Ada banyak kisah fiksi di dunia yang mengambil latar sejarah dunia nyata. Salah satu yang paling banyak diangkat misalnya adalah peristiwa Holocaust, perihal kekejaman Nazi yang membinasakan orang-orang Yahudi di periode Perang Dunia kedua. Seorang Adolf Hitler jadi salah satu tokoh sejarah yang berulang kali ditampilkan sebagai karakter jahat di banyak cerita fiksi.

Selain Hitler dan Nazi, komunis dan Uni Soviet tak kalah laku dijadikan elemen cerita di ranah drama, film, komik, atau novel. Tentu saja, mereka adalah musuh bebuyutan bagi Amerika Serikat di masa perang dingin. Seringkali Negara Paman Sam memasukan pergerakan komunisme sebagai pihak antagonis. Ini merupakan langkah mengampanyekan perlawanan terhadap komunis itu sendiri.

Nah, Indonesia sendiri punya sejarah yang erat dengan pergerakan paham komunis. Lantas, tak luput lah sejarah kita itu diadaptasi ke cerita-cerita buatan Amerika Serikat. Baru-baru ini cukup heboh di kalangan netizen perihal seri komik superhero Captain America yang ternyata pernah menyinggung cerita PKI.

Ramainya komik Captain Amerika itu bermula tatkala komika Ernest Prakasa dalam akun Twitternya melayangkan pendapat terhadap tragedi penumpasan PKI di tahun 1965.

Banyak netizen yang merespons twit dari Ernest tersebut. Tapi tak ada yang lebih menarik perhatian daripada seorang netizen yang melampirkan gambar halaman komik Captain America.

Advertisement

Terjemahan bunyi dialog yang menyinggung PKI dalam laman komik itu kurang lebih adalah: “1965, Amerika mendalangi kudeta di Indonesia dan memimpin pembantaian terduga simpatisan komunis, yang menyebabkan jatuhnya 1 juta korban jiwa…”

Menurut akun @vailentinus, halaman itu diambil dari komik Ultimate Comics Captain America#3. Marvel Comics yang terbit pada tahun 2011 silam. Karakter Captain America memang biasa ditampilkan dalam latar belakang peristiwa-peristiwa bersejarah oleh Marvel, seperti Perang Dunia dan Perang Dingin. Kebetulan, seri komik yang ini  mengambil latar perang Vietnam, di mana Steve Rogers (nama asli Captain America) mesti menghadapi musuh bernama Frank Simpson (yang mukanya dicat bendera Amerika itu tuh).

Garis besar adegan itu adalah ketika Captain Amerika tengah tertangkap dan Simpson membacakan “dosa-dosa” atau intrik yang dilakukan Amerika Serikat pada banyak negara lain. Salah satunya ya menjadi otak dari pembantaian jutaan nyawa di Indonesia atas nama rekayasa G30S PKI.

Memang ada berbagai versi tentang latar belakang tragedi pembantaian jutaan orang yang diduga komunis di Tanah Air pada tahun 1965 silam. Yang dipakai di seri komik Captain America ini kemudian adalah versi adanya keterlibatan Badan Intelijen Luar Negeri Amerika Serikat (CIA)  yang merancang dan mengadu domba antara kaum komunis, militer, dan rakyat Indonesia.

Terlepas valid tidaknya pernyataan yang ditampilkan dalam komik Captain America itu, ini cukup bikin kita lebih introspeksi sih. Biar lebih peduli dengan sejarah bangsa sendiri. Masak harus sampai Captain America yang jauh-jauh ngasih informasi itu ke kita?