Tahun 2007, sepuluh tahun lalu, jilbab gaul itu jilbab yang bisa terbentuk rapi seperti bulan sabit diatas kepala. Demi mencapai lengkung yang HQQ anak gaul pada masanya punya trik-trik rahasia. Mulai pakai mika sebagai dalaman jilbab, menggosok jilbab dengan presisi biar kaku waktu dipakai, sampai cuci jilbab pakai larutan kanji.

Gelombang tren hijab kedua melanda di tahun 2013. Setelah cewek-cewek Indonesia makin fasih main Instagram dan menggandrungi Dian Pelangi jilbab hits bergeser ke pashmina. Cara pakainya digubet-gubet disekitar muka lalu disematkan ke atas kepala. Dalaman mika mulai ditinggalkan, jarum pentul jadi sahabat hijabers community Indonesia.

Sekarang ini lvl gaul berjilbab malah ditentukan dari dalaman jilbab yang kamu pakai. Nggak gaul lagi kalau pakai ciput berenda. Apalagi kalau masih pakai dalaman hijab gaya topi kaku. Kalau sekarang mau gaul, pakailah ciput rajut yang sengaja dipakai melet-melet alias sedikit keluar dari jilbab.

Alamakjang…..susah juga ya meniti tangga perhijaban.

Berjilbab sekarang nggak bisa langsung mak bles. Salah warna ciput bikin penampilanmu nggak paripurna

“Sissss….pake jilbab coklat kok ciputnya warna coklat juga? Mati dong sis…” omel seorang teman yang memang dikenal sebagai hijaber sekaligus fashion police di kantor. Hari itu padahal saya sudah sengaja menyeragamkan pilihan warna yang dipakai biar kelihatan matching. Tapi ternyata saudara-saudara, adalah sebuah kekeliruan memilih warna ciput yang terlalu sama dengan jilbabnya.

Advertisement

Warna nggak pas adalah haram via www.instagram.com

“Kalo jilbabnya coklat pake ciputnya warna biru navy aja sis. Itu sempurna. Mau nitip sekalian beli di aku apa? Ada nih ciput dua warna.”

Oke. Udah diomelin, sekarang diprospek buat belanja. Ujungnya saya memesan dua biji ciput dwi warna ke dia seharga 2 kali jatah makan siang.

Dibantu Alyssa Soebandono dan Shireen Sungkar ciput rajut pelan tapi pasti memanjat tangga

Pertama kali melihat Ica, panggilan Alyssa Soebandono pakai ciput rajut kerut di Instagramnya rasanya pengen menarik ciputnya keluar. Genges banget. Udah melet, berkeru-kerut pula.

Tapi lama kelamaan makin banyak teman pakai ciput (masih bahan spandex) dengan model yang sama. Modifikasi ciput ini makin menggila di pasar. Ciput kerut mutiara dengan mutiara tiruan bling-bling di ujung kepala. Ciput kerut yang kerutannya nggak kira-kira, sampai bikin orang yang lihat berkerut keningnya.

Shireen Sungkar– panutan mbak-mbak hijabers yang selalu ingin gaul dan glowing meneruskan tongkat maraton Alissa. Sesuai dengan kepribadian mereka, Shireen ikut mempromosikan ciput rajut dengan senyum manis dan embel-embel, “Enak walaupun anak mengacak-acak jilbab. Buat Ibu sibuk kayak aku ini simpel banget!”

Makin kelihatan ciputmu waktu difoto, makin dekat kamu ke status di-approve jadi hijaber gaul

Makin kelihatan, makin gaul via www.instagram.com

Kalau ditanya mulai kapan dan kenapa sebenarnya saya juga bingung menelusuri asal mula naiknya popularitas ciput rajut nan gaul. Yang jelas makin ke sini makin banyak teman yang berpose miring waktu pasang foto di IG dan IG story mereka. Setelah melakukan pengusutan dan telik sandi ternyata semua pose itu dilakukan untuk satu tujuan.

Menunjukkan ciput rajut yang kelihatan melet-melet di balik jilbab mereka.

Pakai pashmina (checked)

Pakai ciput rajut yang warnanya kontras dari jilbab (checked)

Pose miring dan posting di media sosial (checked)

Kalau dulu kita pernah nyinyir parah sama mbak-mbak berjilbab runcing yang poninya sengaja dikeluarkan, fenomena ciput rajut melet-melet ini sebenarnya juga nggak jauh beda kan?

Enak dipakai, nggak bikin pusing, berasa nggak pakai ciput. HM. Ini mah pusing cyiiiinnnn

Semoga hijab rajut ini cepat berlalu via www.instagram.com

Iming-iming ini yang paling sering ditawarkan penjual ciput rajut di Instagram. Ciput rajut ini melar, nggak bikin pusing dan berasa nggak pakai ciput.

Kalau dipikir ulang semua tawaran ini sebenarnya layak kita pertanyakan — tapi bukan dalam arti literal. Kehadiran ciput rajut menambah panjang standar berjilbab yang mesti kita ikuti. Pakai pashmina atau jilbab segi empat bermotif, pakai ciput rajut melet-melet, muka glowing setelah bertahap-tahap proses skin care.

Padahal pakai jilbab adalah soal membebaskan berbagai standar kecantikan yang selama ini terlalu dipercaya banyak wanita. Rambut harus hitam dan panjang, leher jenjang, dada penuh, tubuh langsing — semua digilas lewat jilbab yang menutupi kepala dan setengah badan.

Semoga demam ciput rajut ini cepat berlalu. Sehingga orang macam saya dan bisa jadi beberapa dari kamu bisa pakai jilbab dengan simpel dan sesuai panggilan hati saja — seperti tujuan kita pakai jilbab pada awalnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya