Masih ada banyak pasangan yang menunda untuk naik pelaminan, sekalipun pacarannya sudah tahunan. Belum lagi kemana-mana selalu berdua, keluarga sudah saling mengenal, susah senang pun dijalani sama-sama. Dan kalau ditanya kenapa, akan ada serentetan jawaban yang dijadikan alasan, entah belum punya modal, bahkan belum merasa siap.

Padahal dengan menikah, kalian sudah tidak perlu lagi berpisah seusai pulang nonton film di bioskop. Kalian justru kembali dengan tujuan yang sama, dan malamnya akan ditutup dengan tidur berpelukan seakan dunia milik berdua. Coba dipikirkan lagi, apa itu kurang menyenangkan? Di luar hal sepele tadi, ada banyak alasan lain supaya kamu dan dia menyegerakan menikah daripada kelamaan pacaran. Kira-kira seperti ini alasannya!

1. Ini klise, tapi menghindari zina harusnya jadi salah satu alasan kuat kenapa kamu tidak perlu lama-lama pacaran

Menghindari zina via www.pexels.com

Alasan agar terhindari dari zina dan juga perbuatan maksiat ini yang sering sekali kamu dengar dari orangtua, om, tante, atau orang-orang yang memang agamanya cukup kuat. Alasan yang klise, tapi tak bisa dipungkiri hubungan lawan jenis yang sudah terjalin lama diam-diam akan jadi bumerang tersendiri untuk kalian kalau tak berhati-hati.

Toh sebenarnya kamu sendiri paham, kadang nafsu dan pikiran suka punya kendali yang berseberangan. Jadi, daripada melakukan hal yang tidak-tidak, bukankah lebih baik kalian jadi pasangan halal? Yang katanya mau ngapain saja juga terserah. Karena memang sudah sah di mata hukum serta agama.

2. Pacaran lama buat apa kalau tidak untuk diseriusi. Jadi, tunggu apa lagi?

Advertisement

Tunggu apa lagi? via www.pexels.com

Belum yakin dengan pasangan yang sekarang jadi alasan yang mengada-ngada saat kamu dan dia nyatanya sudah lama menjalin hubungan. Sederhananya untuk apa pacaran bertahun-tahun kalau belum juga merasa klik dan belum ada niatan untuk serius? Bukankah semua jadi sia-sia, mulai dari tenaga, pikiran, waktu bahkan materi. Sementara membawa hubungan ke dalam ikatan pernikahan jelas punya kebaikan tersendiri untuk kalian berdua.

3. Usia reproduksi cewek jadi hal yang perlu dipertimbangkan untuk tidak lagi menunda-nunda pernikahan

Usia reproduksi yang baik via www.pexels.com

Usia 20-an jadi masa keemasan untuk seorang perempuan dalam hal reproduksi, alias sedang subur-suburnya. Sementara semakin bertambahnya usia, kemampuan reproduksi cewekpun semakin berkurang. Ingat saja soal menopause pada wanita, yang urusan usia kadang setiap orangnya berbeda dan kadang ada juga yang mengalami kasus menopause dini.

Jadi dari persoalan tadi, sudah seharusnya kalian segera membuat keputusan untuk segera menikah atau menunda tapi harus siap dengan segala konsekuensinya. Jangan sampai belum lama menikah, tapi kok tiba-tiba sudah menopause? Jangan sampai seperti itu ya!

4. Jika menikah sekarang, bayangkan 20 tahun lagi saat anakmu kuliah, kamu masih kuat secara fisik dan juga finansial

Kamu dan anak akan sama mudanya via www.teresarosecoaching.com

Jangan masa sekarang saja yang kamu pikirkan. Tapi, persiapkan juga masa yang akan datang. Jika kamu berani untuk menikah sekarang, bayangkan 20 tahun lagi saat anakmu kuliah kamu masih kuat secara fisik dan juga finansial. Bukankah ini salah satu keuntungan yang juga perlu jadi pertimbangan? Bukankah kamu juga ingin bisa menemani anakmu hingga sukses, menikah, punya keluarga sendiri dan pastinya melihat generasimu yang selanjutnya?

5. Susah senang bersama saat pacaran mungkin bisa saja, tapi bukankah akan lebih indah jika kalian merasakannya dalam pernikahan?

Berjuang bersama dari nol via www.pexels.com

Pacaran dalam hitungan tahun sudah pasti sudah banyak susah dan senangnya. Seperti melewati masa kuliah dan skripsi bersama-sama, sampai akhirnya kini sudah punya karir yang cukup baik. Apakah semua pengalaman itu masih kurang?

Toh kalau kalian memang sama-sama cinta, bukankah belum 100 persen mapan atau belum punya banyak modal tak perlu terus jadi alasan. Setidaknya menikah di kondisi yang masih belum mapan bisa membuat kamu dan dia merasakan berjuang bersama yang lebih mengharukan lagi. Karena susah senang bersama selama pacaran memang masih jadi hal yang biasa saja.

6. Jadikan niatan menikah ini kabar yang membahagiakan untuk orangtua

Bahagiakan orang tua via papasemar.com

Jadikan pilihan menikah dengan pacarmu ini kabar yang membahagiakan ayah dan ibumu. Biarpun melepas putri atau anak laki-lakinya untuk berumah tangga itu cukup sulit, tetap saja keberanianmu mengambil keputusan bagian dari kebanggan mereka. Setidaknya ada perasaan lega, karena akhirnya hubungan kalian ini menjadi kepastian pertama masa depanmu.

Menikah memang tak mudah. Bukan berarti tak ada rintangan yang akan dihadapi. Tapi, melewatinya berdua tentu akan lebih ringan. Saling mendoakan, saling menguatkan dan saling mendukung satu sama lain jadi kunci bahwa pada akhirnya terlalu lama pacaran justru jadi kesia-siaan. Jadi, kita menikah saja yuk, Mas!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya