Selamat Tahun Baru! Selamat datang 2015! Bagaimana malam tahun barumu kemarin? Yang pasti sih banyak kembang api yang menyala ya, di langit. Kembang api memang tidak bisa dipisahkan deh dengan perayaan-perayaan penting karena sudah dianggap sebagai simbol selebrasi dan semangat.

Ngomong-ngomong, di balik bentuk yang sederhana dan kilatan cahaya yang menawan, kembang api memiliki banyak fakta dan hal unik yang belum banyak diketahui, lho. Apa saja, ya?

1. Siapa Di Sini yang Selalu Takjub Pada Pancaran Warna Kembang Api? Padahal, Benda Ini Justru Tak Mengandung Pewarna, Lho!

Berbagai warna kembang api via www.economycarhire.com

Coba ingat-ingat deh, kemarin kamu lihat kembang api warnanya apa saja? Yap, saat ini, kembang api sudah memiliki sekitar 6 warna. Padahal dulu di awal pembuatannya, kembang api hanya memiliki 1 warna saja, yaitu jingga.

Warna dari kembang api ini bukanlah dari pewarna, melainkan dari senyawa logam yang terbakar. Warna termudah untuk diciptakan adalah jingga, yang mana tercipta dari bubuk kalsium. Warna merah diciptakan dari lithium dan strontium, putih atau silver dari titanium dan magnesium, kuning dari sodium, hijau dari barrium, dan biru dari tembaga. Warna biru adalah yang tersulit diciptakan karena suhu pembakaran tembaga harus tepat. Kalau tidak, ya warna biru tidak dapat dihasilkan, deh. Nah, siapa dari kamu yang beruntung menyaksikan kembang api berwarna biru tadi malam?

2. Proses Penemuan Kembang Api Sebenarnya Berawal Seperti Lagu Tenda Biru-nya Desi Ratnasari. Tak Sengaja~

Advertisement

Ditemukan di Tiongkok secara tak sengaja via blog.newx.com

Kembang api yang selalu menghiasi malam tahun baru ini pertama kali ditemukan di Tiongkok sekitar 2000 tahun yang lalu secara tidak sengaja. Seseorang tidak sengaja mencampurkan beberapa bubuk yang ternyata adalah bubuk mesiu dan senyawa logam ke dalam sebuah bambu. Bambu tersebut dilemparkan ke dalam api dan kemudian menghasilkan ledakan yang cukup dahsyat diikuti dengan percikan api.

Kedahsyatan ledakan campuran bubuk mesiu dan senyawa logam ini langsung menjadi buah bibir. Beberapa masyarakat kemudian memanfaatkan kembang api sebagai alat untuk menakuti manusia gunung. Sangat berguna untuk dibawa berburu atau pergi ke hutan. Selain itu, kembang api dulu dipercaya ampuh untuk mengusir arwah jahat, lho!

3. Kembang Api Bukan Kacang yang Lupa Pada Kulitnya. Ditemukan di Tiongkok 2000 Tahun Lalu, Sampai Sekarang 90% Kembang Api di Dunia Masih Diproduksi di Tiongkok.

Produsen kembang api terbesar via www.chinatravelca.com

Berhubung Tiongkok adalah negara asal kembang api, maka tidak heran ya kalau negara ini menjadi produsen utama kembang api di dunia. Sekitar 90% kembang api di dunia diproduksi di Negeri Tirai Bambu ini. Wah, ekspor kembang api saja sudah menjadi pendapatan besar ya bagi Tiongkok.

Di negara lain, juga ada yang memroduksi kembang api, seperti Amerika Serikat dan Italia. Tapi uniknya, di negara tersebut banyak yang menjadikan produksi kembang api ini sebagai hobi. Jadi, produksinya tidak terlalu besar dan belum tentu dikomersilkan.

4. Di Pabrik Kembang Api, Seorang Pegawai Tak Boleh Memakai Pakaian Berbahan Polyester. Hal Seremeh Pakaian Bisa Memicu Ledakan.

Wajib pakai katun via www.rantlifestyle.com

Bahan pembuat kembang api itu tidak macam-macam, ada bubuk mesiu sebagai bahan peledaknya. Maka, tidak heran jika pabrik produksinya memiliki peraturan yang begitu ketat untuk menghindari bahaya, salah satunya dengan melarang keras pemakaian pakaian berbahan polyester saat berada di lingkungan pabrik.

Pakaian berbahan polyester atau serat sintetis ini sangatlah bahaya jika berdekatan dengan elemen-elemen pembentuk kembang api. Serat sintetis ini menghasilkan listrik statis yang dapat menarik logam dan bubuk mesiu. Kalau sudah ‘terserap’ bubuk logam tersebut akan terperangkap dalam bahan dan bisa meledak seketika. Hiii… ngeri, ya? Oleh karena itu, para pekerja di pabrik kembang api sangat diwajibkan untuk mengenakan pakaian berbahan katun saja, baik baju maupun celana.

5. Pola dan Warna Kembang Api Tak Tercipta di Langit Begitu Saja. Sama Dengan PDKT ke Cewek yang Kamu Suka, Ada Tekniknya~

Pembuatannya perlu teknik khusus via kimboltonfireworks.blogspot.com

Tidak hanya warna saja, kembang api ternyata juga memiliki pola yang berbeda. Nah, pola dan warna yang terlihat indah ini tidak hadir begitu saja. Ada 3 teknik khusus yang digunakan, yaitu peletakan bubuk logam, pelapisan selongsong, dan pyrotechnics.

Peletakan bubuk logam merupakan teknik yang paling utama karena dibuat sesuai bentuk yang diinginkan. Misalnya ingin kembang api berbentuk lingkaran, maka bubuk logam tersebut harus diletakkan mengelilingi selongsong ledakan dengan jarak yang sama persis.

Kemudian, teknik pelapisan selongsong ledak juga diperlukan, terutama jika menginginkan ledakan yang beruntun dan berbeda pola. Setiap selongsong hanya bisa dikelilingi oleh 1 pola saja. Untuk itu, teknik ini diperlukan untuk membuat kembang api yang sering dinyalakan saat tahun baru. Beruntun, tetapi dengan pola berbeda.

Terakhir adalah pyrotechnics. Teknik ini digunakan pada kembang api yang beruntun karena berfungsi untuk memanipulasi sumber api. Melalui teknik ini, pembuat bisa memperkirakan jeda waktu dan jarak keamanan kembang api beruntun yang akan dibuat.

Ribet juga, ya, ternyata?

6. Nggak Cuma Kamu yang Punya Nama, Pola Kembang Api Juga

Berbagai pola kembang api via www.gainsborough.hackney.sch.uk

Sudah tahu ‘kan kalau kembang api itu memiliki pola dan warna yang berbeda? Nah, ini dia nih nama-nama pola kembang api.

Peony

Peony via mentalfloss.com

Bentuk ini adalah yang paling umum, yaitu bulat dan berpendar.

Chrysanthemum

Chrysanthemum via mentalfloss.com

Bentuk kembang api yang menyerupai bunga krisan ini adalah bentuk terpopuler kedua setelah peony

Willow

Willow via mentalfloss.com

Bentuk dasar kembang api satu ini memang bulat. Namun yang membedakan dengan peony adalah percikan yang dihasilkan jauh lebih panjang.

Palm

Kalau yang satu ini sudah pasti bentuknya menyerupai daun pohon palem, panjang dan memiliki cabang. Terkadang, kembang api bentuk ini sering diikuti dengan ‘ekor’ yang cukup tebal dan dianggap sebagai batang pohon palem.

Crosette

Crosette via mentalfloss.com

Bentuk ini tidak memiliki bentuk dasar yang pasti. Hanya saja, percikan yang keluar dari ledakan bisa membuat percikan lanjutan. Biasanya, kembang api bentuk ini juga memiliki suara yang lebih lantang dibandingkan yang lainnya.

7. Kenapa Percikan Kembang Api Selalu Mendahului Suaranya? Karena Cahaya Bergerak Lebih Cepat Daripada Suara!

Petir pu begitu via sciencetablets.blogspot.com

Penasaran mengapa kembang api lebih dulu kelihatan daripada suaranya terdengar? Kalau kamu masih ingat, dulu di pelajaran Fisika pernah dijelaskan bahwa laju cahaya itu lebih cepat dari suara. Laju cahaya pada ruang udara adalah 299 juta m/s, sedangkan laju suara hanya 344 m/s. Kebayang ‘kan bagaimana perbandingannya?

Ngomong-ngomong, tidak hanya kembang api saja yang seperti ini. Kalau kamu menyalakan televisi, hal yang sama juga akan terjadi, kok. Gambar di TV muncul terlebih dulu baru kemudian suaranya menyusul, deh.

8. Kamu Penyayang Hewan? Jauhkan Dia Dari Kembang Api, Ya. Benda yang Cantik Ini Bisa Cukup Menakutkan Bagi Hewan

“Takut..” via www.oscarspetemporium.co.uk

Kembang api yang begitu meriah dan menyenangkan buat manusia ternyata cukup menakutkan lho bagi hewan. Hewan tidak akrab dengan kilatan cahaya seperti kembang api ini. Selain asing, suara ledakan yang dihasilkan juga mengagetkan mereka. Wajar deh kalau mereka suka merasa gelisah dan tidak berhenti menyalak.

Untuk itu, saat main kembang api lagi, letakkan dulu hewan peliharaanmu di tempat yang aman, dalam hal ini jauh dari arena bermain kembang apimu. Selain mereka merasa tenang, kamu pun bisa bermain tanpa harus mendengar suara teriakan mereka yang tak kunjung berhenti.

9. Walaupun Paling Aman, Kembang Api Tangkai Punya Suhu 15x Lebih Tinggi dari Titik Didih Air. Jadi Redam Tangkai Sehabis Pakai.

Langsung rendam tangkainya via slamsr.com

Kembang api berbentuk tangkai adalah jenis yang paling aman karena tidak menghasilkan ledakan. Walaupun begitu, memainkannya pun kamu harus tetap hati-hati.

Saat dibakar, kembang api tangkai akan menghasilkan percikan. Nah, percikan tersebut ternyata memiliki suhu 15 kali lipatnya titik didih air atau dengan kata lain 1500ºC. Wow! Panas sekali, ya? Untuk itu, setelah percikannya habis, kamu harus segera merendamnya di dalam air supaya cepat turun suhunya dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

10. Jika Kamu Bermimpi Melihat Kembang Api, Artinya Otakmu Sedang Kreatif-Kreatifnya!

Banyak ide di pikiranmu via www.thewestsidestory.net

Kembang api memang tidak pernah luput dinyalakan pada saat perayaan. Untuk di Indonesia, saat Lebaran dan tahun barulah kembang api mulai laris di pasaran.

Kembang api sangat identik dengan sebuah antusiasme dan semangat. Kalau melihatnya, rasanya senang dan energi kembali terkumpul. Begitu juga saat kamu bermimpi dan melihat kembang api di dalamnya. Mimpi ini kerap diartikan sebagai pertanda bahwa ada banyak yang sedang kamu pikirkan saat tidur. Dan saat bangun nanti, pikiran tersebut dapat berubah menjadi ide cemerlang. Dengan kata lain, bermimpi kembang api saat tidur adalah pertanda bahwa kamu sedang mendapat inspirasi.

Itulah ke-10 fakta dan hal unik yang dimiliki oleh kembang api. Ternyata lebih rumit dari kelihatannya, ya?