Memiliki pacar memang menyenangkan. Selalu ada yang bisa menjadi teman bicara dan berbagi keluhan. Namun, memiliki seorang pendamping juga bisa mengubah jati diri dan membelokkanmu ke arah yang negatif. Sadar tidak sadar, kamu sudah terjebak dalam hubungan yang kurang sehat.

Apakah kamu merasa yakin bahwa sekarang hubunganmu memang benar-benar sehat dan bahagia? Atau justru kamu belum tahu ciri hubungan yang sehat itu seperti apa? Yuk, simak penjabaran Hipwee supaya kamu bisa memiliki hubungan yang sehat bersama dengan pasanganmu.

1. Duniamu tak hanya berputar di sekelilingnya. Selain dia, kamu masih memiliki kawan-kawan dekat yang sama bisa diandalkannya.

kamu punya porsi waktu yang seimbang via breakfreegirl.com

Seringnya, berada di sebuah hubungan membuat seseorang lupa diri. Tanpa disadari kamu lebih senang menghabiskan waktu bersama pacar dan mulai meninggalkan kawan-kawan yang sudah berjasa menemani perjalanan hidupmu selama ini. Bahkan, kamu sering membatalkan janji bersama teman hanya demi menemani pasangan karena tidak ingin membuatnya kecewa atau terlibat pertengkaran yang tidak perlu.

Jika kamu berada di hubungan yang sehat, kamu tidak perlu melakukan semua itu. Hidupmu seimbang karena semua orang memiliki porsinya masing-masing, termasuk pacar dan teman-temanmu. Porsi waktu yang kamu miliki untuk sang kekasih, kawan-kawan, serta waktu untuk diri sendiri hampir sama banyaknya. Inilah kunci hubungan yang sehat. Kamu dan pasangan tidak melulu harus saling berduaan, karena masih ada hobi serta teman-teman yang masih membutuhkan kalian sebagai seorang individu, bukan sebagai kesatuan.

2. Mempunyai pacar tidak membuatmu manja dan merasa mesti bergantung sepenuhnya. Jika dituntut situasi-kondisi, kamu mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Advertisement

Memiliki seseorang yang bisa diajak berbagi beban kehidupan memang menyenangkan. Selalu ada punggung lapang sebagai tempat bersandar dan telinga yang sedia mendengar. Kamu memiliki seseorang yang selalu bisa diandalkan dalam segala kondisi. Walaupun demikian, hal ini tidak harus membuatmu maupun pasangan berubah manja dan selalu bergantung satu sama lain. Manja tentu boleh saja namun dengan takaran yang tepat sehingga tidak menjadi pemberat bagi salah satu pihak. Lagipula, bukankah mampu berusaha dengan tangan sendiri merupakan hal yang lebih membanggakan diri?

3. Kamu benar-benar menganggapnya sebagai kekasih, bukan ayah atau ibu yang wajib memberi izin setiap kamu hendak pergi.

dia adalah kekasih hati via www.huffingtonpost.com

Jika kamu berada di hubungan yang bahagia dan melegakan, kamu tidak perlu selalu meminta persetujuan dari pasangan. Apalagi ketika hendak pergi, kamu tidak perlu juga membatalkan janji hanya karena tidak disetujui. Memberi tahu keberadaanmu mungkin perlu sewaktu-waktu demi alasan keamanan, namun untuk meminta izin itu berlebihan.

Selalu meminta izin kepada pasangan sebelum melakukan sesuatu bisa jadi tanda bahwa kalian tak punya cukup rasa saling percaya. Ini bisa juga tanda bahwa salah satu dari kalian ingin mengekang yang lain secara berlebihan. Padahal untuk bisa menjadi bahagia, dibutuhkan rasa saling percaya. Memberi kebebasan bagi pasangan adalah simbol dari rasa percaya itu.

4. Kamu tidak perlu repot menyuruhnya untuk akrab dengan teman atau keluarga. Mungkin malah dia yang menawarkan diri untuk melakukannya.

kamu sudah merasa lekat dengan mereka via www.dailymail.co.uk

Ketika kamu berada di sebuah hubungan dengan orang yang tepat, kamu tidak perlu merasa risau akan tanggapan orang-orang terdekatmu akan dirinya. Dengan sendirinya, pasanganmu mampu menyesuaikan diri dan membaur dengan keluarga serta kawan-kawanmu. Bahkan, kamu tidak perlu bersusah payah untuk menyatukan mereka karena pasanganmu memiliki kesadaran penuh untuk membuatmu bahagia. Yang perlu dia lakukan adalah bergabung dengan orang-orang penting yang sudah terlebih dahulu berada di hidupmu.

“Tadi ibumu nelpon aku, katanya kamu nggak angkat telepon dari dia dari tadi pagi.”

“Lho, kok ibuku tahu nomor kamu?”

“‘Kan ibuku sama kamu sering SMS-an… Hehehe.”

5. Demikian pula, membantu saudara atau temannya kamu lakukan dengan sukarela. Bagimu mereka sudah seperti keluarga.

dia sudah bisa membaur dengan sendirinya via www.eonline.com

Begitu pula sebaliknya, ketika pasanganmu mampu membaur dengan orang-orang kesayanganmu, kamu juga mudah mendekatkan diri dengan keluarga dan kawan-kawannya. Ketika mereka meminta bantuan, kamu tidak akan segan dan sesegera menyingsingkan lengan untuk mengulurkan tangan. Kamu sudah merasa bahwa keluarganya adalah keluargamu dan teman-temannya juga merupakan teman-temanmu. Tidak hanya mengambil hati pasangan, kamu juga harus berhasil mengambil hati orang-orang terdekatnya.

6. Kalian sama-sama melatih diri untuk jujur dengan pasangan. Namun, pentingnya privasi tetap kalian kedepankan.

privasi tetap harus dijunjung tinggi via imgarcade.com

Jujur merupakan formula penting di dalam suatu hubungan, namun kalian tidak pernah merasa perlu membagi segala hal pada pasangan. Jujur tak selalu berarti keterbukaan tanpa batasan.

Sekali lagi kamu dan pasangan adalah dua individu yang berbeda, bukan suatu kesatuan seberapapun kalian berdekatan. Kalian tidak harus saling mengetahui dan bertukar password media sosial. Tak perlu pula rutin mengecek ponsel masing-masing tiap kali bersua. Mungkin kamu dan dia sama-sama lebih menyukai jika ada sisi diri yang selalu jadi misteri bagi pasangan. Dengan begitu, kalian bisa lebih terhindar dari rasa bosan.

7. Kadar cinta kalian tak akan pudar hanya karena tidak berjumpa tiap hari. Justru waktu berkualitas bisa diwujudkan kala akhirnya kalian bertemu lagi.

kalian tidak khawatir hanya karena jarang bertemu via www.huffingtonpost.com

Hubungan yang bahagia tidak diukur dari jarak ataupun intensitas pertemuan. Justru jika hubungan kalian baik-baik saja karena kesibukan maka itu adalah tanda bahwa kalian mampu saling menggenapi. Terbukti jarak maupun berkurangnya intensitas pertemuan tidak mampu memisahkan kalian. Hubungan yang dewasa dan bahagia adalah ketika kamu maupun pasangan mampu memaklumi kesibukan masing-masing dan tidak perlu merisaukan kadar cinta yang akan meluntur.

8. Cinta kalian bukan kalkulasi untung-rugi. Termasuk soal berbagai pengorbanan yang sudah sama-sama kalian lakukan selama ini.

kalian tidak menghitung untung rugi via www.pinterest.com

Kunci lain hubungan yang sehat dan bahagia adalah kalian sama-sama saling tulus dalam memberi. Tidak ada kata menghitung untung rugi dalam kamus kalian berdua. Bukan hanya dalam hal materi, tetapi juga dari pengorbanan yang sudah kalian lakukan selama ini. Kalian melakukan segala sesuatunya didasari dengan rasa tulus karena memang ingin saling memberi. Sehingga tidak akan ada momen dimana kalian saling mengungkit kebaikan serta pengorbanan yang sudah kalian lakukan satu sama lain. Pengorbanan adalah hal yang terhindarkan dalam sebuah hubungan. Untuk apa harus diperhitungkan?

9. Menanyakan kabarnya bukan semata-mata karena kamu cemburu, melainkan karena memang ingin tahu

bukan karena cemburu tetapi karena memang ingin tau via favim.com

Bertanya mengenai kabarnya merupakan tanda bahwa kamu memang ingin tau apa saja yang sudah ia alami seharian ini. Mendengarkan bagaimana ia bertutur merupakan hal yang kamu damba dan kamu minati. Tidak ada sedikitpun keinginan menggali informasi yang dilandasi karena rasa cemburu maupun curiga. Hanya saja, hal yang sama-sama kalian damba adalah berbagi cerita.

10. Menjadi diri sendiri adalah tanda yang paling utama. Demi langgeng bersamanya, kamu tidak merasa harus berpura-pura.

kamu bisa menjadi diri sendiri via www.pinterest.com

Berada di jalur hubungan yang bahagia dan sehat tentunya juga tidak akan merubah kepribadianmu. Selain jujur terhadap pasangan kamu juga wajib jujur kepada diri sendiri. Merasa senyaman mungkin merupakan ciri hubungan yang sehat. Kamu tidak harus merubah kegemaranmu dan kemudian pura-pura menyukai hal yang juga disukai oleh pasanganmu. Karena kenyamananmu di hubungan yang sehat adalah yang wajib dinomorsatukan.

Sudah tahu ‘kan sekarang bagaimana ciri hubungan yang sehat. Jadi, apakah selama ini hubunganmu dan pasangan dapat dikategorikan ke dalam hubungan yang sehat dan sanggup bertahan lama?