Sudah pernah mendengar nama Haruki Murakami? Beberapa tahun terakhir ini namanya semakin populer saja, termasuk di Indonesia. Tahun 2013 lalu, ia bahkan sempat digadang-gadang memenangkan Nobel Sastra — sebelum kusala itu akhirnya jatuh ke cerpenis Kanada Alice Munro.

Murakami banyak menelurkan cerita bertema keterasingan dan kesendirian, tanpa memainkan plot yang berlebihan. Tak hanya itu, ia juga melukiskan kehidupan masyarakat Jepang dengan perinci. Kalau mau mendapatkan kisah yang galau namun “anggun”, langkah yang tepat bagimu adalah membaca Murakami.

Sebelumnya, Hipwee pernah mengulas soal puisi dan cerpen yang harus kamu baca selama masih hidup. Nah, di artikel ini kami akan memperkenalkan cerpen-cerpen Murakami yang bisa kamu akses secara gratis. Semoga ini bisa menjadi pengantar yang baik bagimu, ya!

1. Yesterday

Generasi “The Beatles” di Jepang via blog.japantimes.co.jp

Yesterday

Is two days before tomorrow,

The day after two days ago.

Advertisement

Tanimura menjalin pertemanan dengan rekan kerja paruh waktunya, Kitamura, seorang asli Tokyo. Kitamura adalah jiwa yang unik dan bebas: ia memilih berbicara dengan logat Kansai karena tim bisbol favoritnya, dan punya hobi memelesetkan lagu ‘Yesterday’ dari The Beatles. Namun di balik itu semua, Kitamura juga jiwa “biasa” — ia pun punya kecemasan tentang hidup, cinta, dan komentar masyarakat tentang dirinya.

Di cerpen ini, Murakami berusaha menggambarkan dilema yang dihadapi para anak muda Jepang. Banyak dari mereka yang enggan melawat ke luar negeri karena sudah merasa terlalu “nyaman” di negeri sendiri. Padahal, kesempatan kerja di Negeri Sakura sudah semakin sempit.

“When I think of all that, I feel left behind. Like my mind’s in a fog. You know what I mean?”

Baca Yesterday disini.

2. U.F.O in Kushiro

Gempa di Kobe, tahun 1995 via www.theplanningboardroom.net

Komura diminta tolong mengirimkan paket untuk adiknya ke daerah Kushiro, Hokaido. Sesampainya di Kushiro, Komura disambut oleh si adik — yang datang bersama seorang teman bernama Shimao.

Ketika urusan paket sudah selesai, Komura ditinggal berdua dengan Shimao di dalam kamar sebuah hotel. Disana, mereka berdua berbicara tentang istri Komura yang pergi meninggalkan suaminya setelah 5 hari berturut-turut melihat berita soal Gempa Kobe. Perbincangan pun berakhir dengan betapa tak bisa diprediksinya kehidupan.

Cerpen ini masuk ke dalam antologi cerpen Murakami yang berjudul After The Quake, kumpulan cerpen Murakami yang terinspirasi dari musibah gempa bumi di Kobe di tahun 1995.

“No matter how far you travel, you can never get away from yourself. It’s like your shadow. It follows you everywhere.”

Baca U.F.O in Kushiro disini.

3. Town of Cats

Koi no bori via www.farmofminds.com

Setelah 2 tahun tidak pernah mengunjungi ayahnya yang tinggal di sanatorium, Tengo akhirnya meluangkan waktu untuk melakukannya.

Selama hidupnya, Tengo tidak pernah menyukai ayahnya. Ia percaya bahwa ayahnya tak pernah jujur soal sang ibu. Di mata Tengo, ayahnya tak pernah berperilaku selayaknya seorang ayah.

Dalam perjalanan ke sanatorium, Tengo membaca sebuah cerita yang berjudul  Town of Cats. Lewat cerita itu, Tengo melihat cerminan kehidupannya.

Tengo read the story twice. The phrase “the place where he is meant to be lost” attracted his attention. He closed the book and let his eyes wander across the drab industrial scene passing by the train window.

Baca Town of Cats disini.

4. Tony Takitani

Tony Takitani via movies.film-cine.com

Cerpen ini diawali dengan kisah Shozaburo, ayah dari si tokoh Tony dalam cerpen. Dijelaskan juga sejarah bagaimana nama “Tony” — yang sangat tidak lazim dipakai oleh orang Jepang — berasal.

Cerita ini kemudian berlanjut hingga Tony sudah dewasa. Pemuda itu tak pernah terlibat hubungan cinta yang serius, sampai suatu hari ia bertemu dengan seorang perempuan dari percetakan yang menjadi klien dari perusahaan tempat Tony bekerja.

Tony mengajak perempuan ini menikah dengannya. Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya perempuan ini menerima lamaran Tony.

Kehidupan pernikahan mereka sebenarnya bahagia. Masalahnya, istri Tony memiliki obsesi terhadap baju dan sepatu — obsesi yang terus berlanjut sampai mereka menikah. Ketika Tony meminta istrinya untuk menghentikan obsesinya, permintaan ini berakhir dengan tragedi.

Cerpen ini sudah diangkat menjadi film pada tahun 2004 dan disutradarai oleh Jun Ichikawa. Berbeda dengan cerpennya, para karakter perempuan di versi filmnya memiliki nama.

By marrying her, Tony Takitani brought the lonely period of his life to an end. When he awoke in the morning, the first thing he did was look for her. When he found her sleeping next to him, he felt relief. When she wasn’t there, he felt anxious and searched the the house for her.

Baca Tony Takitani disini.

5. Samsa in Love

Praha, 1945 via survincity.com

Berbeda dari cerita-cerita Murakami lainnya, cerpen ini tak mengambil latar di Jepang, tetapi di Praha saat Perang Dunia II. Suatu makhluk bermetamorfosis menjadi manusia dengan nama Gregor Samsa — alusi dari cerpen Franz Kafka yang berjudul The Metamorphosis. Tidak jelas bagaimana wujud makhluk ini sebelum berubah menjadi Samsa.

Awalnya, Samsa kesulitan beradaptasi dengan kehidupannya sebagai manusia. Ia terus bertanya: mengapa dia tidak berubah menjadi ikan atau bunga matahari saja, yang tidak harus terus beradaptasi?

Pikiran itu ditepisnya ketika bertemu dengan seorang perempuan yang berprofesi sebagai tukang kunci di apartemennya.

“Will I see you again?”

“If you think of someone enough, you’re sure to meet them again.”

Baca Samsa in Love disini.

6. Honey Pie

Keluarga Jepang via www.bandwmag.com

Junpei dimintai tolong oleh Sayoko untuk menenangkan anaknya, Sala, yang terbangun karena bermimpi buruk tentang the earthquake man (manusia gempa). Sala terlalu sering melihat berita tentang gempa bumi Kobe, dan perlahan trauma.

Untuk menenangkan Sala, Junpei pun mengarang cerita tentang beruang kecil bernama Masakichi. Selanjutnya, Junpei berjanji membawa gadis kecil itu bertamasya ke kebun binatang.

Sama seperti U.F.O in Kushiro, Honey Pie juga masuk ke dalam antologi After the Quake.

“Junpei, this had to happen sometime. If not now, it was bound to happen sooner or later. The main thing is that I want the three of us to go on being friends. O.K.?”

Baca Honey Pie disini.

7. The Year of Spaghetti

Spaghetti via foodwhirl.com

Cerpen ini bercerita tentang seorang pria yang terus menerus membuat spaghetti sepanjang tahun 1971. Baginya, tahun 1971 adalah tahun spaghetti.

Saat sang pria sedang duduk menikmati salah satu spaghetti, mantan kekasih sahabatnya tiba-tiba menelepon — menanyakan keberadaan sang sahabat. Pria itu tidak mau memberi tahu, dan menolak menolong wanita itu dengan alasan ia sedang membuat spaghetti.

“Say hi to your spaghetti for me. I hope it turns out OK!”

Baca The Year of Spaghetti disini.

8. The Seventh Man

Badai taifun di Jepang awal abad 20 via www.2oceansvibe.com

Cerpen ini bercerita tentang kilas balik seorang pria ketika menjadi korban bencana alam angin taifun dan tsunami. Pada waktu itu, ia sedang bermain di pantai bersama sahabatnya, K. Sahabatnya tewas terkena terjangan tsunami, membuat sang pria trauma dengan laut dan merasa bersalah pada keluarga K.

Di cerpen ini, Murakami menggambarkan bagaimana emosi manusia ketika mereka diterpa rasa bersalah yang amat dalam. Tak luput, dikisahkan pula perjuangan manusia untuk menyembuhkan dirinya dari trauma.

“Terror certainly exists there… It manifests itself in various forms, and from time to time overwhelms our very existence as human beings. But the most fearful thing of all is to turn your back on that fear, to close your eyes to it. By doing that, we end up alienating the very most essential part of our make-up. In my case–it was a wave.”

Baca The Seventh Man disini.

9. The Folklore of Our Times

Japan in 1960s via blog.japantimes.co.jp

Cerpen ini bercerita tentang seorang pria yang bertemu dengan sahabatnya di Italia. Sahabatnya bercerita tentang mantan kekasihnya, Yoshiko Fujisawa. Mereka berpacaran selama 4 tahun, namun terpaksa berpisah karena Fujisawa lebih memilih menikah dengan lelaki yang mapan dan lebih tua usianya — hal yang wajar dilakukan para perempuan Jepang di masa itu.

Namun Fujisawa berjanji bahwa bahkan setelah ia menjadi istri, ia akan tetap rela bercinta dengan sang mantan kekasih.

“I learned that realism can come in all shapes and sizes. The world is big enough for different values to co-exist. There’s no universal need to be an honours student. And that’s how I found my footing in society.”

Baca The Folklore of Our Times disini.

10. The Ice Man

Kawasan wisata ski di Jepang via www.seejapan.co.uk

Cerpen ini bercerita tentang seorang wanita yang menikahi manusia es. Keluarga dan teman-temannya tidak menyetujui keputusannya, namun, ia tetap nekat menikah dan berjuang memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia.

Suatu hari, wanita ini merasa bosan dengan rutinitas yang dijalaninya dan membujuk si manusia es untuk berlibur ke Kutub selatan. Awalnya, manusia es tidak senang dengan saran tersebut — walau lalu ia luluh. Sesampai di Kutub Selatan, wanita itu kecewa, karena merasa “ditinggalkan” oleh suaminya.

“When I cry, my husband kisses my cheeks, turning my tears to ice.”

Baca The Ice Man disini.

Semoga kamu bisa menikmati cerpen-cerpen yang Hipwee rekomendasikan ini, ya. Setelah membaca cerpen-cerpen Murakami, semoga kamu juga tertarik mendalami karya-karya Murakami yang lain. Selamat membaca!