Cerita sedih tentang maskapai penerbangan di Tanah Air seakan nggak pernah ada habisnya. Tentu saja cerita ini menyangkut baik atau buruknya pelayanan maskapai-maskapai tersebut. Meski memang banyak pelayanan yang patut diapresiasi, tapi rasanya kebaikan tersebut harus tertutup oleh cerita-cerita mengecewakan yang nggak kalah banyaknya.;

Salah satu maskapai penerbangan yang sering menjadi perbincangan masyarakat adalah Lion Air. Mulai dari keterlambatan yang selalu terulang, hingga terlantarnya para penumpang sampai puluhan jam. Namun ada hal yang lebih menyita perhatian baru-baru ini, yakni kabar perihal tiket penumpang maskapai tersebut yang tiba-tiba bisa di-refund seseorang tanpa sepengetahuan sang pemilik tiket.

Fyra Sahrir menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya melalui akun Facebooknya

Tiket Lion Air tiba-tiba refund via www.facebook.com

Cerita ini diunggah oleh salah seorang pengguna Facebook dengan akun bernama Fyra Sahrir. Ia berkisah panjang lebar tentang kejadian yang baru saja menimpanya. Awalnya, Fyra mengantar kedua orangtuanya ke bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada 8 Juli lalu. Rencananya kedua orangtuanya akan berangkat ke Samarinda. Tiket pulang pergi (PP) Makassar-Balikpapan-Makassar telah dibeli oleh Fyra pada 6 Juli melalui aplikasi pembelian tiket online, Traveloka. Tapi setelah sampai di bandara dan saat proses check in, tiba-tiba tiket yang sudah dibeli tersebut ditolak oleh Lion Air. Alasannya, tiket tersebut sudah di-refund oleh seseorang.

Pihak Traveloka awalnya bilang kalau tiket tidak pernah di-refund, tapi pihak Lion Air tetap bersikukuh

Tiket Lion Air tiba-tiba refund via www.facebook.com

Advertisement

Apa yang disampaikan oleh pihak Lion Air tentu sangat mengejutkan bagi Fyra. Sebelumnya ia nggak pernah melakukan refund untuk tiket yang telah ia beli. Pihak maskapai itu pun bersikukuh kalau tiket tersebut telah di-refund dan mereka seolah tidak peduli dengan masalah ini. Mereka malah meminta Fyra untuk memastikan kejelasan masalah tersebut kepada pihak Traveloka. Fyra yang menghubungi pihak Costumer Service (CS) Traveloka lalu mendapat jawaban bahwasanya tiket tersebut masih aktif dan belum di-refund. Hal ini tentu saja membingungkan.

Ia pun kembali melayangkan protes pada pihak Lion Air tapi tetap saja mereka tidak kooperatif dan bersikeras mengatakan jika tiket tersebut telah di-refund oleh seseorang bernama Linda pukul 1 siang pada hari itu juga. Hal ini tentu saja makin menimbulkan pertanyaan di benak Fyra. Siapakah Linda? Bukankah kalau ingin melakukan refund harus melalui nama pemesan, dan kenapa Lion Air dengan mudahnya memproses refund dari orang yang tidak jelas.

Akhirnya Fyra pun menghubungi pihak Traveloka via surel, namun respons yang diterima cukup mengecewakan

Tiket Lion Air tiba-tiba refund via www.facebook.com

Nggak sampai di situ, Fyra kembali “dilempar” oleh Lion Air ke Traveloka. Akhirnya ia menghubungi pihak Traveloka melalui email. Dan respons yang tetap mengecewakan diterima oleh Fyra. Pihak Traveloka mengaku kalau mereka tidak pernah mengajukan refund ke pihak maskapai. Traveloka hanya mengajukan refund jika ada permintaan dari pihak penumpang. Pihak Traveloka bahkan nggak mengetahui sosok Linda yang disebut-sebut. Linda melakukan refund tidak melalui Traveloka melainkan langsung ke call center Lion Air. Dan solusi yang hanya bisa diberikan oleh pihak Traveloka hanyalah dengan melakukan pemesanan kembali sembari pihak mereka melakukan investigasi.

Dan pada akhirnya, Fyra pun menyerah dengan permasalahan yang tidak ada jalan keluarnya ini

Tiket Lion Air tiba-tiba refund via www.facebook.com

Intinya, Traveloka mengaku nggak pernah melakukan refund sedangkan pihak Lion Air memberikan bukti bahwa tiket tersebut telah di-refund. Akhirnya Fyra pun menyerah. Ia juga nggak bisa menjalankan solusi untuk melakukan pemesanan kembali karena tidak punya cukup dana. Melalui balasan surel ke Traveloka, Fyra berharap ada bantuan dari pihak ketiga tersebut. Karena ini sangat merugikan mereka. Fyra berharap kerja sama dari Traveloka sebelum ia melanjutkan masalah ini ke jalur hukum.

Akibat dari masalah tersebut nggak cuma kekecewaan tapi kesedihan yang jauh lebih mendalam

Tiket Lion Air tiba-tiba refund via www.facebook.com

Masalah ini tentu saja mengundang kekecewaan bagi Fyra dan keluarganya, terutama akibat dari batalnya keberangkatan kedua orangtua Fyra tersebut. Pasalnya, tujuan keberangkatan bapak dan ibunya ke Samarinda adalah untuk menghadiri pernikahan adiknya. Masalah ini tentu menggagalkan rencana bapak dan ibunya untuk berada di samping anaknya yang sedang menjalani momen sakral itu. Apakah terbayangkan kesedihan bapak dan ibu, maupun adik Fira yang akhirnya urung ditemani orangtuanya di momen penting itu?

Bapak dan ibunya yang telah melalui perjalanan cukup jauh dari Takalar ke Makassar yang berjarak 37 kilometer dengan menggunakan sepeda motor, kue tradisional (baje) yang telah dibuat sehari sebelumnya untuk dibawa ke pernikahan, dan rasa bahagia yang terpancar sebelumnya tiba-tiba lenyap begitu saja hanya karena tiket yang di-refund entah oleh siapa. Apakah pihak Lion Air ataupun Traveloka pernah memikirkan itu? Beberapa paragraf terakhir yang ditulis Fyra ini membuat siapa yang membacanya turut merasakan sedih yang mendalam. Itu pasti.

Diantara kekalutan dan kerempongan yang mengesalkan itu saya melihat ke arah Bapak. Dia sudah terduduk lemas bersama kopernya. Tertunduk pasrah. Dan meminta kami menghentikan saja protes yang membuat emosi kami hampir sampai di ubun-ubun itu. Beliau menyampaikan ikhlas uang 4 juta yang beliau pinjam itu hangus begitu saja. Dan akan membayarnya saat gaji 13 nanti cair.

Kami pun menelpon adik di Samarinda. Memohon maaf karena Bapak dan Ibu tidak dapat menghadiri resepsi pernikahannya. Dari mertuanya kami tahu, disana dia menangis. Bapak hanya tertunduk. Berusaha menyembunyikan air matanya yang tak sanggup di tahannya juga.

Malam itu juga orang tua kami langsung balik ke Takalar. Mereka menolak tawaran kami untuk menginap di Makassar. Berapa kali kami menawarkan menginap, sebanyak itu juga mereka menolak. Mereka tetap ingin pulang ke Takalar malam itu juga saat waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Pulang dengan rasa kekecawaan luar biasa.

Saya tidak peduli lagi mengenai siapa yang salah. Entah itu pihak Traveloka ataupun pihak Lion Air. Tapi rasa kecewa yang mendalam ini tak bisa tergantikan dengan sekedar jumlah materi. Kekecewaan saya sebagai orang yang mengurus pembelian tiket untuk Bapak. Kekecewaan Bapak yang tidak bisa melihat resepsi pernikahan anaknya. Kekecewaan adik saya yang tidak didampingi satupun keluarganya pada resepsi pernikahannya. Rasa kecewa yang membuat kami menangis dalam diam. Menyembunyikan tetesan air mata antara satu dan yang lain, yang sama-sama kecewa, agar tidak makin melukai. Rasa kecewa yang mungkin tidak akan dipahami bagi yang tidak mengalaminya. Termasuk pihak Traveloka dan Lion Air yang sangat melukai kami.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya