Sama seperti rezeki, jodoh juga sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Dengan siapa atau kapan akan bertemunya, tentu cuma Tuhan yang tahu. Kita sebagai manusia, hanya bisa berdoa dan berusaha, berharap bahwa jodoh yang ditentukan itu sesuai dengan yang diinginkan. Dia yang saat ini sedang bersamamu, belum tentu menjadi jodoh sehidup sematimu. Begitupun dengan dia yang nggak kamu duga atau malah kamu benci misalnya, bisa jadi dialah yang digariskan untukmu. Memang ya, jodoh itu nggak bisa dikejar dan kita pun nggak bisa lari darinya.

Nah, bagaimana kalau ternyata jodohmu adalah orang yang sebelumnya pernah menjadi pasangan dalam praktikum pernikahan di sekolah? Nggak kebayang ‘kan kalau ternyata dia benar-benar jadi jodohmu? Bukan mustahil, kisah ini dialami oleh seorang netizen yang membagikan ceritanya melalui media sosial. Simak!

Daeng membagikan cerita cintanya, semua bermula dari praktikum sekolah yang menjadi kenyataan 6 tahun kemudian

Awalnya praktikum menikah dan akhirnya beneran sah via www.facebook.com

Cowok bernama Daeng Fadlu Soumena, melalui akun Facebooknya bercerita tentang kisah cintanya yang mungkin membuat netizen lainnya merasa kagum atau bahkan iri. Fadly baru saja menikahi gadis pilihannya, Chusnul Fatiha Chairan. Tapi bukan pernikahan ini yang menjadi daya tarik, melainkan cerita di belakangnya. Melalui unggahannya, Fadly bercerita kalau wanita yang ia nikahi sekarang adalah wanita yang dulu jadi pasangannya di saat praktikum tentang pernikahan di masa SMA.

Dulu, tahun 2011, sewaktu bersekolah di MAN 2 model Makassar, terdapat mata pelajaran Fiqih dengan salah satu materinya adalah Nikah dalam Islam. Materi terdiri dari teori dan praktek. Ketika tiba sesi praktek nikah, saya dan @chusechusnul diminta memerankan mempelai pria dan mempelai wanita.
Kini, tahun 2017, wanita yang bersama saya dalam praktek nikah di sekolah itu, akhirnya bersanding bersama dipelaminan sesungguhnya.
Perkara cinta adalah rahasia Tuhan, perkara usaha adalah rahasia kita bersama. Sebuah proses panjang yang tidak kutahu dimana akhirnya, kini menuai titik terangnya. Sebuah prosesi sakral nan agamis memberi pertanda sebuah penantian telah berakhir, dan perjuangan sebenarnya baru dimulai.
Hari itu, Sabtu, 6 Mei 2017, kusempurnakan sebagian agamaku. Kulabuhkan cintaku pada seorang wanita yang menerima kekurangan dan melengkapi kelebihan. Beriring kalimat yang di akhiri dengan kata SAH , linang air mata bahagia jatuh tak tertahankan. Alunan doa bahagia terucap, bersama ucapan selamat yang tak terhitung jumlahnya.


Saya percaya, hasil tidak akan pernah mengkhianati prosesnya. Beratarung dengan jarak, berdamai dengan masa lalu, bahkan beradu dengan kesetiaan adalah alur cerita yang memberikan pelajaran berharga. Silih berganti yang datang, namun tak satupun memberi titik terang. Berputar haluan dan kembali ke perduan, menjadi jalan yang tepat. Keputusan menikah muda, memang bukan perkara mudah. Tidak ada yang tahu kapan maut akan menghampiri, tidak ada yang tahu bagaimana kadar sebuah kebahagiaan. Menikah muda bukan hanya karena saya tahu ini kesempatan yang tepat, namun lebih dari itu. Beribadah, orang tua, dan berjuang bersama adalah asa yang coba saya bangun dari sebuah pernikahan.

Teruntuk ayah dan bunda tercinta, terima kasih atas segala didikan dan nasehat, hingga pribadi ini siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Aku tahu, butuh perjuangan besar meyakinkan kalian untuk sebuah keputusan terbesar dalam hidup ini. Yakinlah, cinta ini akan setia pada kadar dan porsi yang selalu sama sejak aku terlahir di dunia ini, tidak akan terbagi, tidak akan terkhianati.

Meski termasuk menikah muda, tapi Fadly mengaku kalau ini adalah keputusan yang sudah tepat dan tentunya sudah matang direncanakannya

Advertisement

Fadly dan Chusnul via www.facebook.com

Melalui caption-nya yang bikin haru tersebut, Fadly nggak cuma menceritakan kisah cintanya yang penuh lika liku, mulai dari jarak yang memisahkan, kisah masa lalu, hingga kesetiaan keduanya yang diuji. Fadly menganggap sekarang adalah waktu yang tepat untuk menikahi Chusnul, wanita yang jadi mempelainya di masa praktikum dulu. Ia sadar bahwa menikah muda bukanlah perkara mudah, tapi itu semua sudah direncanakannya dengan matang, sekaligus untuk melengkapi ibadahnya.

Keputusan menikah muda, memang bukan perkara mudah. Tidak ada yang tahu kapan maut akan menghampiri, tidak ada yang tahu bagaimana kadar sebuah kebahagiaan. Menikah muda bukan hanya karena saya tahu ini kesempatan yang tepat, namun lebih dari itu. Beribadah, orang tua, dan berjuang bersama adalah asa yang coba saya bangun dari sebuah pernikahan.

Para netizen yang membaca kisah inipun ikut merasa bahagia dan mendoakan pernikahan pasangan ini bahagia selamanya

Selamat yaa via www.facebook.com

Netizen yang mengetahui cerita tentang ini nggak jarang ikut merasakan haru. Mereka kagum dengan cerita yang diunggah Fadly ini. Bahkan mereka juga nggak menyangka kalau ternyata praktikum yang mereka jalani dulu akan terjadi sungguhan. Doa pun mengalir dari pada netizen yang turut merasakan kebahagiaan. Mereka berharap agar cerita manis ini bisa bahagia selamanya. Hingga saat ini, cerita tentang pasangan yang menikah 6 Mei silam itu udah dibagikan ribuan kali oleh netizen dan mendapatkan lebih dari 12 ribu like di unggahan Facebooknya.

Melinda Putri: Wau saya bener terharu sangt kagum pada kalian berdua selamt ya semoga menjadi keluarga semawa amiiiiiin
Srihida Yatirizki: The Real Couple Goal samawa ya mas Fadly dan mbak Chuse

Wah, nggak menyangka ya ternyata jodoh itu bisa siapa saja. Dimulai dari praktikum sekolah, pasangan ini benaran berakhir di pelaminan. Duh, senangnya. Mungkin ini yang dibilang “ucapan adalah doa”. Dulunya buat memenuhi mata pelajaran, eh sekarang nikah benaran. Selamat ya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya