“Waaah… Kuliah dimana lu sekarang, Bim?”
“Di Malang, dong. Lu gimana?”
“Gue di sini aja. Hehe”

Bagi sebagian orang, pindah kota itu perlu. Mungkin karena memang tuntutan mencari ilmu, tuntutan mengejar cita-cita, hingga tuntutan mencari jodoh. Apapun alasannya, pindah kota memang hal yang akan kamu lakukan demi mengejar semuanya.

Nah, tapi tetap ada saja kan orang yang sedari lahir sampai dewasa tetap di satu kota aja. Dia lahir, sekolah, kuliah, dapet kerja hingga dapet pasangan orang situ juga.

Gimana ya rasanya kalau kamu dari lahir sampai segede ini tetap di kota yang sama? Sebagai orang yang menjalaninya, hal-hal ini udah kamu hapal banget di luar kepala.

Menetap di satu kota membuatmu bangga akan kotamu. Bahkan sampai ke belokan kecil udah kamu hapal di luar kepala

Bangga dengan kota kelahiranmu via twistedsifter.com

Advertisement

Kota kelahiran memang selalu punya cerita istimewa yang tak kan mungkin untuk kamu lupakan. Berbagai hal sudah kamu alami di kota kelahiranmu. Dari situ muncul cinta kepada kota kelahiran yang sedari dulu jadi tempatmu menghabiskan waktu. Lahir hingga besar di kota tersebut, kamu akan sadar betapa berartinya kota itu bagimu.

Mengetahui setiap jengkal dari kota kelahiran membuatmu makin cinta dengannya!

Kamu gak perlu bingung kalau pas butuh sesuatu. Kamu selalu tahu harus cari di mana, harus beli barang termurah di mana

Tokonya bang Jose, nih via fantasticshoppefronts.tumblr.com

“Ji, tolong beliin kebutuhan buat dekor besok, ya?”
“Oke, deh. Aku beli di toko bang Ali aja, ya?”
“Serah, deh. Lu kan tau mana yang paling murah”

Sebagai warga sejati kotamu, kamu tentu gak perlu bingung lagi kalau mau nyari sesuatu. Kamu sudah mengenal dengan baik seluk beluk kotamu, sehingga gak perlu tanya-tanya lagi kalau mau nyari barang lengkap dengan harga termurah. Dengan begitu, kamu bakal jadi andalan tiap ada orang yang membutuhkan bantuan di kotamu.

Kadang kamu iri lihat orang yang mudik ke kampung halaman. Kamu mah mudik ke mana? Nenekmu juga tinggalnya sekota

Kangen kampung halaman… via loveizlyf.blogspot.com

Bagimu, tak ada alasan untuk rindu dengan kampung halaman. Yah, namanya juga lahir dan besar di sana, mana pernah kamu merasa rindu dengan kampung halaman? Namun, meski rindu tak pernah kamu rasakan, rasa cintamu terhadap kampung halaman tak perlu diragukan lagi kok.

Mulai dari pacar pertama hingga sekarang, semua ada di satu kota. Seneng sih. Tapi susah move on juga

Banyak kenanganmu disini via www.techtimes.com

“Ji, gue jelasin ya. Itu tempat kencan sama pacar pertama. Tempat sebelahnya sama pacar kedua. Nah yang seberang jalan itu kencan sama pacar ketiga. Kalau yang sekarang? Kencannya di dekat alun-alun. Haha”

Namanya juga sedari kecil sampai besar di kota itu saja, kenal sama pacar ya anak kota itu juga. Pun demikian dengan pacarannya. Karena memang mulai dari kenalan, pdkt hingga jadian di kota tersebut, urusan kencan ya tetep di kota itu juga. Karenanya kamu jadi punya banyak kenangan di setiap sudut kota.

Nggak jarang ada perasaan bosan. Kamu bertanya-tanya gimana rasanya keluar dari kota kelahiran

Sampai tua disini ajaa via www.lifebuzz.com

Terlahir dan tumbuh dewasa di satu kota juga punya sisi yang gak enak buatmu. Cepat atau lambat kamu akan merasa bosan dengan hal-hal yang ditawarkan oleh kotamu. Rasa bosan itu tak bisa kamu hindari. Karena memang sedari dulu hingga saat ini, kamu tetap berada di kota yang sama. Yah, wajar lah kalau memang kamu jenuh karenanya. Kan memang sedari dulu kamu menikmati satu kota saja.

Kesempatan liburan bikin kamu berpikir gimana rasanya hidup di kota lain. Kadang pengen juga bisa move on dari kotamu….

Jalan-jalan ke luar kota~ via opjam.tumblr.com

“Ji, besok liburan ke Jogja, ya?”
“Okeh. Gue sumpek dari kecil sampek gede di Jakarta terus”

Ketika liburan datang kamu pasti merencanakan untuk liburan ke luar kota. Sebagai warga sejati kota tempat kelahiran, tentu kamu sudah hafal dengan berbagai wisatanya. Saking hafalnya, kamu sampai bosan. Itulah kenapa kamu akan selalu berusaha untuk meluangkan waktu liburan di kota orang. Yah, menyiasati agar kamu gak selamanya di situ-situ aja.

Melihat teman-temanmu hijrah ke luar kota, kamu mau juga jadi kayak mereka. Tapi nggak semudah itu pindah gitu aja

Bakal susah nih kumpul sama temen via ashhallphotographer.wordpress.com

“Buk, enak ya si Oji. Dia kerja di Jakarta.”
“Lha kenapa emang, le?”
“Sebenarnya iri sih Buk sama Oji yang bisa kerja di lain kota”

Melihat teman-temanmu kerja di luar kota, dalam hatimu ada rasa iri yang menghinggapi. Sebenarnya, kamu juga ingin bisa hijrah ke kota lain. Kamu juga ingin merasakan hidup di kota lain agar kamu punya pengalaman hidup yang lebih dari yang bisa ditawarkan kotamu saat ini. Tapi gimana lagi, kota tersebut sudah menyatu denganmu.

Kamu jadi tukang ‘jaga kandang.’ Kalau temen-temen yang merantau pada mau kumpul kamu yang jadi seksi sibuknya

Sedih ditinggal teman pergi via quotesgram.com

Melihat teman-temanmu pergi merantau ke kota orang, tak hanya iri yang menghinggapi hatimu. Ada juga rasa sedih melihat tempat-teman sepermainanmu pergi meninggalkanmu. Perasaan sedih itu datang karena kamu ragu, akankah kalian bisa kembali bertemu? Akankah kalau nanti kalian bertemu lagi, semuanya akan tetap sama? Karena keraguan tersebut, kesedihan yang kamu rasa semakin menjadi saat melihat teman-temanmu pergi.

Ah. Nggak semua orang punya kemewahan sepertimu. Bisa tinggal di kota yang sama di setiap tahap hidupmu

Sampai tua bakal tetap cinta dengan kota ini via hungerinnashville.tumblr.com

Tapi memang sih, meski ada kesedihan menghinggapi hatimu, kota kelahiran akan selalu menjadi tempat nomor satu. Meski banyak godaan bagimu untuk hijrah dan menggapai mimpi di kota lain, kamu tetap teguh mencintai kota tempat kelahiranmu. Walau banyak temanmu yang juga sudah pindah, kamu tetap yakin bahwa kota kelahiranmu adalah tempat terbaik bagiumu. 🙂

Bagaimana nih? Apakah perasaanmu yang selama ini sejak lahir sampai usia segini tetap di satu kota sudah tersampaikan? Atau masih ada lagi gak nih perasaan yang ingin kamu utarakan? Yuk bagi aja di kolom komentar 🙂