Pada Jumat (24/12/16) kemarin, seorang perempuan yang enggan disebutkan namanya melakukan perjalanan dari Brisbane menuju ke Sydney menggunakan pesawat Qantas Airline. Ia merupakan penumpang kelas bisnis yang dikenal cukup baik pelayanannya di maskapai tersebut. Seperti layaknya orang yang naik pesawat jarak dekat, perempuan ini hanya memesan snack ringan yaitu pangsit ala Jepang. Anehnya, makanan pendamping yang disajikan bersama dengan pangsit ini sangat menggelikan. Bahkan media Australia, news.com.au yang mewawancarai perempuan ini menyebut kejadian ini sebagai mimpi buruk yang akan menghantuimu selama satu tahun. Memangnya makanan apa sih kok sampai seheboh itu komentarnya?

The real food porn“, mungkin ini kalimat yang tepat untuk menggambarkan makanan ini

Mirip penis? via news.com.au

Pangsit yang disajikan ke perempuan ini berjumlah enam buah dan menurutnya makanan ini sangat enak. Namun dia sama sekali tidak menjamah makanan pendamping yang turut disajikan bersama dengan pangsit itu. Baginya, makanan tersebut terlihat sangat aneh dan menggelikan, mirip dengan alat vital laki-laki dewasa. Ia bahkan bertanya-tanya apakah makanan tersebut bisa disantap atau tidak karena terlalu anehnya.

Postingan di Facebook ‘anonim’ via news.com.au

Ia pun berinisiatif bertanya pada kru kabin pesawat asal Australia ini, dan mereka menjawab kalau makanan itu adalah “root vegetable“. Tetap merasa aneh, perempuan ini justru mengambil ponselnya dan memotret makanan itu lalu mengunggahnya di media sosial Facebook.

Menurut penjelasan kru kabin, makanan ini biasa dimakan oleh orang-orang Asia. Termasuk kita?

Neil Perry, Chef-nya Qantas via specialmoderndesign.com

Advertisement

Kru kabin menjelaskan bahwa itu merupakan jenis sayuran akar atau tunas. Belakangan diketahui bahwa ternyata yang dia maksud adalah terung Jepang. Dilansir dari telegraph.co.uk, chef selebritis Neil Perry, koki dari restoran Rockpool yang turut mengembangkan makanan di kelas bisnis dan kelas utama maskapai Qantas menjelaskan bahwa terung tersebut memang disajikan untuk mempermanis hidangan. Sayang ekspektasinya mungkin meleset. Sejak kepindahannya pada tahun 2007 lalu, Perry memang sudah bertekad untuk mengubah citra makanan di maskapai Qantas.

Memang terung biasa via bonnieplants.com

Terung Jepang ini sama persis seperti terung yang biasa kita konsumsi. Dan kamu pasti nggak merasa heran juga kan kalau terung memang sering diserupakan dengan alat vital laki-laki?

Meski ternyata itu benar-benar terung, tapi bentuk makanan ini memang ‘aneh’. Penjelasan kru kabinnya saat ditanya juga sebenarnya sangat meragukan

Suasana kabin kelas bisnis Qantas via bussinessinsider.com.au

Terong Jepang yang disajikan di maskapai Qantas ini tampaknya adalah Nasu Nibitashi (Braised Eggplant) yang dimasak dengan sedikit air dan ditutup dengan rapat atau dikukus.  Bagian kulit atasnya memang sedikit terkelupas hingga tampak semakin mirip alat vital laki-laki.
Yang meragukan sebenarnya adalah penjelasan kru kabinnya, mereka menyebut ini adalah sayuran akar padahal terung bukanlah sayuran akar seperti halnya wortel. Terung sebenarnya adalah buah karena berkembang dari bunga. Kalau kru kabin menjelaskan ini adalah tanaman akar, bukankah ini menunjukkan kalau mereka sebenarnya tidak paham betul dengan apa yang mereka sajikan di pesawat? Untuk ukuran maskapai sekelas Qantas, kira-kira pantas nggak ya kalau mereka tidak tahu dengan pasti apa yang mereka sajikan ke penumpang?
“Definitely a root vegetable they couldn’t serve on Virgin” (salah satu komentar di Facebook perempuan “anonim”)

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya