Pernikahan sedapat mungkin tentu menjadi hari istimewa yang kebahagiaannya bisa dikenang seumur hidup. Makanya nggak sedikit yang “habis-habisan” untuk menggelar acara sakral ini. Mengundang ribuan tamu, mengadakannya di gedung mewah, dan tak lupa memberikan souvenir yang juga lumayan, seakan menjadi sebuah keharusan untuk dipenuhi, meskipun tidak semuanya berpikiran seperti ini.

Salah satu pasangan yang menolak menggelar pernikahan mewah adalah Khaled Syaifullan dan Tasnim Jara. Apalagi mereka berasal dari negara yang memiliki kebiasaan dimana pernikahan harus diselenggarakan secara “habis-habisan”. Dan keputusan mereka untuk menikah secara sederhana tentunya punya resiko yang harus ditanggung.

Tasnim Jara, menjadi sorotan terutama di negaranya karena mencoba melawan budaya pernikahan yang ada

Menikah sederhana tanpa perhiasan dan make up via www.facebook.com

Tasnim Jara, wanita asal Bangladesh ini menjadi pusat perhatian di media sosial akhir-akhir ini. Aktivis di bidang kesehatan ini menjadi populer setelah ia mengunggah cerita pernikahannya dengan sang kekasih, Khaled Syaifullah. Pernikahan di Bangladesh memang terkenal mewah. Para pengantin harus menggunakan riasan yang tebal, gaun yang menawan, serta perhiasan yang gemerlap. Hal ini sepertinya sudah menjadi keharusan bagi pasangan yang ingin menikah di sana. Bahkan nggak sedikit yang harus berhutang atau meminjam uang agar perhelatan mewah ini bisa terlaksana. Dan hal inilah yang ditentang oleh Tasnim. Alih-alih melangsungkan pernikahan yang mewah, Tasnim dan Khaled lebih memilih pernikahan yang betul-betul sederhana.

Ia dan sang suami memilih untuk menikah secara sederhana, tanpa makeup dan perhiasan layaknya pernikahan orang-orang di Bangladesh

Menikah sederhana tanpa perhiasan dan make up via www.vemale.com

Advertisement

Pada pernikahan yang berlangsung beberapa waktu lalu, Tasnim menggunakan gaun pengantin putih bekas neneknya. Ia sama sekali nggak menggunakan riasan atau make up. Bahkan ia tidak mengenakan lipstik. Tasnim benar-benar tampil begitu sederhana. Pelaminannya juga nggak terlihat mewah. Dan yang paling jelas terlihat, Tasnim juga nggak menggunakan perhiasan apapun yang biasanya digunakan oleh pengantin wanita.

Resikonya tentu ada, banyak tamu dan keluarganya yang menolak untuk berfoto bersama lantaran mereka nggak memakai pakaian pengantin

Menikah sederhana tanpa perhiasan dan make up via www.facebook.com

Memilih untuk melakukan perhelatan pernikahan yang sederhana dan murah ini tentu saja menuai pro kontra. Nggak sedikit yang mempertanyakan keputusannya itu. Oleh karena itulah Tasnim menjelaskan alasannya itu melalui unggahan di akun Facebooknya. Kebiasaan atau budaya di negaranya yang mengharuskan melakukan pernikahan mewah tersebut ditentangnya karena ia menganggap hal tersebut nggak selalu merepresentasikan kelas sosial si pengantin. Pengantin harus menggunakan riasan yang sangat tebal dan membuatnya terlihat seperti boneka, duduk di pelaminan yang begitu mewah, menggunakan pakaian dan perhiasan yang sangat berat dan membuat dia susah bergerak. Pola pikir seperti inilah yang ingin diubah oleh Tasnim. Seorang mempelai wanita nggak harus menggunakan lotion pemutih, kalung emas, atau gaun super mahal agar membuatnya merasa lebih percaya diri.

Atas keputusannya menentang stereotip ini, tentu saja Tasnim menerima berbagai respons dari tamu dan keluarganya. Nggak sedikit dari karib kerabat dan keluarganya yang nggak mau melakukan foto bersama karena Tasnim tidak berpakaian layaknya pengantin biasa. Tapi tetap saja ada yang mendukung keputusannya ini. Tapi yang terpenting bagi Tasnim adalah sesederhana ini pun pernikahannya, Tasnim tetap merasa itu menjadi momen spesial dan berharga.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya