Mencuci pakaian adalah hal krusial untuk kebersihan dan penampilan, jika baju gak pernah dicuci akan membuat teman-teman meninggalkanmu karena bau menyengat yang keluar dari pakaianmu. Di artikel ini, Hipwee akan mengulas suka-duka mencuci ala anak kos yang akan mengingatkanmu betapa enaknya (enak?) tinggal dan ngurus cucian sendiri di kos. Yuk, kita cek satu persatu!

1. Bagi kamu yang pada dasarnya emang rajin, baju baru kotor dikit aja udah langsung dicuci.

Begitu kotor langsung cuci via goodshepherdmicrofinance.org.au

Sayangnya, anak kos yang rajin nyuci itu langka…

Kebiasaan yang paling jarang sekali dilakukan oleh anak kost, apalagi yang cowok: langsung mencuci pakaian yang udah dipakai seharian. Tapi jika kamu sadar, sebenarnya kegiatan ini adalah sebuah kebiasaan yang sangat baik jika dapat kamu lakukan secara konsisten, kegiatan sederhana itu sebenarnya bisa kamu lakukan sambil mandi dan untungnya lagi, waktu yang kamu perlukan untuk mencuci tidak perlu lama karena baju kotormu yang sedikit, ketika menjemur juga tidak membutuhkan tempat yang banyak.

Cucilah pakaian kotormu yang kamu pakai kemaren di pagi hari, hitung-hitung sebagai pengganti jika kamu malas olahraga.

2. Berbeda dengan kamu yang suka menunggu baju kotor hingga setinggi gunung baru dicuci, itu pun kalau sempat.

Advertisement

Demi efisiensi kerja via www.upcoming.nl

Nah, hal yang satu ini adalah hal yang biasa banget dilakukan oleh anak kost. Kesibukan sebagai anak kost terkadang membuat mencuci menjadi pekerjaan paling berat yang dilakoni, belum lagi uang jatah dari orang tua terbatas untuk kamu gunakan sebagai biaya laundry. Alhasil, demi efisiensi kerja, mencuci pakaian setelah menumpuk dengan bau yang khas menjadi hal yang banyak dilakukan oleh anak-anak kost. Walaupun bukan termasuk hal yang efektif, tapi pilihan ini dianggap pas dengan kehidupan anak kost yang sibuk dengan tugas kuliah atau tugas sosial nongkrong bareng teman-teman.

Taruhlah pakaian kotormu di tempat khusus, agar baunya tidak menganggu teman kostmu yang lain, ya…

3. Demi solidaritas antara teman sekost terjaga, sering kali mencuci berjamaah menjadi pilihan yang menyenangkan.

Demi solidaritas, mari mencuci bersama via www.fotografer.net

Apapun yang dilakukan anak kost, selama pekerjaan itu dilakukan bersama-sama pasti akan terasa lebih ringan dan menyenangkan. Ya, gak? Prinsip gotong royong itu yang tak jarang menjadikan praktik “mencuci berjamaah” sebagai solusi agar kegiatan cuci mencuci menjadi menyenangkan. Mencuci bersama biasanya dilakukan di akhir pekan, musik yang keras menjadi aksesoris yang wajib ada setiap kegiatan ini dilaksanakan. Selain mencuci, mengobrol adalah hal yang bisa kamu lakukan bareng teman-teman kostmu, entah ngobrolin orang lain atau ngobrolin tugas kuliah.

Masalah muncul ketika selesai mencuci: Jemuran yang terbatas tak dapat menampung seluruh pakaian kotor anak kost. Mau jemur di mana hayo?

4. Ketika musim hujan menyerang, wajib hukumnya bagi-bagi jadwal piket menjaga jemuran.

Menjaga jemuran dengan bahagia via www.empireonline.com

Musim hujan adalah momok menakutkan bagi anak kost saat mencuci pakaian. Pembagian piket terjadi secara alami tanpa paksaan, jadi, biasanya bagi mereka yang mencuci pakaian akan memberitahukan kepada temannya yang kebetulan tidak ada aktivitas dan diam saja di kost hari itu untuk menjaga dan mengangkat pakaianmu di jemuran ketika hujan tiba-tiba menyerang. Jika kebetulan kamu punya ibu kost yang baik hati, tak jarang beliau dengan sukarela mengangkat jemuranmu ke tempat yang lebih kering.

Tanpa disadari, kebiasaan saling mengingatkan ini baik untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritasmu sebagai anak kost dan tentunya dengan menenangkan hatimu karena tak perlu lagi was-was takut akan pakaianmu yang akan basah terkena air hujan.

5. Kalau jemuran terlanjur basah kena hujan, mau gak mau kamu harus pake baju kemarin atau pinjem baju dari kamar kost sebelah. Enakan yang mana?

Hujaaaan… via lagingetrend.com

Hal berbeda terjadi jika ternyata kostmu sedang dalam keadaan sepi dan rendaman pakaian kotormu tidak dapat menunggu lebih lama lagi, setelah menjemur ternyata hujan turun tiba-tiba, alhasil jemuranmu basah. Ada 2 opsi murah yang dapat kamu lakukan, 1) memakai pakaian yang sudah kamu pakai kemarin atau 2) meminjam pakaian temanmu. Kalau sudah minjem, jangan lupa dikembalikan dalam keadaan sudah tercuci ya, biar besok-besok bisa pinjem lagi.

6. Gak ada matahari, kipas angin pun jadi…

Di saat matahari tak kunjung muncul, kipas angin menjadi penyelamatmu via www.whateverbackpacker.com

Kecerdikan anak kost memang tak bisa diragukan lagi. Ketika jemuran penuh atau hujan tak kunjung berhenti, menjemur tak perlu lagi membutuhkan panasnya matahari. Kipas angin bisa membantu untuk mengeringkan pakaian yang basah, cukup mengorbankan sedikit ruangan di dalam kostmu kemudian arahkan kipas angin ke pakaian basahmu dan tunggulah hingga kering. Kamu bisa menunggu dengan membaca buku atau bisa kamu tinggal tidur, begitu bangun, pakaian kamu telah kering dan siap untuk kamu kenakan.

7. Lupa kalau rendaman baju sudah sehari-semalam di ember itu udah biasa…

Lupa dengan rendamanmu via kaskushootthreads.blogspot.com

Kebiasaan yang paling sering dilakukan anak kost adalah merendam pakaian dengan deterjen dalam waktu tertentu kemudian kucek-kucuk, bilas dan jemur. Biasanya baju direndam malam-malam biar besok bisa pagi bisa dijemur. Kamu beranggapan bahwa semakin lama merendam, semakin mudah kotoran pergi dari pakaian kotormu, padahal hanya butuh waktu 30 menit maksimal untuk merendam pakaian sesuai dengan petunjuk di bungkus deterjen. Karena kebanyakan aktivitas, rendaman sering terlupa, bahkan hingga seharian penuh, bisa kamu bayangkan tidak enaknya bau tidak enak yang keluar dari rendaman itu, yikes……

8. Rasa kecewa dan menyesal tidak dapat kamu hindari ketika pakaianmu luntur akibat salah memasukkan pemutih atau tercampur dengan warna lain.

T-shirt andalan ku… via www.teen.com

Salah satu hal yang membuat anak kost sedih berhari-hari selain diputusin pacar adalah pakaian yang luntur akibat kesalahan sendiri, salah memasukkan pemutih atau tercampur dengan warna lain ketika merendam menjadi penyebab lunturnya warna pakaianmu. Ketika hal tersebut terjadi, kamu tidak bisa menyalahkan orang lain kecuali dirimu sendiri. Solusi buat baju luntur apa? Disimpan dan gak pernah dipakai lagi atau dijadikan kain lap.

9. Setrika juga setrika sendiri. Kalau gak ada setrika listrik, ditindih pakai baku tebal juga bisa.

wuss, nyetrika dulu via s15.photobucket.com

Dan ketika semua proses mencuci dan menjemur telah dilakukan, tiba saatnya untuk melakukan kegiatan pelengkap yaitu menyetrika pakaian. Kegiatan menyetrika bagi sebagian orang dianggap sebagai kegiatan yang tidak menyenangkan, tapi jika ditinggalkan jangan heran jika temanmu menegur “baju kamu ga disetrika ya???”. Jika tak ingin malu, mau tak mau kamu harus menyetrika pakaianmu agar rapi dan ketahuan kalo itu sudah dicuci. Tak punya setrika elektronik tidak jadi masalah, buku RPKPS yang tebal itu bisa kamu jadikan sebagai pengganti setrika.

Nah, itu dia suka duka mencuci sendiri ala anak kost yang terkadang membuat kita ingat akan asyiknya kehidupan masa kost dulu. Tidak mencuci bisa mengakibatkan masalah serius, salah satu contohnya adalah turunnya kepercayaan dirimu karena baju kotor yang kamu pakai. Sudah mencuci belum hari ini?