Di event tahunan Boston Marathon edisi tahun 2014 ini, seorang jurnalis senior yang meliput untuk lembaga berita The Associated Press, Bill Kole, memutuskan untuk terjun langsung ke lapangan sebagai salah satu pelari. Bill mengenang partisipasinya di event itu dengan menge-tweet setiap kali ia menempuh jarak satu mil.

Tahun 2013 lalu, penduduk Amerika pada umumnya dan Boston pada khususnya dikejutkan oleh serangan bom bunuh diri yang membunuh 3 pelari Boston Marathon dan mencederai kira-kira 246 orang lainnya.

Pengeboman Boston Marathon, 2013. via img3.cache.netease.com

Bill Kole merangkai ‘kultwit’-nya untuk memperingati mereka yang tewas dalam kejadian tersebut, sekaligus menyulut semangat bagi mereka yang selamat dan mengikuti event yang sama tahun ini. Bill merekam segala hal yang ditemuinya sepanjang jalan: dari Sinterklas yang tiba-tiba muncul bulan April, cewek yang memberitahu ayahnya kalau dia hamil dengan menuliskannya di papan, sampai serpihan kayu kecil yang masuk ke kakinya dan membuatnya berkata, “paling tidak saya masih punya kaki. :)”

Advertisement

Serial tweet, atau dalam bahasa Indonesia-nya, ‘kultwit’, lebih sering merepotkan daripada memberi kita informasi. Tapi khusus kali ini mungkin kita harus memberi pengecualian. Paling tidak, kultwit Bill Kole ini memberi kita sesuatu yang tak akan bisa kita dapatkan di lain tempat.