Di Indonesia yang notabene termasuk negara berkembang, kepemilikan mobil mewah masih dianggap sebagai sesuatu yang tidak biasa. Meski di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sudah sering ditemui mobil sekelas Ferrari, Lamborghini, atau Porsche melintas di jalanan, tapi mobil mewah masih menjadi barang langka di banyak kota kecil. Alasannya karena harganya yang selangit, pajak yang tinggi, dan perawatannya yang juga tidak murah. Bagi sebagian besar orang, mobil mewah dapat menjadi tolak ukur kemapanan karena biasanya salah satu alasan mereka membeli mobil mewah adalah karena kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan yang sudah terpenuhi. Alasan kedua adalah hobi. Seseorang yang mengoleksi mobil mewah dianggap memiliki hobi yang tergolong mahal. Tentu saja dengan begitu derajat seseorang di mata orang lain akan dianggap tinggi. Hal tersebut di atas menjadi salah satu faktor mengapa topik pembahasan mengenai mobil mewah akan selalu menarik diperbincangkan.

Berbeda halnya dengan di negara lain seperti Inggris. Sebagai salah satu negara yang tergolong maju, kepemilikan mobil mewah di Inggris bukanlah hal yang tabu. Dibandingkan di Indonesia, jalanan di Inggris lebih banyak dihiasi berbagai jenis mobil mewah. Tapi, kejadian yang baru-baru ini yang terjadi di West Yorkshire, Inggris Raya, agaknya mampu membuat kita sebagai orang Indonesia geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, sebuah mobil jenis Ferrari ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya di sebuah lapangan. Konon katanya, harga mobil tersebut mencapai 5 miliar jika dirupiahkan! Ya ampun, ‘kan mending dikasih ke kita ya..

Mobil Ferrari biru itu ditinggalkan dalam keadaan hancur di sisi kanan serta spionnya hilang

Ferrari 5 miliar via www.dream.co.id

Meski belum diketahui siapa pemilik mobil Ferrari biru tipe 488 GTB ini, tapi sudah bisa ditebak bahwa mobil tersebut lebih dulu menabrak pagar kayu lapangan sesaat sebelum nyasar ke lapangan di desa Outlane dekat Huddersfield, West Yorkshire, Inggris. Hal ini bisa dibuktikan dengan beberapa tanaman dan pagar di pinggir lapangan yang roboh. Selain itu kerusakan di beberapa bagian mobil seperti body yang rusak, bumper depan robek, dan spion yang hilang juga semakin menguatkan asumsi tersebut. Jejak roda juga terlihat menuju lapangan dekat mobil itu berada. Pertanyaannya, mengapa si pemilik tidak lantas memanggil tukang derek untuk membawa mobilnya kembali ya? Apa karena takut disuruh mengganti kerusakan akibat insiden tabrakan itu? Yang jelas harga mobil mewah tersebut mencapai 300,000 pounds atau sekitar 5 miliar rupiah jika diuangkan. Hmm..

Bukan Inggris, tapi adalah Dubai, negara di mana penduduknya termasuk sering menelantarkan mobil-mobil mewah di jalanan, buang-buang uang banget!

Mobil mewah ditinggalkan hingga berdebu via automotive.idntimes.com

Advertisement

Tak bisa dipungkiri bahwa Dubai termasuk negara kaya dengan minyak sebagai komoditi utamanya. Dengan kondisi ekonomi yang terus melaju pesat, tak heran jika banyak orang-orang kaya Dubai yang hobi mengoleksi mobil seharga miliaran rupiah. Rolls Royce, Bentley, Ferrari, dan Lamborghini, adalah deretan mobil mewah yang seringkali ditemui di jalanan Dubai. Jika kamu berkunjung ke Dubai dan mampir ke pusat-pusat perbelanjaannya, jangan kaget jika tempat parkirnya dipenuhi mobil-mobil sport mewah. Seolah berbanding lurus dengan jumlah mobil mewah, di Dubai juga banyak pemilik yang justru menelantarkan mobilnya, mulai dari kondisinya yang masih kinclong, tertutup debu, hingga hangus terbakar. Usut punya usut, penelantaran tersebut terjadi karena orang-orang kaya di Dubai justru malas membayar pajak mobilnya lho! Mereka lebih memilih meninggalkan hutang pajak daripada harus mendekam di penjara.

Ternyata tidak sedikit pemilik mobil mewah yang tidak punya surat-surat kendaraan lengkap di Indonesia

Beli mobil miliaran bisa, bayar pajaknya yang sulit via news.okezone.com

Sebut saja Haji Lulung. Beberapa tahun lalu mobil Lamborghini milik Abraham Lunggana atau Haji Lulung ini menjadi perbincangan publik lantaran belum memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan. Bahkan pelat nomornya belum terdaftar di Samsat Polda Metro Jaya. Padahal mobil tersebut sudah beberapa kali ia bawa ke kantornya di DPRD DKI Jakarta. Fenomena mobil mewah tanpa BPKB dan STNK ini tidak jarang ditemukan di Indonesia. Membeli mobil miliaran bukan hal yang sulit, yang sulit adalah membayar pajak tahunannya yang bisa mencapai puluhan juta bahkan lebih. Padahal seharusnya hal tersebut sudah menjadi risiko mereka ketika membeli kendaraan mahal.

Miris ya, kemampuan membeli mobil mewah tak sebanding dengan kemampuan membayar pajaknya. Belum lagi ditambah biaya perawatan yang sudah tentu tidak murah juga. Ya seharusnya sih kalau memutuskan membeli kendaraan dengan harga selangit harus tahu risiko yang akan dijumpai supaya tidak terkesan hanya sebatas prestise saja.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya