Semua pasti setuju, kalau awal pacaran itu awal hangat-hangatnya hubungan. Masing sering mesra-mesraan di mana aja dan kapan aja. Salah paham juga masih jarang. Kamu atau dia sendiri masih sering jaga image di depan pasangan sendiri. Dibilang belum memahami pasangannya dengan cukup baik pun memang benar. Ada beberapa kebiasaannya yang kamu sendiri belum tahu, begitu juga sebaliknya.

Tapi seiring berjalannya waktu, semua itu pun berubah dengan sendirinya. Lewat 3 bulan hubungan, kamu dan dia sudah mulai ada perubahannya. Jalan 6 bulan pun kamu sudah mulai terbiasa dengan hal-hal yang kadang tak sesuai dengan harapan. Dan setelah satu tahun, pastinya kamu dan dia sudah mulai mengenal lebih dalam. Kalian juga sudah bisa memastikan, hubungan ini bisa dibawa ke masa depan atau tidak.

Sederhananya, kalau saja beberapa hal yang Hipwee uraikan ini ada di hubungan yang sekarang, kalian bisa melanggeng ke masa depan bersama-sama. Semoga saja ya!

1. Nggak melu memanggil dengan panggilan “sayang”, kadang panggil nama, kadang “Mas atau Dek”

Mas dan ade aja deh panggilannya via www.logancoleblog.com

An, abis ini kita mau ke mana lagi?

Pengen makan mie kocok atau batagor nih, Mas….

Nah, urusan kuliner si Agung jagonya, An.

Kalian berdua harus ke cuanki sarayu nih, yuk!

Advertisement

Di awal-awal pacaran, panggilan sayang jadi salah satu kebiasaan baru kalian. Entah kenapa, kamu dan dia seperti dua orang yang lupa nama pasangannya masing-masing. Bahkan di depan teman-teman, kalian pun tanpa ragu saling memanggil Sayang, Yang, Hun, dan panggilan sayang lainnya.

Tapi seiring berjalannya hubungan, kamu atau dia mulai merasa sungkan jika sering memanggil mesra pasangan di depan umum. Alhasil kalian pun punya nama panggilan tersendiri seperti Mas – Ade. Panggilan yang memang tetap kamu dan dia yang tahu, tapi tak membuat orang lain merasa risih.

2. Mau mesra-mesraan pun tahu tempatnya, tak lagi di depan umum seperti di awal jadian

cuma pegangan tangan aja via www.logancoleblog.com

Setelah satu tahun berjalan, rasa-rasa ingin menunjukkan ke orang lain tentang hubungan yang kalian jalalin sudah tak seperti di awal jadian. Kalau dulu di manapun dan kapanpun kalian sering telihat bersama, merangkul lengan atau pinggangnya di depan umum pun santai-santai saja. Sekarang kamu dan dia mulai paham, kemesraan kalian bukan sesuatu yang perlu diumbar di hadapan umum.

Bahagia pun harusnya memang cukup kalian saja yang rasa, seperti halnya kemesraan. Toh, banyak orang yang tak terlalu peduli dengan hubungan ataupun kemesraan kalian. Jadi memang mesra-mesraan harusnya tahu tempat dan cukup kalian saja yang rasakan.

3. Saat terjadi salah paham, kamu dan dia lebih santai. Nggak ada lagi tuh ngambek atau adu mulut berlebihan

Marahan tapi santai via elizabethwellsphoto.com

Kan tadi aku sudah bilang, aku sedang di busway, dan di dalam itu penuh. Jadi balasnya ya singkat-singkat aja.

Aku pikir kamu malas chat sama aku. Hmmm….

Nggak sayang, ngapain juga malas chat sama kamu.

Memasuki masa tiga sampai enam bulan pacaran, kamu dan dia memang mulai sering ada salah paham, bahkan kadang bertengkar sampai adu mulut. Tapi, untungnya masa-masa itu pun berproses seiring bertambah lamanya hubungan kalian. Kamu tak lagi ngambek-ngambek berkepanjangan saat dia melakukan hal yang tak kamu suka. Begitupula saat terjadi kesalahpahaman, kalian sudah saling mengerti, kalau nyawa hubungan ini terletak pada kesabaran dan kedewasaan menghadapi segala permasalahan.

Mau sampai kapan juga harus ngambek atau adu mulut, dan bukannya itu melelahkan?

4. Kirim pesan udah seperlunya saja dan ada waktunya juga buat chit-chat manja sama pasangan

Chit chat udah ada waktunya via www.logancoleblog.com

Sebenarnya wajar, kalau saat awal jadian hampir setiap menit kalian saling berkirim pesan. Kadang sehabis bertemu pun, obrolan berlanjut di aplikasi chatting. Sampai-sampai dunia kalian memang murni milik berdua saja. Nggak salah juga sih, toh akhirnya kebiasaan itu berubah perlahan-lahan. Kamu dan dia sudah tak sesering dulu berkirim pesan atau telepon-teleponannya.

Kirim pesan seperlunya, sebatas bertanya kabar, keadaan dan menceritakan beberapa hal penting yang sama-sama kalian temui hari itu. Chit-chat manja bersama pasangan pun ada waktunya sekarang. Kalau tak di awal hari sebelum sibuk berkegiatan, bisa di jam-jam istirahat atau di akhir hari saat kalian sudah akan beranjak tidur.

5. Kode-kodean juga nggak berlaku lagi, kamu dan dia sekarang lebih blak-blakan mengeluarkan uneg-uneg di hati

Marah, ya marah aja, nggak perlu kode-kodean via www.logancoleblog.com

Saat kesal ya bilang kesal. Saat nggak suka atau berkeberatan dengan sesuatu yang dia pilih atau lakukan pun kamu akan bilang langsung. Perjalanan selama setahun yang berbuah kedekatan dan kenyamananlah yang membuat kalian lebih blak-blakan mengeluarkan uneg-uneg di hati. Kamu ataupun dia pun sebenarnya mulai lelah jika harus kode-kodean saja dalam mengungkapkan apapun yang dirasakan dan dipikirkan.

Kalau blak-blakan memudahkan kalian untuk bisa saling mengerti dan segera menyelesaikan masalah, kenapa harus pakai kode-kodean yang justru rawan kesalahpahaman.

6. Bukan lagi hapal dengan kebiasaan pasangan, tapi kamu atau dia sudah saling mengikuti kebiasaan-kebiasaan kecilnya

mengikuti kebiasaannya juga via elizabethwellsphoto.com

Udah bukan rahasia pribadi lagi, kalau awal jadian itu banyak sekali momen-momen kalian jaim-jaiman. Dan lagi-lagi perjalanan waktu yang membuat hubungan kalian menerima banyak hal baik. Salah satunya ya bukan hanya hapal dengan kebiasaan pasangan, tapi kamu atau dia sekarang jadi saling mengikuti kebiasaan-kebiasaan kecilnya. Nggak jauh-jauh, seperti logat bicara, kebiasaan makan, sampai cara menyikapi sesuatu. Lucu sih, tapi dari sini sebenarnya orang pun bisa melihat kedekatan kamu dan dia.

7. Bisa ngobrol berjam-jam tanpa perlu bingung mau ngomongin apa, atau bisa juga diam-diaman tanpa ada rasa canggung

Semua hal bisa jadi bahan obrolan kalian via elizabethwellsphoto.com

Bingung nih mau ngobrolin apa. Atau enaknya ngapain ya kalau lagi nggak ada bahan obrolan.

Rasa-rasa atau pikiran seperti itupun tak lagi berlaku di hubungan yang sudah berjalan setahun ini. Kalian selalu menemukan bahan obrolan yang tak selalu serius, kadang ringan bahkan receh sekali. Seperti saat mengomentari seorang kakek yang melintas dengan sepeda juga gaya jadulnya, atau saat membahas isu yang sedang hangat-hangatnya. Tapi, kalaupun kalian sedang tak ada bahan obrolan dan memang harus berdiam-diaman, itu bukan masalah besar lagi.

8. Kenal keluarga nggak cuma sekadar kenal, tapi kamu mulai sering ikut ke acara-acara keluarganya juga

kumpul bersama keluarganya via www.logancoleblog.com

Akhir pekan nggak cuma hangout bareng dia, tapi kadang kamu pun diajak ke acara-acara keluarganya juga. Sebaliknya dia pun sering ikut ke acara bersama keluargamu. Satu tahun memang waktu cukup untuk tak hanya mengenal keluarga masing-masing, tapi juga mulai akrab dengan orang tua serta saudara-saudaranya. Tandanya juga, hubungan kalian sudah dapat lampu hijau nih dari orang tua. Tinggal bagaimana kaliannya saja membawa hubungan ke depannya seperti apa. Jangan sampai juga mengecewakan keluarga yang sudah mulai nyaman dengan sosok pasanganmu.

9. Rasa bosan ada, tapi kalian sudah tak lagi terlalu pusing memikirkannya

Bosan pasti ada, tapi kalian santai saja menghadapinya via www.logancoleblog.com

Kalau salah paham saja bisa datang di hubungan kalian, pastinya kejenuhan pun dapat datang sewaktu-waktu. Mengingat semakin lama kalian berhubungan, semakin sering juga kamu dan dia terjebak rutinitas bersama yang itu-itu saja. Seperti malam minggu kalau nggak cuma ngobrol aja di rumah, ya paling jalan-jalan keluar, makan bareng, nonton film, atau belanja buku dan benda-benda lainnya.

Menapaki 6 bulanan hubungan, saat jenuh kalian bisa bingung sendiri. Kadang kamu yang khawatir kalau jenuh ini berakhir dengan hal yang tak menyenangkan, sebaliknya kadang dia pun memikirkan hal yang sama. Kadang jenuh atau bosan pun entah kenapa membuat kamu dan dia mudah saling salah paham.

Tapi setalah satu tahun terlewati, ternyata rasa bosan yang kadang hadir ini tak menyeramkan seperti dulu. Sekarang kalian sudah tahu bagaimana harus menghadapinya. Entah memberi jarak sementara untuk satu sama lainnya, atau bisa jadi dengan liburan bareng ke luar kota. Berharap suasana baru bisa membuat jenuh hilang. Sebab bertahan itu salah satunya dengan belajar menghadapi kejenuhan yang datang.

10. Diam-diam kalian sudah saling bertransformasi menjadi patner yang melengkapi

kalian sudah menjadi patner masa depan via elizabethwellsphoto.com

Waktu satu tahun pun rasanya cukup untuk kalian belajar mengerti bagaimana saling melengkapi satu sama lainnya. Kamu selalu tahu apa yang harus dikatakan saat dia sedang butuh masukan ide untuk tulisan ilmiahnya. Begitu juga dia yang selalu siap dimintai kritik atau saran dengan apapun cerita yang kamu tulis. Atau kadang kalian saling membantu entah sekadar membaca serta mengoreksi tulisan pasangan.

Intinya hubungan kalian ini tak lagi terisi hal-hal yang berupa kesenangan belaka, atau kesia-sian. Sebab kamu dan dia tahu harus bagaimana untuk bisa maju sama-sama. Satu tahun mungkin ada orang yang bilang terlalu cepat untuk benar-benar memastikan hubungan kalian layak atau tidak dibawa ke masa depan. Tapi kalau menurut kalian satu tahun ini cukup lama karena kalian benar-benar belajar banyak hal. Kenapa harus ragu? Kalau usaha bertahan selama satu tahun saja mampu, yakin kan dirimu kalau tahun ke tahun berikutnya pun demikian.