Sahabat-sahabatku yang super, jatuh adalah cara maju yang rasanya tidak enak, bangkit move on dan jangan menyerah adalah kuncinya.

Akrab dengan kalimat-kalimat di atas? Kalau kamu akrab, mungkin kamu tahu siapa yang sering mengatakannya. Ya, dialah motivator Indonesia, Mario Teguh. Mario Teguh menjadi ikon motivator Indonesia sejak dekade 2000-an, kalimat-kalimat motivasinya sering di-share banyak orang di media sosial. Sebuah stasiun televisi swasta bahkan sempat membuatkannya sebuah acara motivasi khusus untuknya.

Lambat laun, Mario Teguh menjadi salah satu motivator dengan bayaran termahal di Indonesia. Ia juga sering diundang di berbagai perusahaan-perusahaan besar ibu kota untuk memotivasi para karyawan-karyawan untuk meningkatkan kualitas kerja mereka.

Namun, makin ke sini kamu ngerasa bosan nggak sih sama kalimat motivasinya Mario Teguh? Ngerasa kalau yang diungkapkan Mario hanya itu-itu aja dan kurang relevan dengan realitas kehidupan sebenarnya? Kalo iya, kamu perlu baca artikel Hipwee ini sampai habis. Simak!

Di awal kemunculannya, Mario Teguh mencuri perhatian orang Indonesia. Sosok bijaksana dan sifat kebapakannya membuat kita terkesima dengan kalimat-kalimat emasnya

Sahabat-sahabat saya yang super via 4.bp.blogspot.com

Advertisement

Masa lalumu sudah selesai, Hari ini adalah awal dari sisa masa depanmu, Hidupilah sepenuhnya hari ini

Tahun 2006 adalah tahun kemunculan Mario Teguh menjadi seorang motivator di stasiun televisi Indonesia, program yang ia pandu sendiri menjadi salah satu program motivator terpopuler hingga saat ini. Kebanyakan orang Indonesia berpendapat bahwa Mario Teguh berhasil membuat orang-orang menjadi lebih bijak dalam menyikapi permasalahan. Hmm, keren! Pak Mario juara.

Tapi, nggak tahu kenapa, kalau nonton live acara motivasinya sering ngebingungin, kadang berputar-putar menjawab pertanyaan penonton~

Angkat tangan! via cdn.metrotvnews.com

Kalau kamu suka nonton acara Mario Teguh di televisi, kamu pernah merasa bingung nggak sih? Kala ada penonton di sana yang bertanya tentang persoalan hidup, maka kerap kali dijawab dengan berbelit-belit alias kurang nyambung sama pertanyaannya. Nanya A dijawab B, nanya C dijawab D~

Dari bulan ke bulan, tahun ke tahun, kalimat motivasinya nggak jauh berbeda

Love is never via 2.bp.blogspot.com

Melalui saluran televisi swasta kita sudah mengenal sosok Mario Teguh hampir 10 tahun, apalagi saat ini media sosial menjadi senjata Mario Teguh untuk menyebarkan kalimat motivasinya. Hmm, sebenarnya sah-sah aja dan nggak ada salahnya, tapi makin ke sini kok banyak yang mengaku bosan ya? Apa karena kalimat motivasinya kurang inovatif dan berkembang, serta nggak jauh dari harapan-harapan formal. Peace~

Katakanlah Aamiin atau Like, jika doa pagi ini adalah doa Anda juga. Love you!

A photo posted by Mario Teguh (@marioteguh) on

Dan bandingkan dengan ini

Katakanlah Aamiin atau Like, jika doa malam ini adalah doa Anda juga. Love you!

A photo posted by Mario Teguh (@marioteguh) on

Nah, banyak orang merasa kalau Mario Teguh sering menggunakan substansi yang sama di setiap kalimat mutiara yang sering dia ucapkan. Padahal intinya sih udah tahu maksudnya apa, tapi malas mengembangkan kalimat sehingga suka bikin kita jenuh dan bosan.

Atau jangan-jangan kita saja yang sudah percaya diri dan berambisi, sehingga nggak lagi butuh motivasi Mario Teguh lagi?

Jomblo versi pak Mario via 41.media.tumblr.com

Mungkinkah karena kita udah dewasa, maka kita udah nggak terlalu butuh nasehat dan petuah-petuah Mario Teguh? Tapi pada dasarnya kalimat-kalimat Mario Teguh emang ‘megah’ dan mudah membuai segala kalangan umur, terutama untuk insan-insan yang tengah terpuruk dan berkutat dengan kegagalan. Apa yang keluar dari mulut Mario Teguh laksana suara pemberi harapan dari surga. Namun, jika tidak dikembangkan maka seiring waktu juga bikin jenuh deh.

Lagipula, tentu hidup memang berjalan dinamis dan tidak bisa ditebak. Motivator yang cerdas sekalipun hanya mampu memaparkan “apa yang seharusnya terjadi” tanpa benar-benar selaras dengan “apa yang sesungguhnya terjadi”

Salah satu kelemahan orang Indonesia adalah terlalu terobsesi dengan hal-hal yang instan. Asumsi tersebut di antaranya direpresentasikan lewat bagaimana larisnya buku-buku motivasional dengan topik dangkal seperti 5 Menit Jadi Kaya Raya, Kunci Sukses Masuk Surga Tanpa Ibadah, dan sejenisnya. Kita tumbuh di lingkungan yang mendambakan kesuksesan dengan cara dan jalur yang pintas. Alih-alih menumbuhkan budaya membaca untuk menjadi bekal kita menghadapi segala permasalahan dunia, kita memilih memercayai bahwa semesta dapat dipahami cukup dengan membaca 1-2 buku kunci sukses, dan menyerahkan diri pada buaian-buaian PHP itu.

Terkait dengan kiprah motivator seperti Mario Teguh, ini mengindikasikan juga bahwasanya kita ingin selalu memahami cara mengejar keberhasilan secara praktis. Bukan mempelajari sendiri sedikit demi sedikit dari asam garam dan jatuh-bangun pengalaman yang kita lalui, melainkan memilih belajar singkat dari rumusan hidup yang sudah dirangkum oleh motivator-motivator itu lewat kalimat-kalimat emas. Ibarat membaca buku, kita hanya ingin segera langsung membaca bagian kesimpulan dibanding secara bertahap menikmati isi uraian dan ulasannya dengan mendalam dan komplet.

Padahal, tentu kasus hambatan, permasalahan dan pengalaman tiap orang berbeda-beda. Pun jika kita hafal seluruh kata yang pernah keluar dari Mario Teguh, belum tentu mental dan kepekaan kita bisa sejalan dengan penerapannya.

Sebenarnya nggak salah juga sih sesekali ikut nimbrung mendengarkan kalimat-kalimat mutiara dari Mario Teguh. Toh apa yang dikerjakan beliau juga berorientasi membantu orang-orang yang kurang motivasi dalam mengatasi masalah dan mengejar mimpinya. Sangat positif. Cuma, kita harus paham sepenuhnya bahwa ia bukan manusia sempurna, jangan terlalu bergantung pada kiat-kiatnya. Imbangi dengan sumber-sumber lain, karena semesta tidak pernah sesederhana itu kawan.