sebelum pindah ke apartemen.

Di sisi lain, kepadatan apartemen adalah kelebihan kalau kamu memang suka hal-hal yang praktis, atau pada dasarnya kamu malas bergerak. Nggak perlu banyak tenaga untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Kamu juga bakal terlatih untuk memanfaatkan ruang sebaik mungkin. Kamu pun bakal lebih gampang menyimpan barang-barangmu, dan tidak sulit juga untuk membersihkan kamarmu.

Praktis, gak usah capek-capek gerak via data1.whicdn.com

2. Doraemon Punya Pintu Kemana Saja. Buat Penghuni Apartemen, Pintu Kemana Saja Itu…

Lift via conedci.com

Lift adalah bagian vital dari kehidupanmu di apartemen. Semakin tinggi lantai unit apartemenmu, semakin besar pengaruh lift terhadap hidupmu. Mau ke kolam renang, cari restoran, atau pergi ke supermarket, kamu harus naik lift ke bawah. Mengingat sekarang ada juga apartemen yang punya komplek sekolah maupun perkantoran sendiri, bisa jadi kamu hanya perlu naik lift untuk pergi ke sekolah atau kerja.

Ini bukan masalah kalau lift di apartemenmu cepat dan lowong. Sebaliknya, kalau kamu harus berbagi lift setiap hari dengan puluhan penghuni lain, siap-siap aja kesal. Sudah sumpek, penuh, belum lagi kadang-kadang ada petugas maintenance yang bawa tempat sampah ke dalam lift!

Tapi ya mau gimana lagi? Masa’ mau turun pakai tangga tiap hari? Gak mungkin juga ‘kan, lompat lewat jendela?

3. Bagi Kamu Para Penghuni Apartemen, Tetangga Itu…

Bukan yang kayak gini, yang jelas. via flavorwire.files.wordpress.com

Tidak mudah untuk akrab dengan sesama penghuni apartemen, bahkan yang tinggalnya tepat di sebelahmu. Kamu gak bakal punya halaman rumah dimana kamu dan tetangga bisa bertukar sapa. Kalau kamu sibuk, wah, mungkin malah kamu belum pernah sekalipun ketemu sama penghuni apartemen di sebelahmu.

Tapi punya tetangga dekat atau tidak sebenarnya tergantung kemauanmu juga sih. Kamu toh masih bisa bersosialisasi di lift, atau saat nongkrong bareng di taman bawah. Banyak juga penghuni apartemen yang justru membentuk komunitas sendiri, seperti komunitas orang Jepang, orang Korea, bahkan komunitas ibu-ibu berkereta bayi.

4. Tinggal Di Apartemen Membuatmu Punya Kemampuan Parkir yang Mumpuni

Ini gara-gara aku dah tinggal di apartemen dari lahir via shutupimtalking.com

Berbagi lahan parkir adalah kewajiban semua penghuni apartemen. Idealnya, memang harus ada lahan parkir khusus yang dialokasikan buat tiap penghuni. Masalahnya, banyak penghuni yang punya kendaraan lebih dari satu. Ditambah lagi kalau ada mall di bawah hunian — kamu jadi harus rebutan parkir sama pengunjung mall. Ini membuat kamu harus kerja ekstra keras cuma untuk parkir!

5. Saat Gempa dan Kebakaran, Kamu Akan Sangat Berharap Ada Tanah di Depan Mata

Paniknya dobel-dobel sejauh tingginya lantai kita via littlegreenfootballs.com

Panik waktu ada gempa atau kebakaran itu wajar. Tapi kalau kamu berada puluhan meter di atas permukaan tanah, rasa panikmu bakal berkali-kali lipat. Kalau kamu tinggal di rumah sih enak! Kamu tinggal buka pintu depan dan lari ke lapangan. Tapi kalau di apartemen, kamu harus siap lari sepanjang berlantai-lantai tangga darurat. Ahahahaha.

6. Jadi Penghuni Apartemen Juga Berarti Jadi Sasaran Empuk Iklan

Udah dibilangin gak butuh, masih aja dikasih via www.quickmeme.com

Malas banget gak sih kalau tiap pulang dari kantor disambut brosur-brosur produk berserakan di lantai? Parahnya lagi, di antara semua brosur tersebut, pasti ada aja brosur-brosur nakal kayak panti pijat plus-plus.

7. Tapi Untungnya, Tinggal di Apartemen Berarti Gak Perlu Repot Cari Kebutuhan Sehari-Hari. Semua Dekat!

Yuhuu maintenance guys~~ via extra.cw

Enaknya tinggal di apartemen adalah kamu gak perlu pusing memikirkan kebutuhan bulanan seperti listrik, air, galon, internet, dan penjagaan kebersihan. Kalau bukan servis dari pengelola, kamu pasti bisa menemukan jasa-jasa seperti itu di kompleks apartemenmu dengan mudah. Mereka juga pasti bakal siap mengantar produk sampai unit apartemenmu.

8. Keluar Rumah Cuma Pakai Baju Tidur Juga “Normal”.

Pemandangan biasa di supermarket apartemen via 3.bp.blogspot.com

Saking dekatnya restoran, supermarket, atau ATM, kamu pasti jadi malas ganti baju. Pastikan saja kamu punya baju tidur atau baju rumah yang lucu-lucu biar ini gak malu-maluin banget.

9. Jadi Penghuni Apartemen Berarti Bisa Tenang Kalau Banjir Datang. No Problem!!

kebanjiran itu biar jadi masalah putri duyung aja via thechive.files.wordpress.com

Hidup di ketinggian akan membuat kamu bebas dari banjir. Nah, ini terutama penting bagi yang tinggal di kota rawan banjir seperti Jakarta. Walaupun kebanjiran dikit di lobi, barang-barang pribadimu bakal tetap bisa kering kalau kamu tinggal di apartemen.

10. Semakin Tinggi Lantai Tempatmu Tinggal, Makin Jarang Pula Nyamuk Datang. Nyamuk Juga Bakal Mabuk Kalau Harus Terbang Tinggi-Tinggi.

Nyamuk malas naik tinggi-tinggi via www.radionicaragua.com

Nilai plus lain dari apartemen adalah jaminan bebas nyamuk. Nyamuk atau serangga lain bakal butuh usaha lebih untuk menjambangi kamar kita di lantai 17. Malas kali ya mereka sampai lantai segitu?

11. Walau Lagi-Lagi, Semua Harus Dibayar Dengan Sempitnya Lahan

Cramped apartment via cdn.cstatic.net

Tinggal di apartemen berarti berdamai dengan sempitnya lahan. Jangan harap bisa dengan mudah mengadakan acara kumpul-kumpul sama teman-teman. Kamu harus cerdik berhitung, memperkirakan jumlah undangan dan membandingkannya dengan lahan yang tersedia.

Kamu nggak mau ‘kan tamumu gak nyaman?

12. Tapi, Tinggal di Manapun Tentu Datang Sepaket Dengan Konsekuensinya

Tinggal di manapun datang dengan konsekuensi via i43.photobucket.com

Tinggal di perumahan, kamu harus siap berangkat subuh-subuh agar tidak terjebak macet. Tinggal di apartemen, harus siap cuma punya ruang gerak yang sempit dan terbatas. Semua pilihan ada konsekuensinya.

13. Tinggal di Apartemen Memang Menuntutmu Berdamai Dengan Lahan yang Sempit, Tapi Juga Menawarkan Kemudahan Akses yang Langka

Akses mudah jadi jualan via wilhelmina-wilhelmina.blogspot.com

Banyak pengembang apartemen menawarkan kemudahan akses jadi “jualan” utamanya. Dari apartemen kamu bisa menjangkau banyak tempat-tempat strategis. Jalan tol, mall, komplek perkantoran, semua dekat!

14. Tetangga-Tetangga Memang Jarang Ditemui, Tapi Bukan Berarti Bantuan Susah Dicari

Selalu ada yang bisa membantu via www.nydailynews.com

Ada orang yang selalu in-charge untuk memastikan semua fasilitas apartemenmu berjalan dengan baik. Walau bantuan tetangga susah dicari, bukan berarti kamu harus menghadapi kesulitan sendiri.

15. Tinggal di Apartemen Memang Penuh Seni, Tapi Inilah Pilihan Paling Pas Untukmu Saat Ini

Gaya hidup yang paling tepat via www.nydailynews.com

Jarang ketemu tetangga, parkir susah, ruang sempit: tinggal di apartemen memang adalah sebuah seni. Tapi ada kemudahan-kemudahan yang juga ia tawarkan. Untuk saat ini, hidup di apartemen menawarkan kemudahan yang tak bisa tempat lain — termasuk rumah masa kecilmu — berikan.

Hidup dimanapun pasti ada suka-dukanya. Semua tergantung dari kamu: di antara segala kemudahan dan kesulitan yang ada, bukankah pilihanmu sendiri mau tinggal dimana?