Dunia kecantikan turut mengalami dampak kemajuan peradaban zaman. Seiring terus berkembangnya kehidupan manusia, tren kecantikan juga semakin berubah. Jika zaman dahulu kita hanya mengenal beberapa jenis make-up standar seperti bedak, lipstik, dan eye shadow, saat ini sudah banyak kita temukan terobosan baru dalam dunia kosmetik. Belum lagi menjamurnya beauty blogger atau beauty vlogger yang selalu update informasi tentang berbagai macam alat kecantikan dan jadi kiblat para wanita untuk merias diri. Hal tersebut juga secara otomatis dapat menggesar stigma ‘wanita cantik’ di dunia. Beberapa beranggapan bahwa wanita cantik adalah wanita yang pintar merias diri. Meski tidak semua beragumen seperti itu tapi secara tidak sadar sebagian besar wanita akan merasa tidak percaya diri ketika harus keluar rumah tanpa polesan make-up.

Berubahnya pemikiran tentang kecantikan ini seakan membawa keharusan wanita mengenakan riasan untuk tampil di depan publik. Mirisnya, tidak hanya wanita dewasa saja yang sudah banyak mengenal kosmetik tetapi juga remaja, bahkan anak kecil yang masih di bawah umur! Parahnya lagi, beberapa pihak beranggapan bahwa hal tersebut bukanlah suatu masalah dan para orangtua tidak berusaha mengambil tindakan ketika tahu anak-anak mereka mengenakan make-up. Padahal beberapa efek negatifnya cukup berbahaya lho baik dilihat dari faktor fisik maupun psikis. Yuk, simak!

Beberapa figur publik yang malah mendukung anak-anak mereka akrab dengan make-up ini menyulut komentar pro dan kontra, menurutmu gimana?

Anak Mulan Jameela dan Ayu Ting Ting via www.serumpi.com

Deretan nama selebriti yang mengizinkan anak-anak mereka merias diri ini banyak dicibir netizen karena tidak seharusnya anak di bawah umur sudah mengenal make-up. Mereka adalah Ayu Ting Ting, Zaskia Adya Mecca, Mulan Jameela, dan Ashanty. Foto-foto anak mereka yang beredar di linimasa dengan lipstik menghiasi bibir mungilnya dan mencuri perhatian netizen. Mayoritas justru malah menghujat keputusan mereka. Pasalnya anak-anak mereka masih di bawah umur dan belum sewajarnya diperkenalkan pada make-up. Sebenarnya sah-sah saja jika mereka mampu mengontrol keinginan anak tersebut dengan membatasi mereka ‘bermain’ make-up. Tapi jika sudah terlanjur ketagihan dan mereka tidak mau dilarang, gimana tuh? Padahal kosmetik jika digunakan terlalu sering akan berbahaya, apalagi untuk kulit anak-anak.

Iritasi kulit hingga penuaan dini adalah beberapa efek negatif kosmetik bagi kulit anak-anak

Anak-anak menggunakan lipstik via hellosehat.com

Advertisement

Hampir semua kosmetik menggunakan bahan-bahan kimia sebagai bahan produksinya. Hal tersebut akan membawa dampak buruk pada kulit manusia jika digunakan terus menerus. Sebenarnya kosmetik bagi kulit orang dewasa maupun anak-anak akan sama-sama membawa efek negatif, akan tetapi presentasenya akan lebih besar jika digunakan oleh anak-anak karena kulit mereka yang lebih sensitif. Belum lagi jika sistem imun anak tersebut bermasalah, tentu akan semakin memperbesar kemungkinan terjadinya iritasi kulit karena penyerapan zat kimia.

Selain itu, make-up juga mempercepat penuaan pada si anak. Penggunaan make-up akan menutup sel kulit dan membuat kulit sulit bernafas. Hal ini dapat menyebabkan sulitnya pembentukan sel kulit baru sehingga kulit lebih cepat mengalami penuaan. Make up yang terserap di wajah juga berpengaruh pada hormon dalam tubuh anak yang bisa mempercepat penuaan dari dalam. Kulit kasar juga dapat menjadi dampak negatif dari penggunaan kosmetik bagi anak karena kandungannya mampu merusak kelembaban wajah jika digunakan terlalu lama. ‘Kan kasihan kalau masih kecil kulitnya sudah kasar dan menebal, nutrisi alami jadi sulit terserap deh.

Tak hanya dampak fisik, anak-anak akan merasakan dampak psikis juga lho akibat terlalu dini mengenal make-up

Anak-anak menjadi lebih cepat remaja via nova.grid.id

Menurut psikolog anak, jika orangtua terlalu dini mengenalkan dunia kosmetik pada anak dan menjadikan hal itu sebagai kebiasaan, si anak bisa jadi akan mengalami masa remaja lebih awal. Mereka akan menganggap diri mereka sebagai remaja karena mengenakan barang-barang seperti layaknya orang dewasa. Hal ini kemudian yang mampu mendistorsi identitas anak oleh sebab munculnya rasa kurang percaya diri ketika mereka tampil di depan publik tanpa riasan. Kalau tidak mau terjadi hal seperti ini lebih baik jangan kenalkan make-up pada anak di bawah umur deh.

Penampilan anak yang dianggap lebih ‘menarik’ ini bisa saja menjadi umpan para pedofilia

Pedofilia via www.buahatiku.com

Maraknya pedofilia di zaman sekarang sudah seharusnya menjadikan para orang tua semakin siaga mendidik dan menjaga anak-anak mereka. Memperkenankan si anak menggunakan make-up ketika keluar rumah, tidak menutup kemungkinan akan semakin menarik perhatian para pedofilia di luar sana. Apalagi jika foto si anak dengan make-up disebarluaskan di jejaring sosial. Memang sih, hal ini tidak lantas menjadi satu-satunya faktor pendorong anak menjadi korban pedofilia. Tetapi akan lebih baik mencegah dengan mengambil tindakan preventif kan? Toh tidak ada ruginya..

Jangan sampai ya hanya karena ego orangtuanya yang ingin melihat anak tampil lebih stylish, jadi mengesampingkan dampak-dampak yang mungkin terjadi seperti di atas. Biarkan saja si kecil tumbuh dengan cara yang normal selayaknya anak-anak.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya