Kadang kita suka gak ngerasa kalau hidup kita ini sebenarnya sudah terlalu banyak diatur sama orang. Mulai dari cara jalan, kerjaan, caramu pacaran hingga berbagai hal-hal detail lain yang bikin kamu pingin marah sebenarnya. Mungkin itu kenapa kamu jadi suka sensi dan ikut-ikutan mau ngatur urusan hidup orang.

Kalau diliat-liat lagi, sebenarnya apa sih untungnya kita ngurusin orang lain? Belum tentu orang tersebut mau kita campurin ‘kan urusannya. Bisa-bisa malah kamu pusing sendiri gara-gara kebanyakan mikirin urusan orang. Daripada terlalu serius mikirin urusan orang melulu, mungkin lebih baik belajar untuk menertawakan dirimu…

Karena sesekali menertawakan diri sendiri itu justru menyehatkan pikiran. Kamu gak perlu ragu melakukannya demi meringankan beban.

Orang bilang bahwa tertawa itu bisa menyehatkan pikiran. Dengan tertawa pikiranmu bakal mampu memusnahkan emosi negatif yang ada di pikiranmu. Tapi kalau menertawakan orang kan bakal tetap ada aja emosi negatifnya. Entah kamu jadi merasa sombong karena berpikir lebih baik dari orang lain atau kamu nantinya berpotensi untuk marah-marah karena saking kesal pada orang yang kamu ketawain tersebut.

Kalau sudah begitu, bukankah menertawakan diri sendiri lebih baik? Kamu gak perlu takut bakal muncul perasaan negatif terhadap orang lain. ‘Kan yang kamu ketawain dirimu sendiri. Hehe.

Entah kenapa, kadang kita terlalu senang menertawakan orang lain, padahal belum tentu kita juga lebih baik dari mereka.

Advertisement

Tertawalah 😀 via www.youtube.com

Kita ini entah kenapa lebih sering dan lebih seneng ngetawain orang lain dan jarang mau ngetawain diri sendiri. Entah alasannya karena males ngetawain diri sendiri, takut dikira gila atau mungkin hidupmu terlalu serius buat kamu ketawain. Yang jelas, keengganan tersebut sebenarnya malah menghambat perkembanganmu sebagai individu, loh.

Kalau kamu mau menertawakan dirimu sendiri, kamu akan bisa berintrospeksi dan memperbaiki kesalahanmu dengan lebih akurat tanpa perlu ada orang lain yang mendikte. Dengan menertawakan diri sendiri, kamu bisa tau dimana sebenarnya letak kesalahanmu yang perlu kamu perbaiki. Kamu ingin ‘kan bisa mengembangkan dirimu jadi lebih baik lagi?

Saat kamu menertawakan dirimu, pikiran akan jadi lebih jernih. Kamu tak lagi kaku untuk menerima hal-hal baru yang bisa membantu pengembangan dirimu.

Pikiranmu bakal jauh lebih jernih via notallstraightwhiteboys.tumblr.com

Menertawakan diri sendiri adalah salah satu cara untuk menjernihkan pikiran. Hidupmu sudah terlalu didekte oleh orang lain. Bahkan untuk menerima suatu ide atau hal baru saja kamu harus berdiskusi dan memperhatikan respon orang lain dulu baru kamu berani mengambil keputusan.

Kalau kamu bisa menertawakan dirimu sendiri, pikiran bakal jadi lebih jernih. Kamu bisa berpikir dengan lebih santai dan tak lagi terpacu dengan apa yang diomongin orang lain.

Dengan menertawakan diri sendiri, kamu bisa berbagai kebahagiaan kepada orang lain. Bukankah menyebar kebaikan dan kebahagiaan juga termasuk ibadah?

Menyebarkan tawa adalah ibadah, kan via www.mirror.co.uk

Kamu harus tau bahwa dengan bisa dan berani menertawakan diri sendiri, kamu dapat menyebarkan aura positif kepada orang-orang di sekitarmu. Paling tidak, dengan bisa menertawakan diri sendiri, kamu gak bakal tiba-tiba uring-uringan gak jelas dan bikin orang lain kesel.

Selain itu, coba deh liat stand up commedian yang suka nyeritain kisah bodoh mereka; Raditya Dika misalnya. Audiens yang mendengar materinya dijamin bakal ketawa. Mas Radit ini juga ikutan ketawa loh. Padahal ‘kan itu jelas-jelas aib dan kebodohan pribadinya. Tapi dengan itu dia bisa menghibur orang dan menghibur dirinya sendiri. Nah, ngetawain diri sendiri itu ibadah juga ‘kan?

Orang yang mampu menertawakan dirinya adalah dia yang bisa berdamai dengan masa lalunya. Saat ada masalah, kamu pun bisa move on dengan cepat nantinya.

Kalau kamu bahagia, move on juga cepat terlaksana via gallifreygirl63.tumblr.com

Ini bener, loh. Kamu yang berani dan bisa menertawakan diri sendiri adalah orang yang sudah mampu berdamai dengan masa lalu. Rasa ketakutan, kegagalan, kekecewaan dan rasa marah yang dulu pernah kamu rasakan bisa kamu ungkit kembali dan kamu tertawakan.

“Lah? Kenapa ya dulu responku bisa gitu?”
*Sambil ketawa dalam hati

Dengan kamu bisa menertawakan masa lalu, kamu juga bakal melangkah lebih baik lagi ke depannya. Apalagi kalau cuma urusan move on. Move on mah gampang kalau kamu bisa ngetawain masa lalumu. Gak perlu lagi kamu takut gagal, takut kecewa dan takut-takut lainnya karena kamu tau bahwa semua itu akan kamu tertawakan pada akhirnya. 😀

Kalau kamu berani menertawakan dirimu, kamu juga bisa berkaca pada masa depan dan masa lalu. Sebenarnya apa sih yang kamu mau dalam hidupmu?

Kamu jadi tau tujuan hidupmu via 9gag.com

Kamu yang bisa menertawakan kisah hidupmu sebenarnya punya banyak keuntungan. Dengan bisa menertawakan diri sendiri, kamu jadi bisa introspeksi dengan lebih baik lagi. Kamu mampu untuk melihat segala hal yang pernah kamu lakukan dulu dari sudut pandang yang berbeda.

Dengan begitu, kamu jadi tau sebenarnya apa sih yang kamu inginkan dalam hidupmu. Apa yang kamu lakukan selama ini sudah benar atau justru kamu ingin lebih dari itu. Setelah menertawakan masa lalu, kamu jadi bisa mengerti apa yang kamu inginkan untuk masa depanmu.

Sudah sukses menertawakan hidupmu? Tandanya hidupmu sudah bahagia. Ucapkan selamat tinggal pada stres, galau, dan teman-temannya!

Indah di sini jangan dimaksudkan sebagai hal yang ngeres loh ya. Tapi lebih kepada pikiran-pikiran positif yang bisa kamu membantumu meringankan beban pikiran. Dengan sukses menertawakan dirimu sendiri, caramu melihat dunia juga akan berubah. Kamu tak lagi fokus kepada hal-hal negatif tetapi pada hal-hal positif yang bisa kamu dapatkan meski harimu kurang menyenangkan. Kalau sudah begitu, stres dan galau bakal menyingkir dengan sendirinya.

Daripada kamu mikir serius tentang urusan orang yang bahkan orang tersebut gak peduli sama kamu, mending kamu mulai belajar dengan serius untuk gak terlalu serius dalam menjalani hidup kita yang nyatanya sudah kebanyakan diatur orang lain ini. Seperti kata Dono Kasino dan Indro dulu, “tertawalah sebelum tertawa itu dilarang…”. 😀